SEMINAR DAN BEDAH BUKU “MENAKLUKKAN NASIB”

Rubrik Kegiatan/Pendidikan Oleh

Oleh Muhammad Ilham Rauf
(Agupena Cabang Pangkep)

Novel karya Prof. Dr. H. Jasruddin Daud M, M.Si. yang juga Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar, merupakan rangkaian kisah perjalanan beliau dari kampung hingga menembus 4 benua.  Bedah buku berlangsung hari Sabtu, 4 Maret di Hotel Aerotel Smile Makassar pukul 9.30 sampai 12.15. Novel ini sarat makna kehidupan sehingga tak heran hanya dalam beberapa bulan sudah mencapai cetakan ke-3. Hadir sebagai pembahas yaitu Dr. Ir.H. A. M. Yusran Paris, MM. MBA , Dr. H. Hasrullah Firdaus, MA, Bachtiar Adnan Kusuma serta Wakil Walikota Makassar Dr. H.Syamsu Rizal M,M.Si yang dikenal dengan Bang Ichal.  Acara yang disponsori oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulsel  ini dipandu oleh moderator Nur Fitri Ishak. Sekitar 200 tamu undangan yang terdiri dari para pemerhati  dan pelaku dunia tulis menulis termasuk dari AGUPENA Sulsel dan Cabang yang mendapat jatah undangan 10 orang.

Jasruddin yang dilahirkan di tepi Danau Matano berhasil menaklukkan tingginya ombak Danau Matano, menantang arus sungai yang deras serta berjalan kaki berkilo-meter demi menggapai ilmu. Dengan kegigihannya, kini telah berhasil meraih gelar profesor di bidang Ilmu Fisika melalui penciptaan Reaktor PECVD  (Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition)untuk industri berbasis nano.

Beliau mengingatkan bahwa  Allah (Tuhan) merahasiakan garis tangan (nasib) seseorang agar seluruh hamba-Nya berusahan untuk mencari garis tangannya dari waktu ke waktu. Sangat disayangkan bahwa ada hamba yang terlalu cepat menyalahkan nasib  dari pada bekerja keras, padahal tak satupun  hamba yang tau nasibnya. Oleh karena itu beliau menggarisbawahi , bahwa tugas kita semua hanya mencari garis tangan, jangan pernah menjustifikasi  nasibnya sendiri sebab itu hak milik Allah Swt. Justru kalau ada orang yang berkata, “Ah saya memang ditakdirkan untuk miskin atau menderita”, maka sejatinya orang ini telah mengambil hak prerogatif Allah. Sebab Allah itu Maha Baik dan hanya menginginkan kebaikan buat hamba-Nya. Jadi, lakukanlah perubahan karena kita tidak tau yang mana menjadi nasib yang ditakdirkan buat kita.

Beliau melanjutkan bahwa apa yang kita alami hari ini adalah dampak dari pikiran kita kemarin. Apa yang kita alami hari esok adalah dampak dari pikiran kita hari ini. Pikiran yang sedang kita bayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan kita. Kesuksesan bukan karena kebetulan (by accident) tapi kesuksesan harus direncanakan (by design). Tuhan tidak sedang bermain dadu ketika menciptakan alam semesta, demikian pendapat Einstein. Pada akhirnya beliau mengajak untuk bekerja keras dan melakukan perencanaan yang matang untuk meraih sukses sambil terus berpegang di jalan Allah yang Maha Baik dan Maha Pengatur. ***

AGUPENA.OR.ID merupakan website resmi Agupena yang diluncurkan pada 10 Oktober 2016. Kehadiran website ini diharapkan bisa menjadi pendukung program Agupena di seluruh wilayah tanah air. Website dikelola oleh Sawali Tuhusetya (Bidang Pengembangan Profesi Agupena).

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*