Pendekatan Kurikulum Fardu Ain Dan Fardu Kifayah

Rubrik Pendidikan Oleh

(Revolusi Kurikulum Pendidikan Islam)

Dr. Supangat MA
Ketua agupena DKI Jaya

Jika kita ditanya tentang, kegiatan apa yang masuk bagian dari fardu kifayah, maka dipastikan jawaban kita selalu sholat jenazah.

Berawal dari sebuah oborlan singkat dengan Bapak Bukhori Nasution, tokoh pendidikan karakter kepemimpinan di bangsa ini, kami sepakat untuk perlunya revolusi kurikulum pendidikan Islam, dengan pendekatan kurikulum fardu ain dan fardu kifayah.

Kata fardu ain dan fardu kifayah memang lebih dikenal di kajian keislaman, khususnya fiqh ibadah, di mana kata fardu ain berarti perkara yang wajib ditunaikan oleh setiap umat Islam secara individu yang telah memenuhi syaratnya yang jika tidak melakukannya maka berdosa seperti sholat wajib. Dan fardu kifayah dimaknai sebagai perkara yang wajib dilaksanakan namun bila sudah dilakukan oleh salah seorang atau segolongan muslim  maka kewajiban yang lainnya sudah gugur, misalnya solat jenazah.

Senada dengan paradigma Fiqh, jika term fardu ain dan fardu kifayah diimplementasikan dalam dunia pendidikan khususnya kurikulum maka makna fardu ain berarti materi pembelajaran yang wajib diajarkan dan diamalkan oleh setiap peserta didik secara individu yang jika tidak melakukannya maka sekolah tersebut berdosa seperti materi tentang ketauhidan. Sementara fardu kifayah merupakan materi pembelajaran yang wajib diajarkan dan diamalkan oleh semua peserta didik namun tidak harus dikuasai semuanya, peserta didik diminta fokus pada salah satu atau beberapa yang menjadi keunggulannya, misalnya fokus pada ilmu-ilmu sains.

Semua stakeholder sekolah, baik anak-anak, guru/karyawan, pimpinan, maupun orang tua perlu mengenal dan memahami dua istilah ini fardu ain dan fardu kifayah dalam pedidikan, yang jika dijabarkan lebih detail sebagai berikut:

Fardu Ain merupakan materi pembelajaran yang wajib dikuasai oleh setiap peserta didik secara individu antara lain  pengetahuan tentang Aqidah, Ibadah dan Akhlaq. Dalam Aqidah, anak-anak harus dipahamkan dan dikuatkan  akan beberapa hal terkait keimanan atau rukun iman yang meliputi iman kepada Allah, Malaikatnya, Kitabnya, Rosulnya, Hari Qiamat serta Qodho & Qodhar. Hingga anak didik kita betul-betul paham bahwa Allah selalu melihat prilaku kita dan semua mahluq baik itu tembok, pohonan, lantai, awan, akan mejadi saksi perbuatan kita, bahkan kaki dan tangan kita menjadi bagian dari saksi tersebut (QS Yasin; 65).

Jika anak didik kita sudah mengenal, paham dan meyakini akan Allah dan paket rukun iman diatas, maka efeknya akan dua hal; pertama, akan komitmen menjalankan Ibadah dengan baik yang diawali dengan tata cara bersuci/thoharoh yang juga sempurna, dan selanjutnya mengamalkan rukun Islam. Efek kedua, adalah pada akhlaq atau prilaku sebagai kosekuensi dari pemahaman aqidah pada prilaku untuk sesama makhluq. Dalam bahasa lainya Aqidah yang baik akan menjadikan siswa melakukan hubungan baik dengan Tuhannya (Ibadah) dan melakukan hubungan baik dengan sesama mahluq-Nya (akhlaq).

Demikian pun terhadap Fardu Kifayah merupakan materi pembelajaran yg wajib diajarkan dan diamalkan, namun peserta didik fokus pada salah satu atau beberapa yang menjadi keunggulannya, yang akan menhantarkannya sukses menjadi salah satu profesi untuk masa depan menreka kelak, baik itu sebagai dokter, pilot, guru, arsitek, politisi dan selanjutnya. Untuk menjadi dokter maka harus unggul pada mata pelajaran biologi kimia, dst. Demikian pula untuk menjadi pilot, maka butuh fokus pada mata pelajaran fisika, sementara untuk arsitek memerlukan mata pelajaran matematika dan untuk jadi profesi politisi, butuh mata pelajaran sosial yang baik.

Penguasaan Fardu Kifayah ini wajib juga karena disitulah fungsi sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di muka bumi) namun harus dibekali dengan yang Fardu Ain agar sesuai dengan yang digariskan oleh yang punya Bumi dan sekaligus yang memiliki diri kita ini yaitu Allah. ***

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

SEKOLAH RAMAH ANAK

(Selip Gagas Untuk Momen Outdoor Classroom Day) Oleh Anselmus Atasoge (Mahasiswa UIN
Go to Top