Langkah Bijak Menghindari Pengaruh Smartphone bagi Anak Usia Dini

Rubrik Pendidikan Oleh

 Oleh Tawakkal *)
(Pengurus Agupena Cab. Bulukumba)

Seiring dengan perkembangan zaman yang modern saat ini, tentu gaya hidup akan ikut berpengaruh. Gaya hidup di semua lini kehidupan dipengaruhi oleh kemajuan tekhnologi yang semakin canggih. Hidup serasa gampang, nikmat dan mudah. Bagaimana tidak, dengan adanya tekhnologi berbelanja bisa dilakukan hanya melalui smartphone, berkomunikasi lebih efektif dengan adanya beragam media komunikasi yang bisa dipergunakan, menonton, mencari informasi dan sebagainya. Namun, di sisi lain kemajuan tekhnologi bila tidak dipergunakan dengan bijak juga bisa membawa malapetaka, terutama bagi anak. Dampak smartphone yang digunakan pada anak di bawah umur sangat besar. Mulai dari dampak negatif bagi kesehatan, juga dapat  berpengaruh pada pola pikir anak, cara berbicara, serta cara belajar. Inilah hal yang menjadi tantangan besar di dunia pendidikan saat ini. Peserta didik sudah malas membaca, lupa tugas-tugas mereka di sekolah, di rumah anak susah untuk diatur, membentak orang tua, serta tidak peduli dengan lingkungan.

Dunia pendidikan saat ini seakan merintih dengan banyaknya rintangan yang harus ditempuh terutama bagi guru. Namun, sebagai pejuang pendidikan, baik bagi orang tau dan guru serta masyarakat tentu upaya akan perbaikan akan terus dilakukan demi kemajuan pendidikan terutama di negeri ini. Melalui tulisan ini, saya akan berbagi tips cara menghindari pengaruh smartphone bagi anak di bawah umur sehingga pendidikan akan terus maju seiring dengan kemajuan zaman.

  1. Ajarkan pendidikan agama sejak dini bagi anak. Ini merupakan pondasi bagi kehidupan anak ke depan, baik bagi diri, keluarga, serta lingkungan masyarakat;
  2. Orang tua haruslah menghindari penggunaan smartphone di depan anak. Cara ini adalah cara yang utama agar anak tidak terbiasa dengan smartphone. Kebiasaan orang tua yang ditunjukkan akan diikuti oleh anak;
  3. Melakukan kontrol yang ketat mengenai tugas-tugas anak di sekolah. Dengan adanya kontrol yang maksimal juga akan melatih kedisiplinan anak dan tidak lupa dengan tugas-tugas dan kewajibannya di sekolah;
  4. Jangan terlalu memanjakan anak dengan cara berusaha untuk membelikan smartphone bagi anak bila betul-betul belum cukup umur. Apabila memang anak ingin hadiah, maka cobalah dengan bentuk lain;
  5. Mengajak untuk ikut dalam kegiatan jadwal membaca yang telah dibuat. Buatlah jadwal membaca setiap hari di rumah bersama seluruh anggota keluarga;
  6. Mengawasi tontonan pada media televisi yang dilakukan oleh anak. Sekiranya tontonan pada anak diberikan sesuai dengan umur mereka. Jangan memperlihatkan tontonan yang bertema kekerasan, film-film aksi, dan sebagainya. melainkan tontonan yang mendidik. Ini dilakukan agar anak dapat terinspirasi melalui film-film yang telah ditontonnya;
  7. Memberikan hukuman bagi anak dengan hukuman-hukuman yang mendidik dan jangan dengan kekerasan. Seperti hukuman menghafal serta hukuman-hukuman yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah.

Sebagai kesimpulan, marilah untuk terus berupaya memajukan pendidikan baik bagi orangtua, guru, serta masyarakat demi pendidikan yang lebih berkarakter. Mulai dari pendidikan anak sejak dini, agar anak lebih memiliki kompetensi dan kemampuan bersaing dalam dunia modern. Tulisan ini hanyalah beberapa langkah berbagi untuk seluruh rekan-rekan dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah wawasan terutama bagi diri saya pribadi serta bagi teman-teman sekalian. Sekian…

Salam….

*) Penulis kelahiran Gowa / Maroanging 13 Oktober 1986 ini bernama Tawakkal. Beralamat di Dusun Dauhe, Desa Darubiah, Kec. Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penulis merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jenjang Strata Satu  (S-1) PGSD.

Mempunyai hobby, menulis, membaca, olahraga, travelling, dan sebagainya. Di samping sebagai guru pada Sekolah Dasar Negeri 198 Bira, Kec. Bontobahari, Kab. Bulukumba, penulis juga aktif dalam berbagai organisasi profesi. Kritik dan saran sangat diharapkan dan bisa disampaikan via surel pakguyu.tf@gmail.com dan ponsel/WA di 085255991914.

Lahir di Gowa / Maroanging 13 Oktober 1986. Alamat Dusun Dauhe, Desa Darubiah, Kec. Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penulis merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jenjang Strata Satu (S-1) PGSD. Mempunyai hobby, menulis, membaca, olahraga, travelling, dan sebagainya. Di samping sebagai guru pada Sekolah Dasar, penulis juga aktif dalam berbagai organisasi profesi. Kritik dan saran sangat diharapkan dan bisa disampaikan lewat akun facebook Tawakkal Thu Alallah atau ponsel/WA di 085255991914. http://tawakkalthualallah.blogspot.com. Kini menjadi Pengurus Agupena Cab. Bulukumba.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh

Mind Map dan Aikido

Oleh: Yudhi Kurnia Bagi para praktisi pendidikan tentunya tidak akan asing lagi
Go to Top