MODEL HIGH PERFORMING PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA SEKOLAH UMUM

Rubrik Pendidikan Oleh

MODEL HIGH PERFORMING PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA SEKOLAH UMUM

(Refleksi Menyambut Peringatan Hardiknas 2 Mei 2017)
Oleh: Drs. HA. Sholeh Dimyathi, MF, MM
(Sekretaris Dewan Pembina Agupena)

Pendahuluan
Pendidikan agama yang diterapkan di sekolah-sekolah umum, biasanya kurang diminati peserta didik. Ini boleh jadi lantaran sistem pembelajarannya yang kurang menarik. Disi lain, perilaku dan akhlak sebagian peserta didik sangat jauh disparitas antara cita dan fakta.  Data menunjukkan kenakalan,tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan gaya hidup permisivisme semakin meningkat, kebiasaan bergerombol dipinggir jalan dan mejeng di pusat perbelanjaan (Mall) telah menjadi hal yang biasa.  Semua ini menjadi bukti, ada yang salah dalam proses pendidikan, diperparah lagi dengan orientasi yang tidak benar yang dilakukan sebagian lembaga pendidikan.

Di samping itu, keterbatasan waktu jam pelajaran perminggu, ditambah belum efektif dan efesiennya pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah- sekolah umum dalam membina keagamaan siswa baik melalui kegiatan intra maupun ekstra kurikuler belum dikelola secara baik dan berkesinambungan makin memperparah fenomena kerusakan akhlak dikalangan peserta didik.

Mengantisipasi perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam era globalisasi, aspek kualitas yang perlu dibangun pada setiap diri peserta didik, tidak terbatas pada sisi jasmani dan mental kecerdasan saja, tetapi meliputi kemampuan peserta didik menapis (filter) pengaruh perubahan zaman.  Kekuatan daya tapis ini banyak ditentukan dari tingkat penghayatan dan pengamalan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT yang telah dimiliki masing-masing peserta didik.

Kondisi inilah yang melatar belakangi penulis menawarkan model pengelolaan dan pengembangan pendidikan agama di sekolah umum menuju High Performing Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) disekolah.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) memiliki nilai yang lebih dalam penanaman nilai-nilai dan karakter terhadap anak didik. Pendidikan Agama Islam adalah ujung tombak dari pembangunan karakter anak didik. Hal ini berkaitan dengan karakteristik Pendidikan Agama Islam yang mengedepankan pencapaian afektif atau sikap yang terlihat dari perilaku anak didik.

Pencapaian afektif atau lebih dikenal dengan istilah pencapaian nilai-nilai akhlak mulia menjadi hal yang menjadi perhatian Pendidikan Agam Islam dan Budi Pekerti. Pencapaian tersebut, bisa dilakukan manakala pencapaian pada level kognitif dan psikomotor lebih dahulu dilakukan. (mastery learning, ketuntatasan belajar).

Penanaman nilai yang dimaksud dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: melalui pembiasaan, kegiatan ekstrakurikuler, tugas terstruktur, tugas mandiri dan lain sebagainya. Semua itu bisa tercapai, jika ada kesamaan visi antara guru PAI-BP sebagai pelaksana dan penanggungjawab program penanaman nilai dengan pihak kepala sekolah sebagai pengelola.

Guru PAI-BP harus mengajukan program untuk penguatan dan penanaman nilai agama yang telah dirancang sebelumnya dan diajukan ke pihak sekolah (kepala sekolah) untuk dijadikan sebuah program bersama sekolah. Pihak sekolah memberikan dukungan dari mulai dimasukkannya program penanaman nilai agama dalam program sekolah, penyediaan sarana prasarana, pendanaan, dan dukungan sistem yang kuat serta pengawasan program.

Progam penanaman nilai keagamaan dalam bentuk program dan pembudayaan nilai-nilai keagamaan inilah yang dimaksud sebagai program religious culture. Program religious culture ini melingkupi seluruh aspek program sekolah yang mendukung penanaman nilai-nilai keagamaan  melalui berbagai kegiatan dan dukungan sarana dan prasarana.

Program penanaman nilai-nilai agama dan Budi Pekerti inilah yang dijadikan dasar untuk peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti  di sekolah umum meliputi kebijakan sekolah dalam menerapkan budaya keagamaan (religious culture),kelengkapan sarana prasarana pendukung seperti perpustakaan masjid/musholla, program yang menunjukkan penguatan terhadap religious culture, baik program intrakulikuler, ekstrakurikuler, maupun ko-kurikuler.

Pendidikan Agama Islam (PAI-BP) memiliki karakteristik berbeda. Karakteristik tersebut, secara intrinsik terdapat dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang mencakup aspek tauhid, fiqih, akhlak dan lainnya. Selain intrinsik, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga memiliki karakteristik tersendiri dengan mata pelajaran lain dalam pembelajarannya. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menitikberatkan pada aspek akhlak atau afektif dan psikomotorik yang lebih dominan. Sementara aspek kognitif menjadi dominan pada mapel lain.

