Lebih dekat dengan Ketua Agupena Propinsi Maluku Utara, Yanuardi Syukur

Rubrik Profil Oleh

Oleh: Roswita M. Aboe, S.Pd., MA
Wakil Ketua Agupena Maluku Utara

Awalnya saya mengenal sosok Yanuardi Syukur dari media sosial, Facebook sekitar tahun 2009. Karena tidak seperti teman kebanyakan, saya coba melirik profil beliau ternyata kajian studi magister kami sama, yaitu di Politik dan Hubungan Internasional. Lebih jauh lagi penulis berbagai buku ini adalah ketua umum Forum Lingkar Pena (FLP) sebuah komunitas penulis dimana saya pernah di wawancarai tentang tema pendidikan. Mungkin tidak berlebihan jika saya mengatakan tidak rugi kalau berteman dengan beliau. Karena ‘ilmu’ yang beliau miliki ternyata sangat banyak. Pak Yan (sebagaimana saya biasa menyapa beliau) terkenal aktif di FLP, dan pengurus serta anggotanya kerap menyapa beliau dengan sapaan ‘kak Yan’. Secara umur mungkin saya tidak akan menyebut beliau dengan sapaan yang sama karena saya lebih tua.

revDari orangtua asal Bandar Jaya (Lampung), pak Yan lahir di Tobelo (Halmahera Utara), pada 13 Januari 1982. Setamat SDN I Tobelo, beliau belajar di Tarbiyatul Mu’allimin/at al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta kemudian melanjutkan studi di Jurusan Antropologi FISIP Unhas dan tamat S2 dengan predikat cumlaude pada Program Pascasarjana Kekhususan Politik dan Hubungan Internasional, Pusat Studi Timur Tengah dan Islam (PSTTI) Universitas Indonesia, Jakarta. Dan sejak 2010, menjadi dosen PNS di Program Studi Antropologi Sosial, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Khairun (Unkhair, Ternate). Saat ini beliau dalam tahapan melanjutkan studi S3 dalam bidang Antropologi dengan beasiswa LPDP.

Pak Yan ternyata aktif di berbagai organisasi. Terhitung hampir lebih dari 30 jenis organisasi kemasyarakatan, keagamaan dan sosial pernah digeluti. Diantaranya tersebar di Makassar, Jakarta dan Maluku Utara. Sebagai penggiat kegiatan menulis, pemuda yang pernah direkomendasikan Helvy Tiana Rosa menjadi peserta pada Pelatihan Esai Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) pada tahun 2008 juga tergabung sebagai anggota International League of Islamic Literature Chapter Indonesia yang diketuai Habiburrahman El Shirazy. Beberapa tahun belakangan beliau menggagas didirikannya Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Maluku Utara pada tahun 2014 dan beliau terpilih secara aklamasi menjadi ketua umum cabang.

Secara prestasi menulis, pak Yan telah menghasilkan ratusan karya dan buku dalam kurun waktu yang singkat (2004-2016) yang hampir tidak bisa saya bayangkan untuk ukuran seorang dosen muda!. Di sela sela kegiatan menulis, dosen di Fakultas Sastra dan Budaya, Prodi Antropologi ini pernah menjadi Sekretaris Rektor Unkhair pada periode Rektor Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim dan Prof. Dr. Husen Alting (2011-2014). Selain itu beliau pernah diundang menjadi presenter dan pembicara pada berbagai acara di media lokal maupun nasional seperti CelebesTV, GamalamaTV, SalmanTV, CakrawalaTV dan beberapa radio komunitas di Indonesia seperti Radio Sabili, Radio EBS, Radio Torani, RRI, dan Radio Istana. Selain media visual, tulisan-tulisan beliau pernah dimuat beberapa koran, jurnal, majalah, dan buletin, di antaranya adalah: Identitas, Fajar, Pedoman Rakyat,Tribun Timur, Jurnal Resolusi, Jurnal Antropologi Human FISIP Unhas,Makna, AlFirdaus,Platonik, Mimbar Khairun, Fastaqim,Lingkar, Buletin AlHijrah,Malut Post, Radar Halmahera, Swara Kie Raha,Suara Khairun, Serambi Madinah [KPPSI], Tarbiyah, Tatsqif,Sabili,Annida,Saksi, Garuda Indonesia, Etnohistori (Unkhair), Dialektika (Unair), dan Yousure (UGM), dan beberapa website seperti website Unkhair, Eramuslim, KAMMI, FLP, Cybermuslim,Berita99, dan Wasathon.

