GERAKAN LITERASI MULAI INTIM DI FLOTIM

Rubrik Opini Oleh

Oleh: Benediktus Bereng Lanan
(Wakil Ketua Sie.Dokumentasi dan Publikasi Agupena Flotim
)

Aroma Pilkada masih ngeri-ngeri sedap di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sebagian besar masyarakat Flotim masih gemar memperbincangkan perhelatan yang cukup memeras perhatian masyarakat. Hari dan jiwa masyarakat tergerus arus ajang lima tahunan ini. Bangga dan kecewa teracik apik mencipta iklim politik yang sempat tak bersahabat pun kurang bermartabat di Flotim Deruh gemuruh hasil Pilkada Flotim sepintas meredah oleh sebuah momentum penting yang patut menjadi catatan sejarah Pendidikan Flotim.

Adalah para guru Flotim yang terhimpun dalam Asosiasi Guru Penulis (Agupena) Cabang Kabupaten Flotim yang merayakan HUT ke-2 Agupena cabang Flotim 1 Mei dengan menggelar seminar sehari bertajuk “Lestarikan Gerakan Literasi” di gedung OMK, Larantuka, Sabtu (4/2/17). Bias binar sang pagi memercikan semangat langkah kisaran 270 guru dan 40 siswa/i menyambangi kota Larantuka. Pisah daratan dan bentang jarak tak lantas menyurutkan semangat para guru dari pulau Adonara, Solor dan daratan Larantuka. Para pendidik dan peserta didik dari SMA Maumere, Kabupaten Sikka turut hadir dalam forum yang bermartabat ini. Pengurus Agupena Cabang Lembata ikut hadir pada ruang ilmiah ini. Pengurus PGRI Flotim ikut hadir memberikan dukungan bagi para guru Flotim. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Flotim turut menyemarakan suasana seminar sehari dengan menghadirkan mobil milik perpustakaan di lokasi seminar. Para peserta seminar disuguhi bahan bacaan pada selah jedah kegiatan. Anggota DPRD Flotim yang ikut hadir menyiratkan niat dan dukungan terhadap Gerakan Literasi di Flores Timur.

Diantara itu, hadir pula beberapa komunitas anak muda Flotim seperti Larpha, Waimatan, Kompak. Keterlibatan media cetak, elektronik dan online membikin kagiatan ini nampak cerdas. Kegiatan seminar sehari ini dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Flotim, Bernadus Beda Keda, M.AP mewakili Pejabat Bupati Flotim. Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa gerakan melestarikan literasi harus dimulai dengan Gerakan Literasi Sekolah. Kolaborasi konstruktif dari berbagi elemen menjadi kekuatan bersama untuk terus melakukan aksi-aksi kecil dalam upaya melestarikan gerakan literasi demi pembangunan sumber daya mansuai menuju peradabaan yang lebih baik di Flotim, ajak Amber Kebelen.

Kegiatan seminar sehari diawali dengan sajian kreatif Siswa/I SMPN 3 Wulanggitang dalam kemasan musikalisasi puisi karya Agus R. Sarjono berjudul Sajak Palsu dan fragmen literasi dari siswa/i SMPN 2 Adonara, Witihama. Seminar Lestarikan Gerakan Literasi menampilkan 2 (dua) sesi. Sesi pertama dengan 4 (empat) Narasumber yakni Alex T. Ofong, S.Fil (Wakil Ketua DPRD NTT), Bernadus Beda Keda, M.AP (Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Flotim), Gusty Richarno, S.Fil (Pemimpin Umum Media Pendidikan Cakrawala, NTT) dan Santi Sima Gama, S. Psi (Penulis perempuan, dosen UNIPA dan mahasiwai pasca sarjana Sanata Dharma).

Sesi kedua menampilkan dua punggawa Agupena yaitu, Thomas Akaraya Sogen, M.Pd (Ketua Agupena Wilayah NTT) dan Maksimus Masan Kian, S.Pd (Ketua Aguepan Cabang Flotim). Perpaduan materi dari Alex T. Ofong dan Bernad Beda membersitkan peduli dari pihak pemerintah. Kita bekerjasama dan berusaha bersama-sama melestarikan gerakan literasi dan berupaya menjadi Flotim sebagai Kabupaten literasi kedua di NTT setelah Kabupaten Sumba Timur. Melestarikan gerakan literasi adalah tanggungjawab kita semua. Gerakan ini milik jiwa-jiwa yang tulus peduli, pesan Alex.

Sementara itu, dua anak muda energik dan berprestadi dalam dunia menulis, Gusty Richarno dan Santi Sima Gama menyuguhkan kisah-kisah nyata sarat inspirasi tentang perjuangan mereka bagi kaum yang terabaikan dalam dunia pendidikan. Anak muda yang seolah tak purna ceria ini sepanjang seminar itu seolah menjadi cemeti yang menggerakan sekaligus melecut peserta seminar untuk bermimpi besar. Gerakan literasi yang kita giatkan hari ini akan dinikmati oleh generasi emas NTT 2050. Mimpi itu mulai terurai. Bersama kita pasti lebih mampu, pungkas Gusty. Santi Sima Gama, narasumber perempuan yang murah senyum mementik atensi khusus dari peserta seminar terutama, para siswi, ibu-ibu guru dan tak ketinggalan bapa-bapa guru. Sesungguhnya semua kita mengantongi kemampuan menulis tersebab kita diciptakan sebagai mahkluk penulis. Karena menulis, saya boleh mendapatkan beasiswa dari kampus, kisah Santi. Dengan menulis, kita sedang mencipta sejarah. Menulis adalah panggilan untuk memberi diri agar boleh bermafaat dan layak bagi khalayak, ucap lembut Santi sembari menyunting senyum. Diskusi hangat terendus di tegah terik yang membumbung di ubun gedung kegiatan seminar. Setalah diskusi, pengurus Agupena Cabang Flotim menyerahkan SK kepada 19 orang di tiap kecamatan se- Kabupaten Flotim sebagai koordinator Agupena di masing-masing Kecamatan.

Pada penghujung seminar, dua sosok beda generasi yang menggawangi Agupena, Thomas Sogen dan Maksi Masan tampak antusias berbagi kesaksian tentang kiprah Agupena. Andaikata saya tidak bisa naik pangkat karena kendala tidak bisa membuat karya tulis ilmiah atau menggunakan joki membuat karya tulis ilmiah untuk mengurus peningkatan kepangkatan, lebih baik saya mengundurkan diri menjadi guru, tantang lantang Thomas. Guru hebat adalah guru yang bisa menginspirasi, celetuk Maksi. Sebagai kaum muda yang bukan guru saya sangat berpuas diri dan turut bangga atas moment hari ini. Upaya melestarikan gerakan literasi mesti bertumpuh pada guru-guru muda. Guru muda militan perlu mengakumulasi semangat literasi dari desa. Nafas literasi mesti dihembuskan dari pelosok. Selain menggerakan literasi, kita juga perlu menjinjing sertakan perjuangan bagi persoalan pendidikan terlebih di pelosok, ungkap Vinsen (mangu Ike, pengurus organisasi pemuda Kompak, Desa Lite, Kecamatan Adonara Tengah. Semua peserta seminar tampak betah mengikuti rangkaian kegiatan hingga usai bersama arakan awan yang menjemput senja. Antrian langkah peserta dengan wajah mekar menjadi kado terindah bagi pengurus Agupena dan panitia seminar sehari pada HUT ke-2 Agupena Cabang Flotim.***

Tags:

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top