Pelajaran Komputer Berbasis Dokumen

Rubrik Opini Oleh

Oleh A’mal Hasan
(Anggota Agupena, Trainer Google for Education Asia-Pasific)

Software aplikasi itu adalah alat, sedangkan file yang dihasilkan oleh aplikasi itu adalah dokumen. Dokumen yang baik adalah dokumen yang dapat dibuka dan dibaca dengan menggunakan sebanyak mungkin aplikasi, bukan tergantung pada satu aplikasi saja. Oleh karena dokumen itu adalah barang yang seharusnya netral. Sebagai contoh, ketika kita menulis sebuah surat menggunakan aplikasi Microsoft Word. Aplikasi Microsoft Word itu adalah ibarat mesin ketiknya sedangkan dokumen yang dihasilkan adalah suratnya.

Ketika file surat itu dikirim ke saya melalui e-mail, maka setelah file itu saya terima, saya harus bisa membuka dan membacanya walaupun aplikasi pengolah kata yang saya miliki bukan Microsoft Word. Dengan demikian saya tidak harus dipaksa untuk membeli aplikasi Microsoft Word yang mahal itu sementara tersedia banyak aplikasi pengolah kata alternatif yang lebih murah dan bahkan gratis.

Jika saya tidak bisa membuka surat itu kecuali dengan aplikasi dengan “merk” yang sama, bahkan harus dengan versi yang sama pula, maka dokumen itu termasuk dokumen yang buruk. Dokumen itu yang tidak netral dan tidak universal.
Adapun dokumen yang baik bisa kita lihat misalnya web page, dimana web page pada sebuah website bisa dibuka dan tampilannya sama walaupun pengguna menggunakan aplikasi web browser yang berbeda-beda, bahkan menggunakan operating system yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu pelajaran komputer yang baik bukanlah pelajaran yang terfokus kepada aplikasinya, melainkan kepada dokumennya.

Siswa hendaknya mahir menulis surat resmi dengan tidak harus dipaksa untuk menggunakan satu jenis aplikasi pengolah kata saja, melainkan mereka boleh memilih sesuai kemampuan, minat, daya beli dan situasi masing-masing.

Siswa hendaknya diajari agar mampu membuat dan mengedit gambar vector dengan boleh memilih salah satu dari aplikasi Corel Draw, InkScape, FreeHand atau yang lainnya. Yang terutama perlu dinilai bukanlah aplikasi apa yang digunakan dan seberapa mahir dia dalam menggunakan aplikasi itu, melainkan karya gambar vector yang dihasilkan oleh siswa dari aplikasi tersebut. Demikian juga pada aplikasi-aplikasi lainnya seperti pengolah angka, video editing dan lain sebagainya.

Kenapa kita harus lebih fokus kepada dokumennya daripada aplikasinya? Salah satu alasannya adalah karena aplikasi berkembang dan terus berubah, dari teknis cara pengoperasiannya hingga konsep dasarnya. Selain itu juga agar kita tidak terlalu tergantung pada aplikasi dari satu vendor saja, melainkan bisa memilih dan bahkan mengembangkan sendiri aplikasinya. Sudah saatnya pelajaran komputer yang kita sampaikan ke anak-anak kita berfokus kepada hasilnya, bukan alatnya (aplikasinya). ***

AGUPENA.OR.ID merupakan website resmi Agupena yang diluncurkan pada 10 Oktober 2016. Kehadiran website ini diharapkan bisa menjadi pendukung program Agupena di seluruh wilayah tanah air. Website dikelola oleh Sawali Tuhusetya (Bidang Pengembangan Profesi Agupena).

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*