Dari Cengkareng ke Svarnabhumi

Rubrik Kegiatan Oleh

Serial Tiga Hari di Bangkok (3)
Oleh Yanuardi Syukur

Dari Depok saya naik Grab Mobil bersama istri dan anak (Fikri Ihsani) ke Bandara Sukarno-Hatta Cengkareng. Setiba di sana, kami menunaikan salat dan menikmati santap siang di sebuah tempat makan. Jadwal keberangkatan saya ke Bangkok naik Garuda Indonesia dengan flight GA864 yang jam boardingnya pada 16.10.Saya kebagian kursi nomor 36C.

Sepanjang perjalanan saya menonton film India tentang dua anak yang ingin bertemu idolanya: Shah Rukh Khan dan Salman Khan. Mereka menempuh perjalanan panjang berliku-liku dari kampungnya yang terpencil. Walau mereka tidak bertemu idolanya akan tetapi mereka mendapatkan berbagai pelajaran penting dalam hidup.

Di pesawat saya sempatkan menulis catatan di buku sebagai berikut:

Mungkin ini Rindu

Pergi jauh sudah biasa
tapi ini terasa rindu
Orang bilang cinta itu belum teruji
jika tak berhadapan dengan jarak
dan terpisah oleh waktu

Mungkin ini bernama rindu
Saat raga harus berjuang jauh
dan mereka harus tetap menanti
di sepenuh hati

Mungkin, tapi ini rasanya—bukan mungkin
inilah rindu pada mereka yang terkasih
yang bersama telah melalui waktu dengan
iringan irama suka irama duka

(Mendekati Bangkok, 7/2/2017, sore)

Setiba di Bandara Svarnabhumi, saya mengikuti saja kemana penumpang turun karena pada akhirnya mereka akan menuju ke imigrasi dan mengambil bagasi. Akan tetapi saya sedikit terpisah dari “kawanan”, sehingga saya terus jalan, baca-baca petunjuk dan bertanya, “dimana imigrasinya?”Akhirnya ketemu juga.

Keluar dari bagasi, saya pun melihat sebuah tulisan Think Tank Asia-Pasifik yang diangkat oleh satu orang perempuan dan ditemani dua temannya.

Di situ, saya menunggu bersama mereka karena ada beberapa peserta lainnya yang sedang dinanti kedatangannya.Andrea Adhi dari Jakarta pun datang, dan ia menyarankan saya beli paket data tidak jauh dari tempat kami menunggu. Akhirnya saya beli paket data dari True Move seharga 200 baht untuk keperluan dua hari.

Setelah kumpul semua kami pun dijemput mobil Hotel Coutyard menuju ke lokasi acara.Perjalanan ditempuh lebih dari 30 menit.Saya sempat bercerita dengan seorang kenalan baru dari Myanmar tentang negaranya, tentang Muslim Rohingya, dan beberapa lainnya. (Bersambung) ***

Dosen dan peneliti bidang Antropologi Sosial yang menulis 60 buku berbagai genre (Islam, Timur Tengah, biografi, dan motivasi, riset sosial). Beberapa bukunya dikaji sebagai tugas akhir di perguruan tinggi dan didokumentasikan di berbagai perpustakaan di Indonesia, Singapura, dan Australia. Pada tahun 2017, buku yang diinisiasinya "Hidup Damai di Negeri Multikultur" (GPU, 2017) diluncurkan di Kedubes Australia. Ia pernah diundang sebagai narasumber di Kuala Lumpur, Bangkok, beberapa stasiun televisi Indonesia dan MBC Korea. Saat ini, mahasiswa S3 Antropologi FISIP UI ini menjadi Ketua Bidang Usaha dan Jasa Penulisan/Penerbitan Agupena Pusat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Kegiatan

Go to Top