Karakteristik tersebut, semakin menguat dalam proses pembelajaran, bila melihat potensi sekolah dan daerah. Meski secara intrinsik yang kemudian diterjemahkan dalam Standar Isi (SI) tidak memiliki perbedaan untuk mata pelajaran PAI-BP, namun ketika proses pembelajaran di sekolah, seorang guru harus menyesuaikan dan memodifikasi dalam proses pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan fasilitas sekolah, kreatifitas guru dalam proses pembelajaran, kondisi sosial ekonomi masyarakat (siswa) dan budaya daerah yang mengitari sekolah tersebut berada.

Modifikasi yang dimaksud adalah bila satu sekolah berada di lingkungan yang masyarakat (siswa) relatif belum bisa baca tulis Al Qur,an, maka guru tersebut harus melakukan kegiatan kegiatan pengayaan untuk aspek tersebut. Sebaliknya, seorang guru yang kebetulan sekolahnya memiliki fasilitas lengkap dengan lingkungan yang kondusif dan berstandar, guru tersebut diharapkan mampu mengembangkan kreativitas pembelajarannya.

Model Pengelolaan dan Pengembangan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Umum

Tujuan pendidikan agama Islam adalah Menumbuhkembangkan akidah melalui (1) pemberian, (2) pemupukan, dan (3) pengembangan pengetahuan, (4) penghayatan, (5) pengamalan, (6) pembiasaan, serta (7) pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaanya kepada Allah SWT; serta Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang (1) berpengetahuan, (2) rajin beribadah, (3) cerdas, (4) produktif, (5) jujur, (6) adil, (7) etis, (8) berdisiplin, (9) bertoleransi (tasamuh),(10) menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta (11) mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah (Permendiknas No 22/2016 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar    dan Menengah).

Peningkatan pengajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti disekolah umum dimaksudkan sebagai upaya pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui peningkatan pencapaian standar minimal pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Sekaligus upaya untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa yang dilakukan tidak hanya ketika proses pembelajaran saja. Penguatan dan fokus pencapaian ranah afektif khususnya dalam hal penanaman nilai-nilai keagamaan tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya dilakukan melalui program ekstrakurikuler, pembiasaan, tugas terstruktur dan tugas mandiri atau kelompok.

Peningkatan pengajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti disekolah umum tidak terlepas dari peran kepala sekolah dan guru PAI-BP. Keduanya memiliki fungsi sebagai 1) pencipta suasana kehidupan agama yang kondusif bagi siswa, staf, guru dan warga sekolah lainnya 2) mendorong semangat untuk melaksanakan misi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui keyakinan dan nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan dan dibiasakan dalam praktik sehari-hari  3) selain kepala sekolah penciptaan budaya agama di sekolah juga menjadi tanggungjawab warga sekolah untuk menciptakan lingkungan yang Islami menuju “HIGH PERFORMING PAI-BP”.

Strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan dan mengembangkan manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, mengintegrasikan kegiatan intra dan ekstra kurikuler dengan pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL), meningkatkan dukungan dan peran siswa, orangtua dan masyarakat/Institusi/Lembaga keagamaan yang termenej dalam sebuah sistem sekolah.

Ada 2 (dua) strategi yang ditempuh; Pertama, melalui cara diintegrasikan  dalam proses pembelajaran untuk pencapaian Kriteria Kompetensi Minimal (KKM) dinaikkan di atas rata-rata. Kedua melalui proses penanaman nilai yang dilakukan dengan pembiasaan, pengembangan budaya keagamaan. Penanaman nilai-nilai dan pengembangan budaya keagamaan ini diakutualisasikan dalam bentuk fisik dan  aktualisasi  program (non fisik) dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Strategi aktualisasi penanaman nilai secara fisik berkaitan dengan atribut fisik baik yang bersifat visual (kaligrafi, slogan, semboyan, tempelan gambar-gambar motivasi, gambar-gambar yang mendukung nilai Islami atau simbol-simbol keagamaan). Dapat juga melalui audio (qiraah murottal yang secara kontinuitas dan berkesinambungan diputar) sebelum jam pelajaran, sedang untuk kegiatan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang bersifat non fisik dilakukan dari hasil kerja siswa.

Strategi tersebut dilaksanakan dalam proses yang berkesinambungan dan systemic (saling berkaitan satu samalainnya). Dengan tujuan sekolah memiliki sistem yang baik untuk melakukan perbaikan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti secara berkelanjutan, setiap warga sekolah menjadi lebih baik keberagamaannya setiap waktu, Menggunakan yang terbaik dalam “pemikiran sistem” dan mengimplementasikan siklus Plan, Do, Study (lessen learn/refleksi), Act.

