Bersama Menyelesaikan Masalah Global

Rubrik Kegiatan Oleh

Serial Tiga Hari di Bangkok (9)
Oleh Yanuardi Syukur

Nilai penting yang saya dapatkan dari pertemuan internasional ini adalah soal kolaborasi untuk menyelesaikan masalah global. Perbedaan di antara manusia dari segi agama, politik, sosial budaya sudah tidak dapat diindahkan lagi tapi itu semua janganlah membuat kita menutup diri untuk bekerjasama dengan orang lain dalam menyelesaikan masalah-masalah global.

Perjuangan untuk berkolaborasi sesungguhnya telah diajarkan oleh orangtua kita ketika mereka membesarkan diri kita dalam sebuah organisasi bernama keluarga.Dalam skala kecil, keluarga adalah miniature dari kerjasama masyarakat baik secara regional maupun global.Saya sempat menulis sebuah catatan kecil tentang perjuangan ketika pesawat mendekati Bangkok pada Selasa (7/2) sebagai berikut.

 

Sekali lagi tentang Perjuangan

“Hidup adalah perjuangan,” kata peribahasa.
Aku percaya keabsahannya.
Kita tak akan bisa hidup jika tidak
melewati pengorbanan ayah dan ibu tercinta
Kita juga tidak akan tahu ilmu pengetahuan
jika tak mau berkorban untuk membaca
A, B, C, dan D; ini ibu Budi ini bapak Budi,
serta alif, ba, ta, tsa, ja….

Semua pengorbanan akan terasa nikmat
pada titik akhir—entah akhir itu kapan—
yang kita sendiri akan merasakannya
Jika belajar dari kisah-kisa terdahulu
mengertilah kita bahwa orang/manusia sejati
adalah dia yang memberi
“Bagaimana bisa memberi jika tak berpunya?”

Tapi, yakinlah. Kita pasti berpunya
jika kita berjuang. Ya, pasti punya!
Dan, apa yang kita punya itu sebisa mungkin,
bersegeralah untuk dibagi pada sesama.

(Ditulis sambil nonton film India, Dhanak, mendekati Bangkok, 7/2/2017, sore)

Masalah global kita saat ini banyak sekali seperti kemiskinan, penindasan, kekerasan, terorisme, kesehatan, iklim, dan sebagainya. Semua ini tidak hanya terjadi di satu negara, akan tetapi berpengaruh pada banyak negara. Dalam sesi materi Dr. Surin Pitsuwan, beliau mengusulkan agar negara-negara di seluruh dunia turut membantu mengembangkan kawan Asia karena Asia saat ini menjadi tempat pertemuan kepentingan berbagai negara.Seluruh perusahaan atau kepentingan negara di dunia ada di Asia.Maka, tanggungjawab untuk menyelesaikan masalah-masalah di Asia cukup penting untuk itu.

Terlepas dari berbagai perbedaan yang ada, tiap kita memiliki persamaan, yaitu sama-sama manusia.Ya, sama-sama manusia membuat kita tersentuh untuk menyelamatkan spesies kita dari berbagai masalah yang ada.Penjelasan Dr. Surin dalam acara di Bangkok ini berlandaskan pada teori evolusi dan eksistensi manusia.Saat ini, menurutnya, masalah-masalah global harus diselesaikan bersama-sama tanpa harus melihat berbagai perbedaan yang ada. (Habis) ***

Dosen dan peneliti bidang Antropologi Sosial yang menulis 60 buku berbagai genre (Islam, Timur Tengah, biografi, dan motivasi, riset sosial). Beberapa bukunya dikaji sebagai tugas akhir di perguruan tinggi dan didokumentasikan di berbagai perpustakaan di Indonesia, Singapura, dan Australia. Pada tahun 2017, buku yang diinisiasinya "Hidup Damai di Negeri Multikultur" (GPU, 2017) diluncurkan di Kedubes Australia. Ia pernah diundang sebagai narasumber di Kuala Lumpur, Bangkok, beberapa stasiun televisi Indonesia dan MBC Korea. Saat ini, mahasiswa S3 Antropologi FISIP UI ini menjadi Ketua Bidang Usaha dan Jasa Penulisan/Penerbitan Agupena Pusat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Kegiatan

Go to Top