PERLUAS JARINGAN DISKUSI, MENAMBAH PENGETAHUAN

Rubrik Opini Oleh

Oleh: Maksimus Masan Kian
(Ketua Agupena Flotim)

Bagi saya, diskusi adalah cara singkat memperoleh sebuah ilmu pengetahuan. Selain deretan manfaat berikutnya. Olehnya, diskusi sudah menjadi kebiasaan faforit saya, diselah waktu senggang.

Sore itu Rabu 22 Maret 2017 bertempat di ruangan Kerja Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Flotim, Rendra Tukan bersama Beato Wuran (Kepala Bidang PLS Dinas PKO Flotim) kami terlibat diskusi serius terkait banyak hal seputar pendidikan di Kabupaten Flores Timur. Satu yang menarik adalah terkait Gerakan Literasi.

Kedua figur muda yang mendapat kepercayaan pada dua bidang kerja yang strategis untuk pendidikan di Flores Timur ini, memberi apresiasi kepada Agupena Flotim dalam aksi- aksi kecil membangun Gerakan Literasi di Kabupaten Flotim.

Rendra Tukan pria berusia 40 tahun yang begitu telaten dan kreatif mengurus SKB selama 6 tahun ini, menceritakan dan menunjukan hasil karya – karya anak- anak binaan SKB. “Setiap hari Kamis dalam pekan anak – anak dilatih sekian ketrampilan. Banyak karya mereka seperti pot bunga, gantungan kunci, tas dan dompet yang dihasilkan dari memanfaatkan sampah – sampah plastik yang terbuang. Mereka juga kita dampingi untuk mengolah bahan – bahan lokal menjadi makanan khas lokal Flores Timur. Tidak saja keterampilan tangan yang dilatih, mereka juga diberikan motivasi untuk bermimpi besar menggapai cita – citanya. Shering tentang seni, budaya dan spiritual digalakan. Ke depan kami berencana mendatangkan Agupena Flotim untuk mendampingi anak – anak kami untuk menulis. Menulis dari apa yang mereka lihat, mereka alami dan rasakan setiap hari di lingkungan sekitar mereka. Juga akan ada latihan publik speaking dan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LDK). Memang anak – anak harus dibekali dengan keterampilan – keterampilan. Walau mereka adalah anak – anak Paket A, B, dan C, namun keterampilan mereka luar biasa. Ini sebagai bekal saat berada di dunia kerja. Apalagi saat ini untuk mendapatkan lapangan pekerjaan sangat sulit,’shering Rendra penuh semangat.

Beato Wuran mengaku baru sebulan menjalankan perannya sebagai Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS)akan membangun sinergi dengan pihak – pihak terkait dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya Pendidikan Luar Sekolah. “Kita membuka diri, dan siap bersinergi dengan komponen – komponen terkait untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada lingkup PLS di Flotim. Dengan harapan kualitas pelayanannya semakin berkualitas dan maksimal.

Tentang Gerakan Literasi, keduannya siap bergerak dalam bidang kerjanya masing – masing dan bergandengan tangan dengan komponen terkait lainnya yang memiliki mimpi yang sama, mendorong percepatan Kabupaten Flores Timur menjadi Kabupaten Literasi.

Memang tidak mudah. Tapi juga tidak sulit kalau kita secara bersama memulai. Di Indonesia, sedikitnya 19 Kabupaten Kota se – Indonesia beberapa hari lalu menerima penghargaan dari Kemendikbud sebagai daerah penggerak Literasi. Gerakannya terstruktur dan masif. Menariknya di 19 daerah ini yang menjadi garda terdepan adalah pemerintah.Sekian banyak anggran dan fokus perhatian tertuju pada tema yang satu ini. literasi benar – benar menjadi gerakan bersama.Dimulai dari atas, hingga ke akar rumput.

Mari terus perkuat dan pasang target. Kita belum terlambat.***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*