PENGURUS AGUPENA FLOTIM BERTEMU KADIS PKO FLOTIM

Rubrik Berita/Kegiatan Oleh

(Gagas Flores Timur Sebagai Kabupaten Literasi)

Pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur pada Kamis (23/3/17) bertandang ke Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga (PKO) Kabupaten Flotim. Kehadiran Agupena Flotim bertemu dengan Kepala Dinas PKO Bernadus Beda Keda dalam rangka berdiskusi mengkerucutkan gagasan untuk menjadikan Kabupaten Flores Timur sebagai Kabupaten Literasi di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pengurus Agupena Flotim diantaranya Maksimus Masan Kian (Ketua), Muhammad Soleh Kadir (Sekretaris Seksi Pendidikan dan Pelatihan), Benediktus Bereng Lanan ( Wakil Ketua Seksi Dokumentasi dan Publikasi), dan Asy’ari Hanafi (Koordinator Agupena Flotim Kecamatan Adonara Tengah). Sementara yang mendampingi Kadis PKO Flotim, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Beato Wuran dan Rendra Tukan, Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Flotim.

Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim mengatakan kehadiran mereka bertemu dengan Kepala Dinas PKO Flotim menjadi tindak lanjut dari seminar tentang Gerakan Literasi awal Bulan Maret 2017 yang diselenggarakan Agupena Flotim di HUT ke duanya. Pada seminar itu forum bersepakat dan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama menjadikan Kabupaten Flores Timur sebagai Kabupaten Literasi. “ Kehadiran kami hari ini menjadi tindak lanjut seminar tentang Gerakan Literasi yang diselenggarakan Agupena awal Maret yang lalu. Kami ingin bertemu dengan Kadis PKO Flotim untuk mengkerucutkan gagasan dan wacana menjadikan Kabupaten Flores Timur sebagai Kabupaten Literasi. Selama ini memang dalam aksi –aksi kecil yang dilakukan oleh Agupena Flotim telah menghidupkan gerakan literasi di Bumi Flores Timur, namun dalam kaca mata secara nasional, penilaian yang diberikan kepada kabupaten atau kota yang menjadikan daerahnya sebagai Kabupaten Literasi maka gerakan harus dimulai oleh pemerintah. Gerakannya harus tersuktur, sistematis dan masif. Gerakan ini mesti dimulai oleh pemerintah, sambil dalam perjalanan mengandeng komponen terkait lainnya yang siap bekerja sama dalam mengambil peran mensukseskan wacana ini. Banyak aktivitas yang kita lakukan sudah menjadi substansi dari literasi itu sendiri. Sekarang bagaimana sikap pemerintah dalam hal ini Dinas PKO Flotim menanggapi ini. Dan memang, selama ini Agupena sudah bersama – sama dengan Dinas PKO Flotim di sekian momentum kegiatan ilmiah di Flotim. Kerja sama ini akan dilanjutkan demi terciptanya iklim ilmiah di Flotim. Flotim mesti secepatnya dideklarasikan menjadi Kabupaten Literasi,’kata Maksi.

Lanjut Maksimus Masan Kian, pada tangga 21 Maret 2017 Kemendikbud memberi penghargaan kepada 19 Kabupaten/ kota atas prestasi mereka menjalankan program kreatif dan inovatif dalam bidang literasi. Beberapa Kabupaten Kota mendeklarasikan diri. Program unggulan mereka diantaranya: Menggagarakan APBD, membuat Peraturan Bupati/ Wali Kota  serta surat edaran Dinas pendidikan yang mendukung penerapan literasi di sekolah. Lulus atau tidak sebuah Kabupaten ditetapkan menjadi Kabupaten Literasi sangat bergantung kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Dititik ini, Pemda menjadi ujung tombak dan garda terdepan dalam menghidupkan gerakan ini. Agupena Flotim, siap mendukung, Kata Maksi.

Kepala Dinas PKO Flotim Bernadus Beda Keda pada kesempatan itu menyambut baik gagasan yang mengkerucut pada satu tekad menjadikan Kabupaten Flores Timur sebagai Kabupaten Literasi. “Dinas PKO siap mengambil langkah cepat untuk mengajak sekian komponen terkait bersinergi dalam menjadikan Kabupaten Flores Timur sebagai Kabupaten Literasi. Memang selama ini kita sudah melakukan banyak hal yang erat kaitannya dengan gerakan Literasi namun belum betul – betul membumi. Pikiran bagus dari guru – guru muda yang tergabung dalam Agupena Flotim sangat kami hargai dan sebagai Kadis PKO Flotim saya memberi apresiasi dan mengajak mari kita bergandengan tangan untuk terus bergerak dan beraksi dalam melahirkan Kabupaten Flotim sebagai Kabupaten Literasi. Dalam waktu yang tidak lama, kami akan menyurati secara resmi seluruh sekolah di kabupaten Flores Timur untuk menyiapkan waktu khusus kepada anak dalam mengembangkan kreasinya mendukung gerakan literasi. Kita akan kunjungi sekolah – sekolah yang sudah memulai. Akan ada sosialisasi besar- besaran di semua wilayah Flotim untuk membudayakan gerakan ini. Ini gerakan mempersiapkan generasi muda Flotim yang handal dan berkompoten. Tidak bisa dipungkiri, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tolak ukur kualitas pembangunan di suatu daerah,’kata Kadis.

Di kesempatan yang sama, tiga Anggota Agupena Flotim, Muhhamad Soleh Kadir, Asy’ari Hanafi, Benediktus Bereng Lanan memperkenalkan draf Buku Antalogi Puisi mereka dengan Judul Tapak Tuah. Dalam rencana, buku ini akan diterbitkan dalam waktu dekat ini, oleh penerbit Nusa Indah. Kadis PKO Flotim dimintai kesediaan untuk memberikan kata pengantar pada buku karya guru- guru kampung ini. (Maksimus Masan Kian) ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*