Home » Kegiatan » Rindu di Phao Praya » 284 views

Rindu di Phao Praya

Rubrik Kegiatan Oleh

Serial Tiga Hari di Bangkok (7)
Oleh Yanuardi Syukur

Sambil duduk di pinggir kapal, saya menulis beberapa bait sekedar untuk mengisi waktu sambil mendengarkan beberapa kawan yang menyanyi di belakang ruangan kemudi.Di depan saya ada seorang kawan asal Malaysia yang juga duduk-duduk sambil melihat-lihat. Beberapa teman sempat menikmati alunan musik dengan liukan tertentu yang seiring dengan irama lagu.

Apa yang saya pikirkan ketika itu? Pastinya sih ada beberapa, di antaranya saya merasa rindu dengan keluarga kecilku di Depok.Maka beberapa bait—entah itu puisi atau bukan—pun saya tulis sebagai berikut.

Menyusuri Thailand
Kata orang hidup itu perjalanan
seperti perjalananku sekarang menyusuri sungai Thailand

Orang bilang cinta juga tercipta dari perjalanan
seperti saat ini ketika aku rindu
pada keluargaku di rumah

Apa kabar mereka
bagaimana mereka sekarang, dan
sedang apa sekarang?

Lewat sungai ini kuingin kirimkan
salam buat istriku, dan anak-anakku di sana
Lewat air yang mengalir sampai jauh ini,
sampaikanlah salamku untuk mereka;
jalan, cita-cita, dan kebanggaanku.
(Phao Praya River, 9/2/2017, 9.12 PM)

(Bersambung) ***

Dosen dan peneliti bidang Antropologi Sosial yang menulis 60 buku berbagai genre (Islam, Timur Tengah, biografi, dan motivasi, riset sosial). Beberapa bukunya dikaji sebagai tugas akhir di perguruan tinggi dan didokumentasikan di berbagai perpustakaan di Indonesia, Singapura, dan Australia. Pada tahun 2017, buku yang diinisiasinya "Hidup Damai di Negeri Multikultur" (GPU, 2017) diluncurkan di Kedubes Australia. Ia pernah diundang sebagai narasumber di Kuala Lumpur, Bangkok, beberapa stasiun televisi Indonesia dan MBC Korea. Saat ini, mahasiswa S3 Antropologi FISIP UI ini menjadi Ketua Bidang Usaha dan Jasa Penulisan/Penerbitan Agupena Pusat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Kegiatan

Go to Top