Proses yang systemic dan berkesinambungan ini diharapkan memunculkan high performance atau Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti unggulan dengan indikasi sebagai berikut : a) Siswa memiliki kemampuan tinggi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, b) Siswa mampu beradaptasi dengan tantangan abad 21, c) Tamatan, Uji Kompetensi/Praktik Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Kompetensi  keagamaan Siswa dan Budaya keagamaan sekolah memuaskan, d) Iklim sekolah sangat kondusif dalam membudayakan nilai-nilai keagamaan/akhlakul karimah/budaya Islam.  

Model-Model Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) Unggulan Pada Sekolah

Model-model Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Unggulan pada sekolah SD,SMP,SMA dan SMK di 10 provinsi hasil monograf adalah sebagai berikut:

Model  PAI-BP Unggulan  Sekolah Umum (Jenjang Sekolah Dasar /SD)

Model PAI-BP Unggulan untuk jenjang SD bisa dideskripsikan dalam dua hal, yang bersifat fisik (symbol-symbol keagamaan, sarana-prasarana) dan non fisik. Rinciannya sebagai berikut:

Model PAI-BP Unggulan Non Fisik, sebagai berikut:

  • Sholat berjamaah
  • Sholat dhuha Sanlat
  • Busana Muslim
  • Mengucapkan Salam
  • Kegiatan hari-hari besar Islam
  • Amal Jum’at/Amal Jariyah
  • Kegiatan Shalat Jum’at
  • Berjabat Tangan
  • Doa bersaama di sekolah
  • Doa Harian
  • Tadarus Al Qur’an
  • Loketa

 

Model PAI-BP-BP Unggulan yang Fisik:

Sarana:

  • Masjid/musholla
  • Laboratorium PAI-BP
  • Perlengkapan sholat
  • Kotak Amal
  • Alat peraga
  • Kaligrafi
  • Al Qur’an , Tafsir, Juz ‘Amma
  • Bimbingan Baca Tulis Al-Qur’an
  • Perpustakaan PAI-BP
  • Seni Islami (marawis, kasidah, dll)

Prasarana:

  • Buku paket
  • LKS
  • Instrumen pembiasaan pengamalan ajaran agama islam
  • Buku Penghubung
  • Kelengkapan administrasi

 

Indikator Kegiatan PAI-BP Unggulan di SD:

