Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh Tawakkal
Guru Sekolah Dasar di SDN 198 Bira, Kec. Bontobahari, Kab. Bulukumba *)

Suatu daerah akan lebih maju bila pendidikan di daerah tersebut juga maju. Ini adalah sebuah istilah yang menjadi suatu tantangan bagi kita semua untuk memajukan daerah di seluruh kawasan Indonesia melalui pendidikan. Namun dalam memajukan pendidikan bukanlah hal yang mudah, kita harus mulai beranjak dari kemauan yang besar dan ikhlas dalam mendidik.

Sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, pada Alinea ke-empat berbunyi bahwa salah satu tujuan Negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kata “Mencerdaskan” di sini adalah bukan hanya dinilai dari pengetahuan saja melainkan dilihat dari banyak segi termasuk bagaimana seseorang bisa cerdas dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilannya dari berbagai macam aspek pendidikan yang terutama adalah aspek yang dinilai dari segi agama.

Dalam era globalisasi ini, Pendidikan juga bukan sekedar proses penanaman nilai-nilai moral untuk membentengi diri dari akses negatif globalisasi. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai moral yang telah ditanamkan dalam proses pendidikan tersebut mampu berperan sebagai kekuatan pembebas (liberating forces) dari himpitan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan sosial budaya dan ekonomi.

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang maksimal haruslah dimulai dari kemauan yang besar dari dalam diri para pendidik termasuk orang tua dan guru serta keikhlasan dari dalam diri masing-masing pendidik tersebut. Sebagai contoh seorang pendidik (Guru) tidak akan berhasil tanpa campur tangan orang tua di rumah. Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting dibanding hanya sekedar pendidikan di sekolah karena seorang peserta didik lebih mempunyai banyak waktu di rumah ketimbang waktu di sekolah.

Pada kesempatan ini saya akan mengemukakan pendapat tentang bagaimana kita bisa memajukan pendidikan.

Kemauan dan Keikhlasan di dalam Mendidik
Dalam mendidik seseorang tidak akan mencapai keberhasilan apabila tidak dilandasi dengan kemauan dan keikhlasan. Kemauan di sini menurut saya adalah bagaimana kita mau  sebagai orang tua dan guru untuk mendidik dengan ikhlas tanpa melalui kekerasan. Bila ada kemauan di tempat yang terpencil sekalipun kita bisa memberikan pendidikan. Apabila sudah ada kemauan maka sudah didapatlah suatu langkah pertama yang luar biasa untuk memulai suatu pendidikan. Lanjut daripada itu, dalam mendidik menurut saya mempunyai beberapa metode. Metode tersebut dimulai dari: Pengamatan bagi anak dan peserta didik. Dengan pengamatan yang sistematis yang dilakukan seorang pendidik baik itu orang tua atau guru, maka kita bisa melihat di mana letak kekurangan bagi seorang peserta didik. Kita tidak boleh semena-mena dalam mendidik, pendidikan harus sejalan dengan kemuan siswa, sesuai dengan usia dan harus sesuai dengan apa yang dianggap perlu untuk membenahi pengetahuan peserta didik tersebut. Maka dengan pengamatan yang dilakukan akan didapatkan sebuah hasil letak kekurangan peserta didik. Setelah dilakukan pengamatan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan dengan cara memberi lebih banyak latihan bagi anak dan peserta didik. Dalam hal ini kita bisa gunakan suatu istilah bahwa ala bisa karena biasa. Siapapun dan apapun itu, seseorang akan lebih cepat menjadi bisa apabila selalu dibiasakan. Seorang anak akan terbiasa melaksanakan shalat lima waktu bila melihat orang tua mengerjakan shalat lima waktu, tanpa di beritahu seorang anak akan merasa lebih terpanggil apabila sering melihat orang tuanya melakukan hal-hal yang positif. Seorang anak akan terbiasa memberi apabila melihat orang tuanya sering memberi, seorang anak akan lebih mudah berbahasa yang sopan apabila mendengar orang tuanya selalu berbahasa yang sopan, seorang anak akan lebih mudah untuk diajar berpakaian yang rapi apabila selalu melihat orang tuanya berpakaian yang rapi. Maka dengan kata lain seorang anak bisa mendapat pendidikan melalui penglihatan dan pendengar yang disertai dengan pembiasaan.

