AGUPENA FLOTIM GELAR WORKSHOP MENULIS

Rubrik Pendidikan Oleh

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur  Senin (19/12/16) menggelar Workshop Penulisan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Kegiatan melibatkan sedikitnya 70 guru dan 15 Kepala Sekolah tingkat SD,SMP, SMA/K terpusat di Aula SMK Sura Dewa Larantuka berlokasi Kelurahan Weri Kecamatan Larantuka.

Kegiatan bertujuan melatih guru menulis PTK dan PTS. Ketua Panitia Asy’ari Hanafi mengatakan, Workshop Menulis dilaksanakan bertujuan untuk melatih dan mendampingi guru menulis PTK dan PTS. “Peserta kegiatan didominasi oleh guru – guru dari  kampung yang tersebar dari Wilayah Kecamatan Tanjung Bunga, Wulanggitang, Adonara dan Solor.Harapan kami, kegiatan Workshop sehari ini, adalah guru – guru mampu merancang proposal penelitian, untuk selanjutnya melakukan penelitian pada semester yang akan datang.

Maksimus Masan Kian Ketua Agupena Flotim mengatakan, Agupena terus bergerak membangun Budaya menulis di Flores Timur.” Gerakan Literasi menjadi gerakan nasional, dan mesttinya disambut secara bersama – sama di tingkat daerah. Agupena dalam pendampingan kepada siswa dan guru kurang lebih dua tahun di Flotim menemukan anak- anak dan guru di Flotim memiliki potensi, namun belum dimaksimalkan. Salah satunya adalah minimnya wadah sebagai tempat belajar.Ada yang mampu menulis namun kesulitan menemukan media publikasi, ada yang mampu menulis dan aktif mengirim ke media dan mendapat ruang publikasi. Sementara kelompok lainnya, memiliki semangat menulis namun memulai dari mana. Ruang – ruang pelatihan menjadi penting sebagai media saling berbagi dan belajar bertukar pengetahuan dan pengalaman antara guru yang satu dengan yang lainnya. Salah satu kompetensi guru profesional adalah menulis. Menulis tidak bisa dilepaspisahkan dari aktivitas seorang guru yang adalah kelompok ilmiah. Guru harus terus dilatih dan melatih diri untuk menulis, menulis, dan menulis.

Agupena Wilayah NTT saat ini menyediakan jurnal pen@guru edisi khusus untuk memuat PTK dan PTS guru dan Kepala Sekolah di Kabupaten Flores Timur. Olehnya pelatihan hari ini, targetnya mendapatkan 25 guru yang PTK dan PTS-nya sudah siap disadur ke Format Jurnal, sementara 25 lainnya menyiapkan proposal PTK dan PTS untuk penelitian pada semester yang akan datang,” kata Maksi.

Diston Fernandez, Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Flores Timur pada kesempatan itu mengatakan, seorang guru yang profesional mestinya mampu menulis. Menulis membuat guru mampu menuangkan pikiran dan gagasannya, merefleksi dan melakukan perbaikan-perbaikan masalah yang ditemukan dalam kesehariannya sebagai guru, baik di kelas maupun di sekolah.

“PTK dan PTS sebenarnya berangkat dari masalah yang ditemukan di kelas dan di sekolah, selanjutnya dicarikan jalan keluar, diteliti dan hasilnya dipublikasikan, disosialisasikan kepada publik melalui media publikasi yang memberi manfaat positif untuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

“Saya mengajak guru – guru di Flotim untuk tidak hanya menulis tentang pendidikan, tetapi bisa berkontribusi dalam tulisan untuk promosi obyek-obyek wisata alam, dan wisata budaya, cerita rakyat, di Kabupaten Flotim untuk dapat menarik wisatawan luar berkunjung ke Flotim. Guru – guru  tersebar di sekian wilayah, jika dikembangkan ragam tulisan akan memberikan dampak yang positif. Modal menulis adalah membaca. Sumber bacaan banyak, baik buku maupun di internet.Sekarang kembali kepada guru untuk mau tidak berkembang dan berproses menjadi guru profesional. Negara sudah menjamin guru dengan memberikan tunjangan profesional,” kata Diaton.

Sebagai narasumber pada kegiatan itu, Thomas Akaraya Sogen, Ketua Agupena Wilayah NTT dan Gregorius Talu Werang Anggota Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru Kabupaten Flores Timur. Thomas Sogen menyajikan materi teknis Penulisan PTK dan PTS, Kerangka proposal penelitian. Sementara Goris Werang membawakan materi tentang prosedur penilaian angka kredit bagi guru – guru di Flotim yang mengajukan kenaikan pangkat golongan guru.*** (Maksimus Masan Kian)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*