  1. Sholat zuhur berjama’ah dilakukan setiap hari dengn tujuan agar siswa terbiasa melakukan ibadah secara berjamaah baik dirumah, di masjid/musholla mapun dimana saja dia berada
  2. Sholat Jum’at/Kegiatan sholat jum’at dilakukan minimal 12 kali dalam satu semester, dal;am kegiatan ini target yang akan dicapai adalah siswa dapat merekap isi khutbah jum’at dan mampu mempresentasikan didepan kelas serta mengamalkan isi khutbah dalam kehidupan sehari-hari dan juga dapat melatih kedisiplinan dalam ibadah
  3. Kegiatan sholat dhuha untuk kelas IV, V, dan VI yang dilakukan seminggu dua kali setiap kelas. Tujuannya adalah untuk membiasakan siswa melakukan sholat dhuha dan shalat sunah lainnya serta mampu memahami tuuan sholat dhuha diantaranya: untuk mendekatkan diri kepada Allah, mohon banyak rizki yang berkah dan ilmu yang bermanfaat.
  4. Busana Muslim untuk seluruh siswa yang beragama Islam dengan tujuan agar siswa terbiasa menutup aurat sesuai dengan perintah agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mungkin akan membawa dampak positif dalam keluarga dan lingkungan. Busana ini digunakan setiap hari jum’at dan hari-hari besar Islam
  5. Kegiatan Hari Besar Islam (PHBI), tujuannya agar siswa mengenal hari-hari besar/bersejarah dan dapat mengambil iktibar dari peristiwa sejarah tersebut. Disampong itu agar siswa memahami dan dapat menyebutkan nama-nama hari, bulan dan tahun Islam.
  6. Do’a bersama di sekolah sasarannya untuk selutuh siswa pada setiap awal dan akhir KBM seluruh mata pelajaran setiap hari. Tujuannya agar siswa terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar baik disekolah, dirumah atau dimana saja dia berada
  7. Tadarus Al Qur’an untuk siswa kelas I dan II cukup dengan hafalan saja dengan dibimbing oleh guru sedangkan untuk kelas III sampai dengan kelas VI dilakukan dengan cara membaca Al Qur’an (masing-masing membuka kitab Al Qur’an) bersama dibawah bimbingan guru. Tujuannya agar siswa terbiasa bertadarus dirumah meskipun tanpa bimbingan guru. Mengerti cara meletakkan Al Qur’an di lemari buku. Dengan kegiatan ini berpengaruh pada sikap kejujuran dan akhlak mulia
  8. Pesantren Kilat bertujuan untuk membiasakan kterampilan merekan dan memahami ajaran agama Islam dengan cepat serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-har dengan kesadaran sendiri tanpa peringatan dari siapapun. Sasaran kegiatan ini untuk siswa SD  kelas IV, V dan VI. Type dan waktu disesuaikan.
  9. Mengucapkan salam bertujuan untuk membiasakan siswa ketika masuk rumah, sekolah  di mana saja dan kapan saja bertemu dengan sesame muslim atau dengan bapak dan ibu gurunya mmengucapkan/menyampaikan  Disamping itu siswa dapat membedakan salam terhadap sesame muslim dan non muslim. Dengan ini pula sisiwa mengetahui bahwa salam adalah termasuk do’a.
  10. Amal Jum’at/jariah maksudnya adalah untuk melatih siswa beramal/sedekah. Tujuannya membiasakan berinfak/bersedekah dengan menyisihkan uang jajannya, kelak dikemudian hari terhindar dari sikap kikir
  11. Berjabat tangan – Tujuannya agar siswa membiasakan diri bersikap hormat terhadap orang lain, orang yang lebih tua, orang tua, bapak dan ibu gurunya Dengan demikin siswa kelak menjadi orang yang bersikap tawaddu’.
  12. D0’a sehari-hari- Tujuan agar siswa terbiasa mengamalkan do’a sehari –hari dalam kegiatan hidup sehari hari dengan kesadaran sendiri tanpa diperintahkan oleh siapapun, misal sebelum dan sesudah makan. Sebelun dan sesudah tidur. Masuk da keluar kamar kecil/MCK, Mamakai pakaian. Keluar rumah. Naik kendaraan dsb.
  13. LOKETA-LOKETA adalah kepanjangan dari Lomba Ketrampilan Agama. Sasarannya terhadap siswa yang telah berkemampuan, berprestasi dan yang berbakat dalam bidang agama. Tujuannya untuk menumbuh kembangkan serta membangkitkan semangat minat dan bakat siswa dalam bidang ketrampilan Agama dan seni Islam. Misal:
    • MTQ (Tilawah/qira`ah, murattal, MHQ, sari tilawah. Menyalin huruf Asl Quran) munfarid maupun berjama’ah.
    • Azan subuh
    • Shalat fardlu miunfarid maupun berjama’ah
    • Pildacil
    • Cerdas cermat
    • Qosida, marawis

 

Indikator kegiatan PAI-BP Unggulan dari aspek Fisik :

Sarana, meliputi hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan KBM:

  • Masjid/mushalla- tujuannnya untuk membiasakan siswa menggunakan masjid/mushalla untuk melaksanakan ibadah shalat berjama’ah, shlat dhuha dan shalat sunnah lainnya, dan kegiatan ibadah lainnya.
  • Perlengapan alat shalat- Tujuannya untuk memudahan siswa elaksanakan ibadah shalat munfarid maupun berjama’ah.
  • Alat perga ibadah- Tujuannya untuk memudahnya belajar siswa dalam mengikuti KBM PAI-BP. Alat peraga tersebut meliputi gambar kegiatan berwudu, do’a stetelah b erwudu, kaifiyat shalat, do’a-do’a/bacaan shalat,tatacara zikir da’a, huruf hijaiyah, transliterasi huruf hijaiyah, lingkungan hidup, silaturahim dan gambar pendukung lainnya (dalam bentuk flouchart/gambar maupun CD).
  • Al Quran, tafsir dan Juz ’Amma- Tujuannya untuk kegiatan tadarrus dan KBM PAI-BP. Dengan adanya siswa terbiasa membuka Al Qur`an, tafsir dan juz ’amma akan menumbuhkan kecintaannya untuk memdalami, menghayati an mengamalkan isi kandungan wahyu Allah SWT, Baik dalam bentuk fisik maupun digital (vidio/audio).
  • Perpustakaan PAI-BP- Tujuannya agar terbiasa membaca dan mencari bahan- bahan yang berkaitan dengan KBM dari buku-buku/CD yang relevan dengan.
  • Laboratorium PAI-BP – Tujuanna untuk tempat praktikum kegiatan PAI-BP seperti pendalalamn seni islami.
  • Kotak amal- Tujannya untuk membiasakan siswa gemar untuk berinfaq dan sadaqah demi keperluan agama dan keagamma di sekolah.
  • Kaligrafi – Tujuan diperuntukkan menumbhkembankan kreatifitas seni yang islami.
  • Bimbingan Baca Tulis Al Qur`an – Tujuannya untuk menumbuhkembangkan minat baca tulis al quran dalam rangka meluruskan cara membaca dan menulis huruf Al Quran dengan baik dan benar.
  • Alat-alat kesenian Islami –Tujuannya adalah sebagai sarana dan menumbuhkembangkan kreatifitas dalam kegiatan seni yang islami dfan sipa untuk berkompetisi dalam menampilkan seni-seni yang islami.

