Peran Guru Menghadapi “Era Bonus Demografi”

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh RR.Tri Rizalina RS
Wakil Bendahara Agupena Pusat/Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila

Ada apa dengan Bonus Demografi? Dua kata namun penuh makna yaitu “Bonus Demografi” yang saat ini seringkali banyak diperbincangkan di berbagai lembaga ataupun organisasi. Menarik dan sangat perlu untuk dipahami bila kita ingin Indonesia menjadi negara yang Maju dan Sejahtera.

Pengertian  Bonus Demografi
Beberapa pengertian dari bonus demografi, diantaranya, adalah Bonus Demografi terjadi karena penurunan kelahiran yang dalam jangka panjang menurunkan proporsi penduduk  muda sehingga investasi untuk pemenuhan kebutuhannya berkurang dan sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga (Ross, 2004).  Pendapat lain, bonus demografi merupakan keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilasi jangka panjang (Wongboonsin, dkk. 2003).

Jadi, Bonus Demografi bisa dikatakan sebagai situasi dimana ledakan penduduk usia produktif yang bisa menopang penduduk usia tidak produktif atau rasio ketergantungan menunjukkan berapa penduduk usia nonproduktif yang ditanggung oleh penduduk usia produktif. Artinya, penurunan rasio ketergantungan akan mencerminkan potensi peningkatan produktivitas perekonomian suatu negara karena penduduk berusia kerja mendominasi jumlah penduduk keseluruhan.

demokrasi

Bonus demografi ini merupakan modal dasar bagi pembangunan. Berdasarkan data BAPPENAS, diproyeksikan pertambahan penduduk Indonesia sebesar 237.7 juta di tahun 2010 menuju 271 juta penduduk pada tahun 2020 dan secara fantastis jumlah penduduk Indonesia ditahun 2035 sebesar 305 juta. Mayoritas penduduk Indonesia yang dicatat BAPPENAS diatas adalah mereka yang tergolong usia produktif dan interval usia produktif sebagian besar diisi oleh usia muda. Dalam studi demografi ada pengertian tentang dependency burden (beban ketergantungan) dimana kualitas penduduk mampu menekan beban ketergantungan sampai tingkat terendah yang berguna untuk mendongkrak pembangunan ekonomi. Namun bukan berarti kelompok usia produktif ini dapat memberikan dampak yang positif, justru sebaliknya dapat menjadi beban negara seperti permasalahan pengangguran dan minimnya kesempatan kerja akibat proporsi yang tidak seimbang antara jumlah angkatan kerja dengan tingkat partisipasi angkatan kerja. Oleh karena itu, perlu ada kebijakan yang dapat mempersiapkan segala dampak dari perubahan demografi. Kebijakan tersebut juga tidak hanya mampu memberikan perluasan kesempatan kerja, melainkan juga mampu meminimalisir ketimpangan dalam pembagian pendapatan.

Bonus Demografi bisa menjadi peluang emas yang sangat baik bagi Indonesia ,namun tergantung dari sejauh mana strategi pemerintah untuk menyiapkan angkatan kerja yang berkualitas. Kualitas disini antara lain mencakup peningkatan  kualitas pendidikan, kualitas kesehatan dan kualitas gizi. Akan tetapi Bonus  Demografi juga bisa menjadi ancaman yang mengakibatkan bencana bagi Indonesia, jika Indonesia tidak siap dengan jumlah penduduk produktif yang berlimpah jumlahnya. Bila ini terjadi maka pengangguran akan berlimpah dan secara tidak langsung akan menjadi beban pemerintah dan akan menimbulkan masalah besar di masyarakat. Pengangguran bisa menjadi  pencetus tindakan kejahatan di masyarakat dan sangat meresahkan. Masyarakat tidak akan merasa nyaman dan tenang dengan kondisi seperti itu.

Peran Guru sangat Penting
Apalah jadinya kita tanpa seorang guru, yang senantiasa mendidik dan memberikan ilmunya, sehingga kita menjadi manusia yang beradab dan memiliki wawasan yang luas. Tidak memandang jarak,waktu dan tenaga ,seorang guru dengan penuh ketulusan melewati hari-harinya untuk memberikan ilmunya dan mendidik anak-anak Bangsa dalam rangka mencetak generasi yang cerdas untuk Indonesia tercinta.

