CARA MEREKA BELAJAR *)

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh: Alamsyah Said
(Wakil Ketua AGUPENA DKI Jakarta)

Siswa siswa di kelas itu sangat susah diatur, sebut Ibu Karmila, wali kelas di kelas itu. Selain berisik mereka juga aktif dan tak bisa diam.

“Apa yang terjadi dengan anak-anak kurang ajar ini?” teriak Ibu Karmila. Ada apa dengan anak-anak ini yang sulit diam ketika sedang belajar, curhat Bu Karmila. Dan, mengapa mereka sangat aktif ketika saya menyuruh mereka diam, tanya Bu Karmila. Ini diungkap Bu Karmila ketika kami bersama mengobservasi situasi mereka di kelas.

Sahabat Guru, di sinilah seninya pekerjaan mengajar. Mengajar bukanlah sekadar mengajar, tapi bagaimana melukis pikiran anak-anak, sebut Vina Barr, guru teladan tahun 2003 asal Florida, Amerika.

Mari kita kembali pada cerita Bu Karmila. Dua hari sebelum mengajar di kelas itu, Ibu Karmila, guru IPA di kelas 5 Sekolah Dasar bertekad “menaklukan” anak-anak yang tak biasa belajar dengan cara biasa. Maka, kami berdua memulai pekerjaan paling indah dari mengajar, yaitu Perencanaan atau planning. Pertama, kami mendapatkan fakta bahwa anak-anak itu, di kelas 5 SD itu, adalah anak-anak dengan mayoritas kinestetik dan dominan suka cerita. Belum lagi, beberapa individu anak yang memiliki gaya belajar sekuensial konkret dominan serta sekuensial abstrak dominan. Plus, satu orang anak bernama Angga yang mengalami “kekerasan psikis” dari rumahnya.

Hal-hal yang melekat pada anak-anak di kelas Ibu Karmila, sangat kompleks. Kekompleksitasan ini adalah gabungan dari individual-individual unik dengan aneka macam gaya belajar, modalitas belajar, keanekaragaman dominan kecerdasan serta macam-macam perilaku mental yang terkumpul dalam satu kelas. Tak terperikan, betapa dashyatnya situasi yang dihadapi Ibu guru Karmila setiap hari, setiap bulan, selama satu semester, dan selama ia berprofesi guru. Jika tak kuat, sangat mungkin guru ini bisa stroke sebelum pensiun.

Anak- anak yang susah diatur dalam suatu kelas lebih menitikberatkan pada aplikasi manajemen handling siswa. Mau berapa pun jumlah siswa di kelas, Praktek Manajemen Handling siswa tak terpengaruh pada jumlah siswa di kelas dan hanya berdampak pada konsistensi penerapannya. Semakin guru konsisten dengan MHS, maka semakin mudah mengatur siswa di kelas, mau berapa pun jumlahnya. Konsitensi penegakan MHS dikelas berhubungan dengan masalah passion dan mental.

Setali tiga uang, anak-anak yang tak bisa diam, senang berisik, aktif dalam situasi guru mengajar lebih menitikberatkan pada ilmu strategi mengajar (walau tetap beririsan dengan ilmu HMS). Strategi mengajar yang dipraktekkan sesuai dominan kecerdasan mampu memberikan hal positif pada siswa (Armstrong, 2004). Mengajar sesuai cara anak belajar menjadikan guru membantu anak-anak belajar (Ulrich Tobias, 1994).

Yang terbaik dari proses belajar di kelas adalah respon aktif anak-anak ketika proses belajar. Dan pada kelas Ibu Karmila, yang sekuensial konkret dominan dan sekuensial abstrak dominan, maka strategi mengajar yang dipraktekkan berupa: mendeskrispsikan gambar secara lisan dan praktek pelaporan oral serta strategi klasifikasi dan cerita imajinatif. Dengan dominan keanekaragaman kecerdasan dikelas itu, Bu guru Karmila menggunakan strategi games kuiz tik-tok untuk dominan kinestetik dan strategi pelaporan oral untuk dominan kecerdasan linguistik.
Mendadak saya melihat Bu Karmila mengajar dengan menggunakan Multi Strategi.

Hari ini saya melihat kreativitas tinggi dari Ibu guru Karmila ketika ia mengajar IPA di kelas 5 SD Antam Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Dan saya berdoa, semoga penggunaan MULTI STRATEGI MENGAJAR menjadi gelombang yang memberikan efek resonansi kreatif dan ber-efek pada siswa senang belajar.

*) Tulisan ini hasil observasi di kelas 5 SD Swasta 1 Antam, Pomalaa Sulawesi Tenggara. 1 Maret 2017

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh

Mind Map dan Aikido

Oleh: Yudhi Kurnia Bagi para praktisi pendidikan tentunya tidak akan asing lagi
Go to Top