PENDIDIKAN DARI ORANG TUA PENENTU AKHLAK BAGI ANAK

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh Tawakkal
Guru Sekolah Dasar di SDN 198 Bira, Kec. Bontobahari, Kab. Bulukumba *)

Keberhasilan pendidikan point pertama adalah keberhasilan yang dinilai dari segi kecerdasan akhlak bagi seorang anak. Anak yang cerdas akhlak akan secara langsung membawa dirinya menjadi cerdas dalam berbagai hal. Cerdas membawa diri dalam pergaulan pada lingkungan, cerdas berpikir positf, serta cerdas mengenali diri dan mengarahkan pribadinya adalah beberapa contoh kecerdasan akhlak seseorang. Kecerdasan seorang anak tidak lain adalah dimulai dari pendidikan di lingkungan keluarga, karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama pada masa-masa penting, yaitu pada masa pertumbuhan dan pembentukan karakter. Pada masa inilah, pendidikan yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas.

Akhlak, tingkah laku, adalah sifat ataupun sikap yang dibentuk berdasarkan pendidikan serta latihan secara kontiniu. Akhlak bukan hal yang jadi dan dibawa mulai dari lahir, namun akhlak adalah pembentukan sifat serta sikap yang diperoleh serta dipelajari bagi seorang anak mulai dari pendidikan orang tua dan lingkungan keluarga sampai pada lingkungan. Oleh karena itu, seorang anak memerlukan pendidikan agar  terhindar dari penyimpangan. Di sinilah peran orang tua dalam pembentukan akhlak seorang anak. Sifat emosional, ceroboh, egois, dan sebagainya adalah hasil atau cerminan seorang pendidik dalam hal ini adalah orang tua serta keluarga. Begitupun sebaliknya, seorang anak yang dermawan, sopan, jujur, bijak, dan sebagainya juga merupakan bentukan atau hasil dari seorang pendidik yaitu orang tua dan lingkungan keluarga.

Sebagai orang tua, wajib mengajarkan adab kepada anaknya bagaimana tingkah laku yang dimulai dari tingkah laku kepada orang tua hingga tingkah laku terhadap orang lain. Bagaimana bergaul dengan orang tuanya, cara memandang orang tuanya sampai kepada adab terhadap tetangga. Orang tua wajib mengajarkan kebiasaan minta izin dalam berbagai hal. Seperti izin apabila hendak keluar rumah, izin menggunakan hak  orang lain, dan sebagainya. Orang tua juga wajib membiasakan cara berpakaian yang sopan dan sederhana terhadap anaknya. Penampilan yang sopan juga merupakan hal yang utama bagi seorang anak. Begitu pula sikap amanah. Seorang anak juga perlu diberikan pendidikan bagaimana bersikap amanah, konsisten dalam berbagai hal, serta sikap memegang teguh prinsip. Jangan karena sibuk dengan pekerjaannya, maka orang tua sampai lupa memberikan perhatian bagi anaknya.

Seorang anak perlu diberi perhatian lebih sampai pada saat menonton televisi. Hindarkan tontonan kekerasan pada seorang anak, karena dengan tontonan tersebut bisa jadi membuat pribadi seorang anak menjadi seorang yang akhirnya berani melawan orang tua, berbicara dengan orang tua denga suara yang lantang. Berikan bantuan kepada anak pada saat mereka merasa kesulitan, seperti halnya membantu dalam hal menyelesaikan tugas-tugas pelajarannya di sekolah, maka secara tidak langsung akan memberikan kesan terhadap anak bahwa merasa diperhatikan oleh orang tua mereka. Dari contoh inilah akan membuat seorang anak juga akan memiliki rasa perhatian terhadap orang tuanya, bukan malah membentak orang tua atau berani melawan pada saat diberikan teguran.

Orang tua juga haruslah memiliki sikap jangan terlalu patuh terhadap persyaratan anak. Bila ini dibiasakan maka akan membuat seorang anak merasa pada posisi yang melebihi batas kemauan dari orang tuanya. Jangan memberikan fasilitas bagi anak di luar kebutuhan primernya. Ini juga akan membuat anak lupa akan tugas utamanya terutama dalam pendidikannya. Sebagai contoh seorang anak yang belum memahami aturan lalu lintas namun terlalu cepat diberikan kendaraan bermotor maka malah akan membahayakan dirinya. Berikanlah fasilitas bagi anak sesuai tingkatan umur dan pengetahuan mereka. Anak di bawah umur yang terlalu cepat diperkenalkan dengan alat komunikasi juga akan berdampak negative terhadap dirinya. Rasa sayang terhadap anak bisa diberikan dengan cara yang lain, seperti pada saat meraih juara dikelasnya, cobalah memberikan hadiah yang bisa menambah pengetahuannya seperti memberi hadiah buku bacaan, buku cerita yang mendidik dan sebagainya. Didiklah mereka dengan kasih sayang dan jagalah sikapnya agar mereka juga sayang dan bisa menjaga orang tua dan keluarganya.     ***

=========================

*) Tawakkal dilahirkan di Maroanging kecamatan Tombolo Pao Kab. Gowa pada tanggal 13 Oktober1986. Penulis merupakan anak Pertama dari Tiga bersaudara buah kasih dari pasangan ayahanda Mansyur Aming  dengan Ibunda  Aisyah T.

Penulis mengawali pendidikan formal di SDI Maroanging, Kec. Tomboolo Pao, Kab. Gowa pada tahun 1991 sampai 1997. Kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tingkat Pertama tepatnya SMP Negeri 2 Tinggi Moncong, Kec. Tombolo Pao dan tamat pada tahun 2000. Pada tahun yang sama pula, penulis melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri I Tinggi Moncong, Kec. Tinggi Moncong dan tamat pada tahun 2003. Kemudian pada tahun 2004 penulis melanjutkan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar, pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar DII PGSD, dan selesai pada tahun 2006. Pada tahun 2013 penulis melanjutkan pendidikan  Strata I (SI) di Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar  (S-1) PGSD Program SKGJ- PPKHB dan lulus pada tahun 2015.

Berkat rahmat Allah Swt dan iringan doa dari kedua orang tua, keluarga, dan Istri tercinta, serta rekan seperjuangan penulis bisa menjadi seorang guru Sekolah Dasar di SDN 198 Bira, Kec. Bontobahari Kab. Bulukumba sejak tahun 2010 sampai sekarang. ***

Lahir di Gowa / Maroanging 13 Oktober 1986. Alamat Dusun Dauhe, Desa Darubiah, Kec. Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penulis merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jenjang Strata Satu (S-1) PGSD. Mempunyai hobby, menulis, membaca, olahraga, travelling, dan sebagainya. Di samping sebagai guru pada Sekolah Dasar, penulis juga aktif dalam berbagai organisasi profesi. Kritik dan saran sangat diharapkan dan bisa disampaikan lewat akun facebook Tawakkal Thu Alallah atau ponsel/WA di 085255991914. http://tawakkalthualallah.blogspot.com. Kini menjadi Pengurus Agupena Cab. Bulukumba.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh

Mind Map dan Aikido

Oleh: Yudhi Kurnia Bagi para praktisi pendidikan tentunya tidak akan asing lagi
Go to Top