AGUPENA FLOTIM  DAN GUGUS I WULANGGITANG GELAR WORSHOP MENULIS

Rubrik Berita/Kegiatan Oleh

AGUPENA FLOTIM  DAN GUGUS I WULANGGITANG GELAR WORSHOP MENULIS
(Tentang PTK dan PTS)

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur, bekerja sama dengan gugus I Wulanggitang yang terdiri dari 8 sekolah diantaranya SD Inpres Nileknoheng, SDK Suku Tukan, SDI Klatanlo, SDI Wolorona, SDI Jong Wolor, SDK Kemiri, SDI Boru dan SDK Riangwulu, pada Jumat- Sabtu (24-25/3/17) menggelar Workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).

Kegiatan Workshop yang mengangkat tema “Menuju Guru Profesional” dipusatkan di Aula SDI Klantanlo dengan jumlah peserta 121 orang, terdiri dari guru, Kepala Sekolah, dan pengawas sekolah UPTD Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga (PKO) Flotim Tingkat Kecamatan Wulanggitang.

Rombongan Pejabat Dinas PKO Flotim terdiri dari Kepala Dinas PKO, Bernadus Beda Keda, Huzaiafah Syarifuddin, Analisis  Kepegawaian Dinas PKO Flotim, Romo Thomas Labina selaku Ketua Yayasan Persekolahan Katolik (Yapersuktim), Narasumber Thomas Akaraya Sogen, Ketua Agupena NTT dan Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim di gerbang sekolah disambut dengan dengan tarian lusilerang oleh para siswa SDI Klatanlou, dan suguhan Musik Kulintang yang dibawahkan oleh siswa SDI Boru.

Ketua Gugus I Wulanggitang, Germana Gelole dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Agupena Flotim yang bersedia tulus bekerja sama dengan Gugus I Wulanggitang untuk melaksanakan kegiatan Workshop PTK dan PTS di Wulanggitang. “Apresiasi setinggi – tingginya kami sampaikan kepada Agupena Flores Timur yang dengan tulus menerima permintaan kami untuk bekerja sama dalam menyukseskan Kegiatan Workshop PTK bagi guru – guru di Wulanggitang, khususnya guru- guru di Gugus I Wulanggitang. Tentang PTK dan PTS menjadi kesulitan para guru selama ini dalam urusan kenaikan pangkat, juga bagi guru- guru yang sementara menyelesaikan studi untuk meraih gelar sarjana. Kami tentu akan memanfaatkan momentum selama dua hari ini dengan sebaik- baiknnya untuk mendapatkan ilmu dan refrensi serta yang paling penting kami mulai menulis dalam dampingan langsung narasumber. Harapan kami, jika memang dua hari tidak cukup untuk membuat kami menulis, kegiatan yang sama akan rutin dijalankan digugus ini,’kata Germana.

Senada dengan Ketua Gugus I Wulanggitang, Kepala Dinas PKO Flotim Bernadus Beda Keda mengatakan, secara nasional 65% guru sudah dinyatakan profesional dengan menerima Sertifikat Profesi dan menerima tunjangan sertifikasi. Sisanya yang belum profesional sebesar 35%. “Ini data di atas kertas. Fakta di lapangan hari ini berbicara lain. Sekian banyak guru walau sudah mendapat sertifikat profesi dan mendapat tunjangan sertifikasi, belum sepenuhnya profesional. Hal yang paling sulit bagi guru selama ini terkhusus di Flores Timur yang ini juga diakui oleh guru sendiri yakni terkait menulis. Menulis sepertinya menjadi momok dari para guru. Namun saat ini, jika mau jujur, iklim ilmiah di Flotim mulai tumbuh sejak Agupena Flotim mulai ada di Flotim dua tahun lalu dan sepanjang ini melakukan kegiatan – kegiatan pendampingan untuk menulis baik untuk guru maupun untuk siswa. Mestinya ada perbedaan antara guru profesional dan guru yang belum profesional. Guru sudah saatnya bergerak meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri sebagai guru profesional. Guru tidak harus menunggu momen tetapi guru dituntut untuk menangkap momen atau menciptakan momen. Hari ini, gugus I Wulanggitang telah menciptakan momen penting untuk membantu guru dalam menulis. Narasumber yang hadir hari ini sangat lengkap. Mereka sudah berpengalaman dalam dunia menulis terkhusus lagi berkaitan dengan PTK dan PTS. Manfaatkan momen ini secara baik,’pesan Kadis.

Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim pada kesempatan itu  mengatakan Agupena Flotim di tahun ke tiga dalam kiprah di Flotim memusatkan kegiatannya di Kecamatan – kecamatan atau di kampung- kampung. “Kami di tahun ketiga ini, tidak lagi memusatkan kegiatan di Kota Larantuka, tetapi mefokuskan kegiatan di kampung- kampung dari satu kecamatan ke kecamatana yan lainnya. Ini untuk menjangkau teman – teman guru yang selama ini kesulitan menulis dan sulit mengakses informasi ke kota dan yang jarang mengikuti kegiatan Agupena Flotim di Kota,’kata Maksi.

Dua hari kegiatan menghadirkan 3 Narasumber, di antaranya Thomas Labina, Ketua Yapersuktim dengan materi Refleksi Spiritual untuk guru, Maksimus Masan Kian, tentang membangun motivasi menulis, dan Thomas Akaraya Sogen mengupas tentang Perencanaan PTK dan PTS dan Pelaporan PTK dan PTS. Hari pertama diisi dengan paparan materi sementara hari kedua  full guru mengalami langsung kegiatan menulis dalam dampingan narasumber. Hasilnya guru mampu merencanakan PTK dan PTS dan siap melakukan penelitian. Beberapa Perencanaan PTK dan PTS dipersentasikan oleh peserta dan dibedah langsung oleh dua narasumber. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top