 

Prasarana

Prasarana dimaksud adalah untuk sebagai prsyarat KBM PAI-BP, sehingga akanterlaknasakan secara optimal yang berhasil guna dan berdaya guna

  • Buku paket (untuk guru dan siswa):
    • Buku peket siswa – Tujuannya untuk memcapai keberhasilan KBM yang harus dicapai oleh siswa dalam mengembangkan pribadinya.
    • Buku paket guru – Tjujuannya untuk dijadikan guru dalam pelaksanaan KBM PAI-BP serta mengembangkan pribadi Guru PAI-BP masing-masing.
  • Buku LKS. – Tujuan untuk sarana melatih dan mengasah ketrampilan siswa dalam menyerap materi yang telah dibahas baik di kelas maupun di tempat lainnya.
  • Instrumen pembiasaan pengamalan ajaran agama islam/praktikum. Tujuannya untuk membantu sisw adalam melaksanakan KBM baik dalam kelas maupun di luar kelar, disamping itu berfungsi sebagai kontrol kegiatan keseharian siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  • Buku Penghubung – Tujuannya sebagai sarana komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua murid tentang keadaan siswa demi keterlaksanaan KBM yang efektif dan effesien, disamping itu untuk menumbuhkan tanggung jawab orang tua di dalam mendidik anak.
  • Kelengkapan administrasi – Tjuannya berfungsi untuk memantau kegiatan tahap demi tahap sehingga potret siiswa dan kehgiatan yang dikerjakan oleh Guru PAI-BP dapat terbaca dengan jelas. Dari kegiatan itu dapat dirumuskan tindak lanjut pembinaan siswa dan Guru PAI-BP yang bersangkutan dalam rangka mencapai PAI-BP unggulan.

 

Model PAI-BP Unggulan di Sekolah Umum (Jenjang SMP)

Secara umum kegiatan keagamaan di SMP memiliki kesamaan. Namun kualitas, intensitas, target dan model pengembangannya disesuaikan dengan usia psikologis siswa SMP. Kegiatan fisik dan non fisik PAI-BP unggulan di SMP lebih ditekankan pada aspek kegiatan ekstrakurikuler melalui kegiatan Bimbingan Rohani dan kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis). Selain tetap memperhatikan keunggulan pada proses di kelas (KBM).

Karakteristik PAI-BP Unggulan di sekolah bisa dilihat dari kegiatan:

Kegiatan Ekstrakurikuler : Binroh dan Rohis meliputi bidang:

  • keorganisasian baik secara struktur maupun program organisasi yang tertata rapi. Ada bukti fisik bagan struktur, program kerja organisasi Binroh atau Rohis, peran dan tugas masing-masing personil
  • Pengelolaan kegiatan Binroh atau Rohis yang memiliki variasi, berkaitan dengan kurikulum dan program sekolah, keterlibatan yang intensif dari warga sekolah lainnya,mewadahi ruang kreatifitas bagi guru dan siswa dalam pengembangan diri.
  • Volume kegiatan yang maksimal dan terjadwal.
  • Imbas dari kegiatan Binroh dan Rohis bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekolah dengan indikasi adanya dukungan dan terciptanya terhadap kultur kehidupan beragama yang kuat.

Aspek Pendidik dan Tenaga Kependidikan

  • Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang meliputi semua Guru PAI-BP di sekolah berkualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau Diploma empat (D IV), Semua Guru PAI-BP di sekolah berlatar belakang pendidikan tinggi yang sesuai dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Jumlah Guru PAI-BP mencukupi dengan beban tugas minimal 24 jam perminggu.
  • Pengembangan Tenaga Kependidikan meliputi : Adanya program pelatihan internal peningkatan kemampuan profesional guru PAI-BP
  • Adanya program internal peningkatan kemampuan guru melalui jalur pendidikan formal
  • Adanya upaya peningkatan kemampuan guru/staf melalui kegiatan keilmiahan (Work Shop,Seminar,Lomba dan lain-lain)
  • Adanya apresiasi dari sekolah terhadap Guru PAI-BP yang berprestasi.

Aspek Pemanfaatan Tenaga Kependidikan meliputi:

  • Adanya guru-guru mata pelajaran lain dan tenaga kependidikan lain yang mendukung pengembangan PAI-BP di sekolah.
  • Sesuai dengan jenjang, jenis, dan spesialisasi pendidikan
  • Sesuai dengan jam wajib mengajar guru, termasuk untuk tugas-tugas lain yang relevan di sekolah.

