Anggota Agupena Kota Baubau Menjadi Pemakalah dalam Seminar Internasional

Rubrik Berita/Kegiatan Oleh

Anggota Agupena Kota Baubau Menjadi salah-satu Presenter/Pemakalah dalam Seminar Internasional yang dilaksanakan oleh Universitas Dayanu Ikhsanuddin di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara Indonesia

Oleh Ainun Zaujah, S.Sos.,M.Si
(Dosen Sosiologi Fisip Unidayan, Anggota Agupena Kota Baubau, SULTRA)

Universitas Dayanu Ikhsanuddin melaksanakan seminar Internasional di Hotel Rajawali kota Baubau pada tanggal 29 April 2017, acara yang berlangsung pukul 09.00-17.00 ini mengangkat tema “Manajemen, Pendidikan dan Kewirausahaan dalam Persaingan Global dengan menghadirkan empat (4) keynote speakers, yaitu:

1.Dr. Sanihu Munir, MPH [Indonesia],
2.Prof. Graham Murray, M.Ed., FCIPD [United Kingdom],
3.Prof. Abdul Rahman bin Ayub[Malaysia], dan
4.Prof. Aahad M. Osman-Gani, Ph.D [Bangladesh]

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan empat (4) negara, dan dilanjutkan dengan presentasi dari empat (4) keynote speakers dari Inggris, Malaysia, Bangladesh dan Indonesia. Acara ini dibuka dengan resmi oleh Walikota Baubau Dr. AS.Thamrin, MH dan dihadiri oleh wakil walikota Baubau Wa Ode Maasra Manarfa, S.Sos.,M.Si.

Seminar internasional ini dipandu oleh moderator DR.Hanafia,M.Pd (Ketua program studi Bahasa Inggris di FKIP Unidayan), dan presentasi pertama disampaikan oleh Prof. Graham Murray. Prof.Murray memulai presentasinya tentang tips bagi para graduate untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di luar negeri,Murray mengatakan:“Sangat susah bagi para lulusan untuk mencari pekerjaan sesuai bidang mereka, posisi manager juga semakin kecil karena peluang itu semakin stagnan. Kami mencari calon karyawan yang memiliki keunikan yang khas, saya menyebutnya branding personal. Saya tidak melihat pencapaian akademis saja, pencapaian akademis bukan hal terpenting bagi saya. Saya akan mempelajari CV para graduate dan saya akan melihat apakah mereka memiliki keahlian yang bisa ditawarkan pada perusahaan saya. Banyak sekali dari para lulusan yang berkata mereka tidak punya pengalaman, dan mereka harus mencari pengetahuan ini, di luar pengalaman akademik mereka. Bagi saya, calon pekerja yang saya cari adalah calon manajer yang memiliki beberapa skill, antara lain adalah kemampuan berkomunikasi yang baik dan kecerdasansocial”Ungkap Murray.

Selanjutnya presentasi disampaikan oleh Prof. Abdul Rahman bin Ayub [Malaysia] mengatakan, “Tidak mudah untuk merubah mental manusia. Program revolusi mental adalah pekerjaan rumah kita bersama. Karena sebenarnya tantangan itu bukan datang dari luar, tetapi dari dalam diri kita sendiri. Untuk mengubah mental, sangat sukar, Malaysia sedang bergerak maju menuju transformasi tersebut. Untuk menggerakkan tarnsfrmasi kita membutuhkan dukungan banyak pihak.”

Presentasi ketiga oleh Prof. Aahad [Bangladesh]. Materi yang dipresentasikan tentang Kompetensi budaya dan kepemimpinan global. Dalam pemaparannya Prof.Aahad mengatakan , “Saat berkomunikasi, ada beberapa hal yang tidak pernah terpikirkan, dan kita anggap masalah kecil, yaitu intercultural communication flop. Abad ini, seorang manajemen eksekutif puncak (CE) harus memiliki kemampuan memahami lingkungan internasional, pengetahuan tentang budaya juga adalah hal yang sangat penting. Agar tidak terjadi culture shock. Maka, dibutuhkan skill tentang kecerdasan budaya. Empat point penting dari cultural intelligences adalah pengetahuan, strategi, motivasi dan perilaku”

Presentasi keempat disampaikan oleh Dr. Sanihu Munir, MPH [Indonesia]. Dr. Sanihu banyak menyajikan data tentang kondisi SDM perawat di Sulawesi tenggara dan membandingkannya dengan SDM perawat di Manila. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah, agar menerapkan strategi yang baik untuk peningkatan kualitas SDM Perawat di Indonesia.

