BAGAIMANA MENGAJAR SESUAI CARA SISWA BELAJAR

Rubrik Pendidikan Oleh

 Oleh: Alamsyah Said
(Praktisi Teknik Proses Pembelajaran, Penulis Buku, dan anggota AGUPENA DKI)

Kita tidak menafikan jika selama ini dominan metode (paling umum) yang digunakan guru saat mengajar adalah ceramah, selain disuksi dan tanya jawab. Tentu, hal yang digunakan guru adalah benar, namun apakah sebagian besar siswa merasa “bahagia dan nyaman” ketika siswa belajar dengan metode ceramah atau metode itu-itu saja? Marilah kita flash back kembali, ketika kita mengalami proses belajar dimana sang guru berceramah dari assalamu’alaikum/selamat pagi sampai wassalamu ’alaikum/sampai ketemu besok, kebanyakan dari kita adalah tidak merespon dengan baik, kita mungkin menunjukkan dengan bercerita dibelakang dengan siswa lain, kita menulis kalimat tertentu yang sering kali diucapkan guru secara berulang sampai kita menyimpulkan telah 50 x guru itu mengatakan ‘ya’ selama ia mengajar, atau kita menggambar wajah guru dengan sedikit parodi. Benar-benar terjadi… bahwa saat guru mengajar (kita sebagai siswa) belum tentu belajar. Ini  mengacaukan kita untuk berproses menjadi pandai.

Dalam penelitian-penelitian pengajaran terkini, yang dimulai dari Dr. Georgi Lozanov, setelah ia sukses mengembangkan accelerated learning di Bulgaria, sampai padanannya quantum learning yang sukses diterapkan di Super Camp oleh Bobbi Deporter. Semua penelitian pengajaran tersebut telah dipraktekkan di beberapa negara-negara Eropa, Amerika dan sebagian Asia. Hasil penelitan yang kami kutip dari Adi W. Gunawan (2004); bahwa pengajaran guru yang berbasis kerja otak, kekuatan memori,  neuro-linguistic programming, motivasi, konsep diri, kepribadian, emosi, perasaan, pikiran, metakognisi, gaya belajar, kecenderungan kecerdasan jamak (multiple intelligence) dan modalitas belajar dan lainnya menjadi basic power untuk siswa belajar sampai pada tingkatan …ahaa aku paham. Dalam situasi ini, cara guru mengajar sama dengan cara siswa belajar menjadikanpelajaran mudah dimengerti.

Bagi penulis, sebagaimana kesimpulan riset S. Belen, bahwa di dunia ini sebenarnya tidak ada masalah belajar karena setiap anak dikaruniai potensi otak yang luar biasa yang membuat ia mampu menjadi manusia brilian. Yang ada justru masalah mengajar. Kekeliruan menerapkan metode dan teknik mengajar membawa siswa yang potensial menjadi anak berkemampuan rendah.  Sehingga, kami percaya dan yakin seyakin-yakinnya bahwa metode-metode mengajar yang disukai anak menjadi kunci rahasia ketika anak dan siswa kita belajar. Harapan kami, buku ini menjadi panduan praktis, pegangan wajib, manual book dan obor pengajaran guru untuk membantu anak dan siswa kita mencapai tingkat kompetensi terbaiknya pada setiap jenjang pendidikannya.

Pada bab pertama, kami ingin menyadarkan kepada para guru dan orangtua mengenai pentingnya mengetahu fungsi kerja otak dan tumbuh kembang otak pada objek didik kita. Sebab pada dasarnya, sepanjang anak atau siswa kita memiliki otak dalam batok kepalanya dan sehat secara medis PASTI anak/siswa itu CERDAS. Dalam melakukan aktivitas pembelajaran, penting jika harus mengetahui jenis kecerdasan terbaiknya sebelum kita memilih strategi pengajaran. Intinya dalam bab pertama adalah  tak ada kecerdasan tanpa  otak, siswa bodoh itu mitos dan mengajar-lah dengan cara masukkan informasi lewat pintu kecerdasan siswa yang “terbuka lebar”.

Di bab kedua, sebagaimana pada bab pertama, bahwa guru dan orangtua yang mengajar siswa dan anaknya dengan cara  masukkan informasi lewat pintu kecerdasan siswa yang “terbuka lebar”, adalah suatu kesadaran bagi guru untuk memenuhi hakikat filosofis bahwa mengajar sesuai cara kerja otak (sesuai gaya belajar siswa)  adalah suatu bentuk pemenuhan hak azasi siswa dalam proses pendidikan yang dilindungi undang-undang humaniter. Sahabat guru… Pengajaran yang disukai siswa adalah rahasia menjadi Guru Super.

Di bab ketiga, kami ingin mengonfirmasi dan menegaskan bahwa belajar adalah sebuah upaya dan proses untuk mencapai indikator hasil belajar pada setiap kompetensi. Sejatinya pengajaran yang menyesuaikan dengan pola kerja otak sesuai gaya belajar siswa adalah mementingkan usaha yang menyeluruh serta proses terbaik (the best process), dimana konsekwensi logis dari usaha menyeluruh dan proses terbaik belajar siswa harus dinilai secara otentik-yang mana penilaian berbasis proses. Proses terbaik sepertinya akan menghasilkan hasil (produk) terbaik. Dan pada bab ini juga diberikan contoh praktis dan mudah membuat rubrik penilaian otentik.

Pada bab keempat, kami membantu para guru dan orangtua mengenai strategi mengajar multiple intelligence yang diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis dominan kecerdasan jamak atau multiple intelligence. Dalam bab ini juga kami secara lengkap memberi definisi pada setiap strategi-strategi untuk memudahkan guru dan orangtua memahami konteks strategi yang akan digunakan. Termasuk prosedur penerapan setiap, strategi, rekomendasi penerapan suatu strategi pada jenjang pengajaran siswa, pendekatan multiple intelligence serta modalitas belajar terhadap strategi yang digunakan, contoh rubrik penilaian strategi serta contoh hasil penilaian berbasis proses (penilaian otentik) siswa pada setiap strategi.

Tentu saja, seperti yang dikatakan Thomas Armstrong, strategi pembelajaran multiple intelligence mendorong para guru melakukan inovasi dalam cara mengajarnya. Oleh karena itu, setiap guru dituntut agar lebih kreatif mencari terobosan untuk mengoptimalkan semua jenis kecerdasan yang ada. Sehingga, kreatifitas-kreatifitas guru menjadi kata kunci untuk memunculkan strategi mengajar multiple intelligence.

Sahabat Guru Super, camkanlah apa yang diungkap Thomas Armstrong, bahwa: Bukan seberapa cerdas siswa Anda, tapi  bagaimana  siswa Anda menjadi cerdas. Maka mengajarlah sesuai cara siswa Anda belajar. Semoga! ***

 

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh

Mind Map dan Aikido

Oleh: Yudhi Kurnia Bagi para praktisi pendidikan tentunya tidak akan asing lagi
Go to Top