Aspek Pembinaan Tenaga Kependidikan meliputi : 

  • Pembinaan karir guru dan tenaga kependidikan lainnya.
  • Pengembangan potensi guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk menjadi anggota Asosiasi Profesi sesuai dengan bidang keahliannya

Aspek Evaluasi Tenaga Kependidikan meliputi :

  • Adanya evaluasi berbasis kinerja
  • Hasil evaluasi dimanfaatkan untuk memberkan masukan atau rekomendasi kepada pihak terkait.

Aspek output/outcome meliputi :

  • Tamatan yang meliputi tingginya prosentase kelulusan ujian PAI-BP 2 tahun terakhir, Tingkat pencapaian rerata Nilai USBN PAI-BP tahun terakhir.
  • Uji Kompetensi/Praktik PAI-BP meliputi : tingginya prosentase mengikuti ujian kompetensi/praktik dilihat dari nilai, Tingkat kelulusan uji kompetensi/praktik PAI-BP dilihat dari nilai
  • Kompetensi keagamaan siswa/tamatan meliputi : Tingkat keberhasilan penguasaan hafalan Al-Qur’an (juz amma) siswa/tamatan mencapai target yang telah ditetapkan, tingkat keberhasilan siswa/tamatan dalam mengikuti loketa/lomba, Tingkat prosentase siswa/tamatan yang berprestasi dan atau melanjutkan pendidikan dua tahun terakhir serta aktiv dalam kegiatan keagamaan

Aspek kegiatan belajar mengajar yang terdiri atas :

  • Kelengkapan dan pemahaman, serta pemanfaatan dokumen kurikulum Sekolah yang meliputi : Kelengkapan dokumen silabus PAI-BP dan secara lengkap, Adanya hasil analisis standar isi,standar kelulusan,SK/KD PAI-BP berdasarkan acuan operasional penyusunan silabus, Silabus PAI-BP disusun dan dikembangkan oleh Guru PAI-BP disekolah yang bersangkutan.
  • Persiapan Pembelajaran yang terdiri atas kemampuan guru PAI-BP dalam Menyusun RPP melalui proses : Analisis dan program pengembangan PAI-BP, Ketersediaan rencana program pembelajaran (RPP) PAI-BP dan pengembangan PAI-BP yang disusun Guru PAI-BP ,Bahan Ajar,Media Pembelajaran dan Alat peraga, Sinkronisasi program pembelajaran di kelas dengan program ekstrakurikuler PAI-BP, Ketersediaan media pembelajaran PAI-BP berbasis IT.
  • Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) PAI-BP di sekolah yang terdiri atas : kualitas proses pembelajaran PAI-BP, tercapainya prinsip belajar tuntas dalam mata pelajaran PAI-BP, Ketersediaan buku pegangan dan referensi siswa yang sesuai dengan kebutuhan (1:1 siswa), Adanya kegiatan perbaikan dan pengayaan dalam pembelajaran PAI-BP, Adanya keterkaitan KBM PAI-BP di sekolah dengan penyiapan siswa praktik keagamaan di rumah,dimasyarakat, Tingkat keaktifan, antusiasme dan keseriusan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran PAI-BP, tingginya Keterlibatan warga sekolah dalam pembiasaan praktik keagamaan dan akhlak mulia disekolah.
  • Pelaksanaan KBM di Luar Sekolah/Kelas terdiri atas Intensitas bimbingan dan monitoring kegiatan praktikum agama, Keluwesan waktu pelaksanaan praktikum agamaa.
  • Evaluasi Pembelajaran PAI-BP terdiri atas : terlaksananya evaluasi belajar baik dari ranah cognitif, psikomotor dan afektif, adanya penilaian yang integratif antara sekolah dan pihak orang tua di rumah, adanya pengembangan hasil evaluasi untuk peningkatan mutu pembeajaran.
  • Menerapkan prinsip Pendidikan Multikultur dalam KBM PAI-BP yang menjadi bagian dari materi pembelajaran, materi evaluasi dan memiliki bahan/referensi pendidikan multikultur.

Pengembangan PAI-BP unggulan tersebut berkaitan dengan penyusunan program yang telah dirancang oleh guru PAI-BP. Penyusunan program tersebut baik yang berhubungan dengan proses KBM. Kegiatan pengembangan budaya agama melalui ekstrakurikuler dan intrakurikuler, dan Kegiatan pembiasaan.

Program tersebut bisa dilihat dari matrik contoh program pengembangan kegiatan PAI-BP Unggulan melalui pengembangan silabus afeksi : (lihat lampiran)

 

Model PAI-BP Unggulan pada Sekolah Umum (Jenjang SMA/SMK)

Model Pendidikan Agama Islam Unggulan di SMA/SMK dapat dilihat dari segi fisik dan non fisik.