Bapak dari 3 anak, Anisah Syahidah, Afifah Azizah dan M. Fikri Ihsani ini menggemari buku-buku Prof. Dr. Hamka dan Prof. John L. Esposito. Beliau pernah menulis buku dari efek media social facebook berjudul Facebook Sebelah Surga Sebelah Neraka terbitan Diva Press, Jogja (2009) dan Al Hidayah, Selangor Malaysia (2011). Tulisan yang dibuat oleh dosen berusia 34 tahun ini ringan, mudah dicerna, menjangkau berbagai kalangan dan memuat berbagai informasi dari berbagai persepektif. Mulai dari dakwah, ilmu pengetahuan, sosial, science, sampai motivasi diri.

Semangat menulis dan motivasi yang tak henti bisa didapatkan dari sosok yang cukup humoris, suka membantu, rendah hati dan penyayang keluarga. Motivasi belajar ini yang mengantarkan suami dari Dhiah Ashri ini ke Australia pada tahun 2015, karena terpilih sebagai peserta Program Pertukaran Tokoh Muslim Muda Indonesia-Australia (Muslim Exchange Program) dari Kedutaan Besar Australia bekerjasama dengan Melbourne University dan Universitas Paramadina. Bahkan dalam kunjungan singkat ( dua minggu) ini beliau sempat mempublikasikan hasil “jalan-jalan luar biasa” itu di beberapa website, Facebook, dan dalam sebuah naskah buku berjudul Senja Tak Mampir di Australia. Saat ini, beliau dipercaya untuk menyusun sekaligus mengedit naskah buku para alumni MEP Indonesia dan Australia.

Kiprah Yanuardi Syukur berlanjut sampai ke Konfrensi Internasional pada Tahun 2015 lalu. Atas undangan Prof. Dr. Darwis Khudori (Le Havre University, Perancis) dan Prof. Dr. Tulus Tambunan (Universitas Trisakti), beliau bergabung pada group Religion di konfrensi 60tahun Asia-Africa dan membentangkan makalahnya berjudul The Spread of ISIS Influences in Indonesia bersama pembicara lainnya yaitu Prof. Dr. Adams Bodomo (University of Vienna, Austria), Prof. Dr. Jean-Jacques Ngor-Sene (Chatham University, Pittsburgh, USA), dan Prof. Dr. Heidi K. Gloria (Ateneo de Davao University, Filipina).

Jika ada yang mencari motivator terutama untuk mengembangkan bakat menulis, pak Yan adalah sosok yang paling pas. Kita bisa belajar dari beragam tulisan dan karya yang sudah beliau lahirkan. Secara pribadi saya bangga mempunyai, teman, ketua sekaligus guru dalam memotivasi anak muda untuk terus berkarya dengan menulis. Modalnya adalah pena dan kemauan. Sebagaimana motto beliau ‘dengan pena kita berjuang dan berdakwah’. Semangat menulisnya patut diacungkan jempol, dan untuk pak Yan, saya angkat topi. Salut! ***

Tags:

AGUPENA.OR.ID merupakan website resmi Agupena yang diluncurkan pada 10 Oktober 2016. Kehadiran website ini diharapkan bisa menjadi pendukung program Agupena di seluruh wilayah tanah air. Website dikelola oleh Sawali Tuhusetya (Bidang Pengembangan Profesi Agupena).

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Profil

Go to Top