Profesionalisme Seorang Guru
Profesionalisme berasal dari kata bahasa Inggris professionalism yang secara leksikal berarti sifat profesional. Profesionalisasi merupakan proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu profesi untuk mencapai kriteria standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang diinginkan oleh profesinya itu. Profesionalisasi mengandung makna dua dimensi utama, yaitu peningkatan status dan peningkatan kemampuan praktis. Peningkatan status dan peningkatan kemampuan praktis ini harus sejalan dengan tuntutan tugas yang diemban sebagai guru. Sebagai tenaga profesional, guru dituntut memvalidasi ilmunya, baik melalui belajar sendiri maupun melalui program pembinaan dan pengembangan yang dilembagakan oleh pemerintah atau masyarakat. Pembinaan merupakan upaya peningkatan profesionalisme guru yang dapat dilakukan melalui kegiatan seminar, pelatihan, dan pendidikan. Pembinaan guru dilakukan dana kerangka pembinaan profesi dan karier. Pembinaan profesi guru meliputi :1) kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan aktualisasi diri berbagai potensi yang dimilikinya. 2) Kompetensi kepribadian adalah keprbadian pendidik yang mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana.menjadi teladan peserta didik dan berakhlak mulia.3) Kompetensi sosial adalah kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik secara efektif, sesam pendidik, tenaga kependidikan maupun dengan wali / orang tua siswa dan masyarakat. 4) Kompetensi professional adalah kemampuan pendidik dalam penguasaan materi secara luas dan mendalam.

Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (Self-Managing System).
MBS tidak menyangkal perlunya mencapai tujuan berdasarkan kebijakan dari atas, tetapi menurut MBS terdapat berbagai cara untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu amat penting dengan mempersilahkan sekolah untuk memiliki sistem pengelolaan mandiri (self-managing system) di bawah kendali kebijakan dan struktur utama, memiliki otonomi untuk mengembangkan tujuan pengajaran dan strategi manajemen, mendistribusikan sumber daya manusia dan sumber daya lain, memecahkan masalah dan meraih tujuan menurut kondisi mereka masing-masing. Karena sekolah menerapkan sistem pengelolaan mandiri maka sekolah dipersilahkan untuk mengambil inisiatif atas tanggung jawab mereka sendiri.

Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah.
Muatan lokal ialah program pendidikan yang isi dan media penyampaiaanya dikaitkan dengan lingkungan alam , lingkungan sosial, lingkungan budaya dan kebutuhan daerah yang perlu dipelajari siswa. Kurikulum untuk sekolah ini perlu dirancang secara khusus tanpa meninggalkan tuntutan minimal kurikulum nasional. Pada tahap muatan lokal perlu mendapat prioritas muatan lokal sesuai dengan keunggulan wilayah tersebut. Anak akan terampil dan memiliki bekal untuk kehidupan. Walaupun anak sudah mempelajari keterampilan dari lingkungan / keluarga dipandang tepat jika pengetahuan di lingkungan dipadukan dengan pengetahuan di sekolah. Kegiatan tersebut dapat diwujudkan dalam pengembangan diri yang waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan pembagian jadwal. Contoh kegiatan itu antara lain : Program di daerah pertanian dan peternakan. Anak dikenalkan berbagai peluang usaha dari pertanian dan peternakan beserta cara pengelolaannya dengan managemen yang baik. Anak akan lebih tahu kelebihan usaha tersebbut dan tertarik untuk mempraktekkan dirumah. Cara-cara peningkatan hasil pertanian dan penggunaan pupuk dan bahan kimia yang tepat.

Inilah menurut saya, beberapa cara agar pendidikan bisa lebih maju dan bisa bersaing dengan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Semoga bermanfaat terutama bagi penulis, keluarga, serta teman-teman.

“Satu-satunya kegagalan di dunia ini adalah ketika kita berhenti untuk belajar”

==============
*) Penulis kelahiran Gowa / Maroanging 13 Oktober 1986 ini bernama Tawakkal. Beralamat di Dusun Dauhe, Desa Darubiah, Kec. Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penulis merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jenjang Strata Satu  (S-1) PGSD.

Mempunyai hobby, menulis, membaca, olahraga, travelling, dan sebagainya. Di samping sebagai guru pada Sekolah Dasar, penulis juga aktif dalam berbagai organisasi profesi. Kritik dan saran sangat diharapkan dan bisa disampaikan lewat akun facebook Tawakkal Thu Alallah atau ponsel/WA di 085255991914. http://tawakkalthualallah.blogspot.com

Lahir di Gowa / Maroanging 13 Oktober 1986. Alamat Dusun Dauhe, Desa Darubiah, Kec. Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penulis merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jenjang Strata Satu (S-1) PGSD. Mempunyai hobby, menulis, membaca, olahraga, travelling, dan sebagainya. Di samping sebagai guru pada Sekolah Dasar, penulis juga aktif dalam berbagai organisasi profesi. Kritik dan saran sangat diharapkan dan bisa disampaikan lewat akun facebook Tawakkal Thu Alallah atau ponsel/WA di 085255991914. http://tawakkalthualallah.blogspot.com. Kini menjadi Pengurus Agupena Cab. Bulukumba.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*