Aspek fisik,  antara lain:

  • Memiliki mesjid atau mushalla yang memadai. Sarana ini sangat penting agar peserta didik khususnya, dan warga sekolah pada umumnya dapat melaksanakan praktik dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Besarnya mesjid/mushalla tentu disesuaikan dengan jumlah peserta didik di sekolah tersebut. Selain itu, letak mesjid/mushalla tersebut hendaknya di tempat yang strategis.
  • Perlengkapan ibadah di mesjid/mushalla yang memadai, antara lain berupa sajadah, kitab suci Al-Quran, terjemahan Al-Quran, perpustakaan mesjid yang berisikan buku-buku agama, dan sebagainya.
  • Tempat wudhu’ yang memadai disertai air yang cukup. Hal ini juga penting karena waktu istirahat relative sebentar, jangan sampai waktu habis untuk antri.
  • Ruang laboratorium agama dengan berbagai isi dan perlengkapannya. Pengadaaan lab agama tentu sangat tergantung pada kemampuan sekolah.
  • Naskah Silabus dan RPP PAI-BP sebagai pengembangan dari Standar Isi. Silabus dan RPP PAI-BP disusun dan dikembangkan secara mandiri oleh sekolah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah dan memperhatikan tahap perkembangan kejiwaan peserta didik
  • Alat-alat praktik dan peraga PAI-BP, seperti boneka dan kain kafan untuk pengurusan jenazah, Ka’bah mini, jamarat, dan pakaian ihram yang digunakan untuk manasik haji.
  • Al-Quran dengan jumlah yang mencukupi, baik yang disimpan di ruang kelas untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di kelas, maupun yang disimpan di mesjid/mushalla sebagai bahan bacaan bagi setiap pengunjung mesjid/mushalla.
  • Buku PAI-BP, Modul, buku Latihan Kegiatan Siswa dan Buku Praktik sebagai bahan ajar tertulis/cetak yang dibutuhkan peserta didik.
  • Busana muslim di kalangan guru dan peserta didik di lingkungan sekolah secara maksimal. Hal ini sebagai wujud pengamalan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dan pengembangan etika dan moral dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Penulisan kalimat-kalimat thayyibah, kata-kata hikmah, dan kaligrafi di lingkungan sekolah. Hal ini merupakan bagian dari religious culture di lingkungan sekolah.
  • Kotak amal di setiap kelas dan di tempat-tempat tertentu sehingga peserta didik dapat terbiasa berinfak guna pengembangan sifat social di kalangan peserta didik.
  • Lingkungan yang bersih dan nyaman di lingkungan sekolah, seperti di ruang belajar, tempat ibadah, tempat wudhu’, perpustakaan, kantin sekolah, dan tempat-tempat lainnya.
  • Dana yang memadai untuk kegiatan keagamaan dan pengembangan PAI-BP. Dana untuk pengadaan sarana prasarana keagamaan dan pengembangan kegiatan keagamaan dianggarkan dalam RKS/RKAS yang bersumber Pemerintah dan dari masyarakat.

Aspek Non fisik, antara lain :