Presentasi karya Ilmiah dilaksanakan pada sesi ke-2 seminar Internasional Unidayan
Setelah sesi pertama berakhir, acara dipending dengan agenda istirahat-sholat dan makan siang. Kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi karya ilmiah yang dipresentasikan oleh delapan (8) presenter/pemakalah. Empat (4) pemakalah dari pihak eksternal Unidayan, dan empat (4) pemakalah yang dilakukan oleh empat (4) dosen Unidayan, yaitu Dinna dayana La Ode Malim(dosen Fakultas Hukum Unidayan), Rizal Arisman (dosen FKIP Bahasa Inggris), Dr.Zainul (dosen Administrasi Unidayan), dan Salah satu karya ilmiah anggota Agupena dari kota Baubau, sekaligus sebagai Dosen Fisip di Unidayan Ainun Zaujah, terpilih oleh panitia untuk dipresentasikan dengan judul “Strategi manajemen eksekutif puncak dalam pengembangan sumber daya manusia rumah sakit di Kota Baubau”.

Semoga lewat seminar internasional ini semakin meningkatkan daya saing UNIDAYAN, untuk dikenal oleh Nasional dan di kancah Internasional. Maju Unidayan, Unggul dalam Ilmu pengetahuan, terpuji dalam akhlak dan budaya.

AGUPENA sebagai organisasi yang berkontribusi positif dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia
Saya mengenal AGUPENA lewat guru menulis saya semasa kuliah di Unhas 2002-2006. Beliau adalah senior saya di FISIP Unhas, pak Yanuardi Syukur. Sejak bergabung sebagai anggota AGUPENA, saya yang berasal kota Baubau, salah-satu nama daerah di Indonesia yang terkenal dengan Benteng Keraton Buton (Benteng terpanjang di dunia), membuat saya banyak mendapat motivasi berharga bahwa di tengah keterbatasan, di tengah krisis yang melanda Indonesia kita tetap bisa berkarya lewat pendidikan. Potensi kita bisa tumbuh dan teraktualisasikan dengan maksimal jika kita mau menjadi pembelajar. Moment 29 April  2017 ini, adalah pengalaman pertama dalam hidup saya. Sebuah pencapaian yang tidak pernah masuk dalam daftar impian. Maka saya menyebutnya hadiah dari langit. Semua penuh dengan kejutan-kejutan istimewa, sejak saya memasukkan karya ilmiah ke panitia, hingga sehari sebelum pelaksanaan seminar internasional saya mendapat pesan singkat dari ketua panitia bahwa saya terpilih sebagai salah-satu presenter, hingga penampilan saat seminar. Semua adalah berkah dari Allah SWT untuk semua ikhtiar panjang selama ini, atas perjuangan saya menyelesaikan karya ilmiah dengan penuh kesungguhan dan kejujuran serta jasa para pembimbing.

Kesan yang saya peroleh lewat Seminar Internasional di Unidayan
Saya duduk di sebuah kursi diantara ratusan kursi yang tersedia. Namun, pemikiranku seolah-olah sedang melakukan perjalanan ilmiah ke Inggris lewat presentasi Prof.Murray yang sangat inspiratif tentang persiapan/bekal graduate memasuki dunia kerja dan menembus persaingan global. Lalu, pikiran dan imajinasiku menuju ke Malaysia, Bangladesh, dan Indonesia.

Ini Pengalaman Pertamaku Mengikuti Seminar Internasional
Tanganku tak berhenti menulis, sayang jika ilmu yang sangat bagus dari para pakar terlewatkan. Tanganku masih terus menulis hingga semua pemateri selesai menyampaikan presentasi. Saya paling suka menulis langsung ilmu yang saya dengarkan, dengan tanganku sendiri, ketimbang meminta soft copy pada panitia, karena bagiku ada berkah tersendiri jika ilmu itu kita peroleh lewat sebuah perjuangan khusus yaitu menuliskannya dengan tangan sendiri. Manfaat yang saya rasakan adalah pemahaman yang baik dari ilmu yang telah saya pelajari, dan saya selalu bersemangat untuk mebagikan ilmu tersebut pada orang lain.

Yang paling seru adalah saat semua peserta dimohon untuk berdiri. Untuk mendengarkan lagu kebangsaan empat (4) negara. Wow amazing … Akhirnya bisa mendengarkan lagu kebangsaan Inggris, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia Raya tentunya.

Materi yang sangat sesuai dengan bakat dan passionku adalah materi yang disampaikan Proff.Murray dari Inggris. Materi tersebut akan saya jadikan pelengkap naskah buku yg sedang saya garap, Semoga Allah Ridhoi ikhtiar ini. Ini impian saya yang belum terealisasi yaitu Menerbitkan  buku. Semoga naskah buku ku nanti , bisa membuka jendela dunia bagi siapapun yang membutuhkannya, Mengabadikan pemikiran tentang banyak kisah dan inspirasi, meninggalkan jejak-jejak berharga bagi anak-cucu kelak, Meninggalkan harapan baik bagi generasi muda. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top