LARANTUKA CANTIK TANPA SAMPAH

Rubrik Berita/Kegiatan Oleh

Sore itu Kamis (16/3/2017) saya didampingi Iwan Puken, Ketua Organisasi Waimatan, Jemy Paun Guru SMPN Satu Atap Riangpuho, dan Ursula Uba Tupen, tokoh perempuan Flotim, bertemu dengan Christopher William Foster. Figur Christopher William Foster sangat menginspirasi siapa saja yang peduli pada lingkungan. Warga Kebangsaan Inggris ini, dalam  aktivitasnya kurang lebih 5 tahun di Kota Larantuka ditemani istrinya Maria Kristina Tukan sehari – hari menyelam dan memotret keindahan bawah laut Flores Timur dan melakukan promosi.

Selain aktivitas pokoknya ini, ia juga melakukan hal terpuji lain diantaranya mencari, mengumpulkan sampah, pecahan kaca di Pesisir Pantai Ile Mandiri Sarotari Timur Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur.

Larantuka Cantik Tanpa Sampah. Demikian kata Christopher. Menurutnya, Taman Laut di Flores Timur indah tapi kurang dipromosi. “Taman Laut Larantuka pasti cantik dan sangat cantik kalau tanpa sampah yang dibuang sembarang, dan tanpa bom ikan. Saat melakukan pemotretan saya menemukan banyak karang yang rusak, yang tidak terawat. padahal tamannya sungguh indah. Kata Christopher.

Foto bersama Christopher William Foster

Mencari, mengumpulkan sampah di pesisir pantai dan membuangnya di tempat sampah sepertinya sudah menjadi hobi. Menggunakan ember, setiap hari menggumpulkan pecahan – pecahan kaca. Ia bahkan mengatakan sudah 6 truk mengangkat pecahan kaca dan beling yang ia kumpulkan, hasil membersihkan sampah di pantai.

Keberadaannya di Larantuka bersama istri menggeluti usaha Tour And Travel dengan nama Ile Mandiri Tour and Travel. Termasuk mengelola homestay dan Resort Larantuka Beach.  Di sepanjang pantai Sarotari Timur, Ia menyiapkan dan memasang tulisan – tulisan berisi ajakan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Christopher bahkan bermimpi akan adanya sebuah Museum di Kabupaten Flores Timur yang dapat menyimpan barang – barang antik dan bersejarah yang tidak terawat sebagai rumah pengetahuan generasi muda Flores Timur. (Maksimus Masan Kian)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*