JELITA DI BALAI PUSTAKA: Sajak-sajak Edi Sugianto

Rubrik Puisi/Sastra Oleh

JELITA DI BALAI PUSTAKA

Siapakah yang menari-nari di Balai Pustaka? Kirai rambutnya semerbak bunga. Aku ingin sekali merangkai senyumnya dengan setangkai kata, menjadi bukit puisi yang sempurna.

Elok matanya adalah rahasia tuhan: mengapa dicipta, meninabobokan jejaka di sudut-sudut Jakarta.

Jelita adalah belantara cinta, memijar langit sabana. Asmara seperti taman-taman mungil yang telanjang tanpa tirai dan jendela.

Aku jadi curiga: “mengapa tuhan melukis surga dengan jelita?”

(Edi Sugianto, Jakarta, 9:2:2017)

LONTE DALAM DIRI

Ada lonte dalam diri, sayap-sayapnya mendesir takdir, matanya yang redup, tiba-tiba hidup merenggut laksa wangi purba. Batin segera kirai hingga enyak. Lonte redup kembali, tetapi ia tak kan tercerabut.

Catatan keruh adalah riwayat; letupan syahwat melumuri hidup. Lonte terus mengusik para penikmat lagu lembut kampung halaman.

Siapa pun yang lulus uji, pasti mengetam kembang di alam sunyi. Lonte kesal dan bunuh diri, kala sajak-sajak menghunus pedang di sana-sini.

(Edi Sugianto, Jakarta, 30: 1: 2017)

WANITA MALAM ITU

Wanita yang mandi cahaya di bibir diskotik tak pernah tahu, aku sedang mencuri sehelai tawa miliknya itu.

Biarkan ia terbang telanjang hingga matahari berlari dari barat, sembari melempar isyarat tentang temaram yang sekarat.

Bukan tak peduli, aku berkali-kali meraba pandangannya, setajam sinar memenggal malam, tetapi ia tak merasakan terang, matahatinya nyaris tenggelam.

Biarkan saja ia menyusuri lorong gelap, seperti komplotan laron yang mengerubungi lampu; mematahkan sayap-sayap, mencabut nyawa sendiri demi kehormatannya.

“Aku di mana?”

(Edi Sugianto, Jakarta, 23:1:2017>)

EDI SUGIANTO (Esug), lahir di Sumenep, 22 September 1989 (28 tahun), dari pasangan H. Abd Lathif dan HJ. Holifah. Lulus SD Gedugan I (1996-2001), MTs Al-Hasan Somber Giligenting (2002-2004). TMI Al-Amien Islamic Boarding School, Sumenep Madura (2005-2008), S1- Universitas Muhammadiyah Jakarta (2009-2013). Kegemaran menulis dimulai sejak nyantri di Pesantren Al-Amien. Saat ini tulisannya berupa esai, resensi, dan puisi telah dimuat di berbagai media (cetak, dan online) nasional, seperti koran Kompas, Republika, Koran Tempo, dll. Majalah, Tabloid, Jurnal Kampus, dan Agupena (online). Bukunya yang telah terbit, Menyalakan Api Pendidikan Karakter (2016). 99 Api Berlayar (2016). Tuhan dalam Rintik Hujan (2017). Cinta dalam Secangkir Kopi (2017). Di samping itu, ia juga berkiprah sebagai guru agama Islam di SMA Muhammadiyah 11, Rawamangun, Jakarta Timur, dan SMK Muhammadiyah 15, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sekretaris Majelis Pendidikan Kader, PCM Rawamangun (2015-2020). Di waktu luangnya, anggota AIS (Arsenal Indonesia Supporter) ini, punya hobi main futsal, Football PlayStation, seni vocal (nyanyi dan qiroah). Email: esug_L2s@yahoo.com. Facebook: Edi Sugianto Sug.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*