  • Visi dan misi sekolah berlandaskan iman dan taqwa (Imtaq). Indikator pencapaiannya dirumuskan secara jelas dan konkrit
  • Standar Isi Pendidikan Agama Islam terlaksana dengan baik dan SKL tercapai secara maksimal.
  • Proses pembelajaran PAI-BP diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
  • Media pembelajaran berbasis IT. Dalam pembelajaran PAI-BP, di samping menggunakan media yang sudah terbiasa, juga sudah mengembangkan media pembelajaran yang berbasis IT, seperti power point. Di samping itu pembelajaran PAI-BP juga sudah memanfaatkan internet.
  • Adanya ekstra kurikuler agama dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti Intensifikasi baca tulis Al-Quran. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan membagi peserta didik ke dalam 3 kelompok, yakni :
  • kelompok pemula. Ini untuk peserta didik yang belum bisa sama sekali baca tulis Al-Quran.
  • kelompok menengah. Ini untuk peserta didik yang sudah mampu membaca Al-Quran, tetapi belum lancar. Perlu bimbingan untuk memperlancar bacaan.
  • kelompok mahir. Ini untuk peserta didik yang sudah lancar membaca Al-Quran, dan berminat untuk pengembangan iramanya. Untuk membimbing irama/lagu ini, bisa mendatangkan tenaga pengajar dari luar.
  • Pembacaan Asmaul Husna dan Tadarrus Al-Quran dilakukan secara rutin setiap hari di kelas sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan ini dapat dipandu oleh guru atau ketua kelas. Sedangkan peserta didik yang beragama lain dapat membaca kitab sucinya masing-masing.
  • Shalat zhuhur berjamaah secara rutin di mesjid/mushalla sekolah. Sekolah mengatur waktu istirahat dengan memperhatikan masuknya waktu shalat zhuhur. Selain itu, peserta didik rajin melakukan shalat dhuha ketika istirahat pertama.
  • Sekolah mengadakan shalat jumat di mesjid/mushalla sekolah secara rutin. Khatib Jumat selain dari guru-guru dan karyawan, juga menampilkan siswa yang dianggap sudah mampu. Sedangkan bagi peserta didik wanita diberikan ceramah keputrian di tempat yang terpisah..
  • Rohani Islam (Rohis) aktif dengan berbagai program kegiatan seperti latihan dasar kepemimpinan Rohis, kajian agama Islam, dan sebagainya.
  • Peringatan Hari-hari Besar Islam (PHBI) terprogram dan terlaksana dengan baik
  • Pesantren Kilat bagi peserta didik terprogram dan terlaksana dengan baik. Pesantren kilat dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah jika memungkinkan dan dapat juga di luar sekolah.
  • Kegiatan Ramadhan terlaksana dengan baik, seperti tarawih keliling di mesjid-mesjid di sekitar sekolah, Berbuka puasa bersama anak-anak yatim, pengumpulan dan pembagian zakat fitrah, dan sebagainya.
  • Muhadharah atau sejenisnya yang dilakukan sebulan sekali atau 2 minggu sekali. Kegiatan ini merupakan wahana bagi siswa untuk latihan berpidato.
  • Pembiasaan positif di lingkungan sekolah, yang meliputi penyambutan siswa di pintu gerbang, bersalaman, ucapan salam dan berdoa setiap mengawali dan mengakhiri pembelajaran di kelas.
  • Pengumpulan infaq dan sadaqah secara rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih peserta didik terbiasa berinfaq/beramal dan terhindar dari sifat kikir.
  • Melakukan kegiatan bakti sosial, terutama untuk masyarakat yang baru ditimpa musibah dan masyarakat yang tergolong miskin.
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat sekitar dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.
  • Adanya dukungan eksternal untuk kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah, seperti dukungan dari komite sekolah, Dinas Pendidikan, Kemenag kota, MGMP PAI-BP, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam, dan sebagainya.
  • Kegiatan mentoring dan pelatihan mentor. Kegiatan ini sangat baik untuk mengatasi kekurangan jam pelajaran PAI-BP yang hanya 2 jam pelajaran perminggu.
  • Adanya berbagai lomba keagamaan di sekolah, dan/atau mengirim siswa untuk mengikuti berbagai lomba keagamaan yang diadakan oleh instansi/lembaga lain.
  • Adanya ta’lim guru-guru dan karyawan secara rutin di sekolah. Kegiatan ini sangat bagus untuk menambah wawasan keagamaan guru-guru dan meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar sesama guru di sekolah

Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti unggulan di sekolah umum dapat mendorong peserta didik untuk taat menjalankan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan agama Islam sebagai landasan etika dan moral dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti unggulan di sekolah umum dapat membangun sikap mental peserta didik untuk bersikap dan berprilaku jujur, amanah, disiplin, bekerja keras, mandiri, percaya diri, kompetitif, kooperatif, tulus, dan bertanggungjawab.

Pendidikan Agama Islam unggulan di sekolah umum dapat mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang  berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil,etis,berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Bekasi, 1 Mei 2017

 

 

 

 

Drs. H. Ahmad Sholeh Dimyathi, MF., MM. (biasa dipanggil Pak Kyai) lahir di Pati, Jawa Tengah, 17 Oktober 1954. Prestasi yang berhasil dicapainya meliputi pemenang utama Lomba Kreativitas Guru (LKG) tingkat nasional tahun 1997, guru teladan tingkat Jakarta Timur tahun 2000, pemenang II Lomba Kreativitas Guru (LKG) tingkat nasional tahun 2001 dan 2002, guru berprestasi dan berdedikasi luar bisa tingkat nasional tahun 2005, kepala sekolah berprestasi nasional tahun 2006, dan pengawas berprestasi terbaik 2 tingkat DKI Jakarta tahun 2014. Dalam kepangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) berhasil meraih pangkat pembina utama dengan golongan IV E. Pangkat dan golongan ini bagi PNS yang berkarir dari seorang guru, merupakan prestasi yang sulit dicapai. Pada tahun 2004 ia meraih Satya Lencana Pendidikan Guru Berprestasi dan Berdedikasi dari Menteri Pendidikan Nasional. Saat ini menjadi Dewan Pembina Pengurus Pusat Agupena (Asosiasi Guru Penulis Indonesia).

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh

Mind Map dan Aikido

Oleh: Yudhi Kurnia Bagi para praktisi pendidikan tentunya tidak akan asing lagi
Go to Top