Guru menurut UU no. 14 tahun 2005adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.”

Dalam menghadapi Era Bonus Demografi, pendidikan merupakan salah satu sektor penting yang harus ditingkatkan oleh pemerintah karena pendidikan berkaitan sekali dengan sumber daya manusianya itu sendiri .Dengan jutaan penduduk yang produktif maka sangat diperlukan berbagai kemampuan atau keahlian sumber daya manusia tersebut dalam menghadapi dunia kerja, untuk menopang banyaknya jumlah penduduk yang tidak dan belum produktif tersebut.

Peran guru disini sangat penting, untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan bermartabat. Diperlukan arahan dan bimbingan yang lebih serius lagi menghadapi kondisi dimasa yang akan datang. Tidak sedikit anak-anak di negeri ini yang memiliki kecerdasan yang luar biasa, namun itu semua bisa menjadi tidak istimewa dan bermanfaat bilamana tidak diarahkan dan ditempatkan pada posisi yang sebenar-benarnya. Malas masih menjadi kebiasaan sebagian orang, padahal mereka memiliki kapasitas yang baik untuk bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk Negeri Indonesia yang tercinta ini. Disinilah, bagaiamana peran guru sebagai pendidik, motivator, teladan, pembimbing, pendorong kreativitas, senantiasa memberi semangat agar peserta didik semakin termotivasi meningkatkan potensi dirinya, yang sangat dimungkinkan mereka justru nantinya bisa  membuka lapangan kerja yang luas dan bukan lagi mencari pekerjaan. Apalagi  menghadapi Era Bonus Demografi yang tidak lama lagi, jangan sampai kita terlena dan pada akhirnya menjadi bencana bagi Indonesia.

Keberhasilan guru dalam memberikan pendidikan yang optimal kepada para peserta didik akan menjadi solusi bagi Bangsa Indonesia menghadapi Era Bonus Demografi. Dalam hal pendidikan masih saja ada rakyat miskin yang tak tersentuh program wajib belajar 9 tahun. Jadi, tak mengherankan kalau ada anak di negeri ini yang lebih memilih bekerja dalam usia dini karena mahalnya biaya pendidikan. Oleh sebab itu pemerintah harus serius menjadikan pendidikan sebagai kekuatan yang berpotensial sebagai pilar utama pembangunan nasional (Sumber Daya Manusia).

Begitu besar peran yang harus diemban oleh seorang guru dalam mendidik dan menciptakan generasi yang berkualitas menghadapi Bonus demografi. Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru hendaknya tidak menjadikan  guru mundur dari tugas mulia tersebut. Peran-peran tersebut harus menjadi tantangan dan motivasi bagi para guru untuk terus memaksimalkan kualitas mengajar. Dia harus menyadari bahwa masyarakat sangat memerlukan peran guru untuk kemajuan bangsa. Bila tidak, maka suatu masyarakat tidak akan terbangun dengan utuh, penuh ketimpangan dan akhirnya masyarakat tersebut bergerak menuju kehancuran.

Untuk semua guru di tanah air tercinta ini, sungguh jasamu luar biasa. Syair di bawah ini cukuplah menjadi salah satu tanda betapa pentingnya peranan guru dalam mengarahkan anak didiknya menjadi yang terbaik, termasuk dalam menghadapi bonus demografi.

 
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Maju bersama Guru untuk Indonesia tercinta!
Guru terus maju, Indonesia akan maju!

Tags:

AGUPENA.OR.ID merupakan website resmi Agupena yang diluncurkan pada 10 Oktober 2016. Kehadiran website ini diharapkan bisa menjadi pendukung program Agupena di seluruh wilayah tanah air. Website dikelola oleh Sawali Tuhusetya (Bidang Pengembangan Profesi Agupena).

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh

Mind Map dan Aikido

Oleh: Yudhi Kurnia Bagi para praktisi pendidikan tentunya tidak akan asing lagi
Go to Top