Home » Opini » Kecerdasan Sosial » 311 views

Kecerdasan Sosial

Rubrik Opini Oleh

Oleh: La Ode Mu`jizat (Anggota AGUPENA dari Kota Baubau)

“Beritahu temanmu yang di tempat parkir itu, bahwa kamu akan keluar menemuinya 2 (dua) menit lagi.”Tegas Prof. Graham Murray pada seorang pelamar kerja yang sedang diwawancarainya.

Pria setengah baya asal United Kingdom yang memiliki perusahaan besar di beberapa negara itu kesal bukan kepalang.Betapa tidak, saat sesi wawancara kerja sedang berlangsung, calon karyawan itu tiba-tiba mengangkat hp-nya yang berdering. Lalu dengan isyarat tangan, ia menyuruh Murray yang sedang menanyainya untuk berhenti sejenak.

“Tunggu sebentar ya, 20 menit lagi Saya akan ke tempat parkir.” Begitu ia menjawab panggilan telpon, tepat dihadapan pemilik perusahaan yang sedang mewawancarainya. Dan…. kita sudah tahu bersama apa yang lalu diucapkan Sang Professor padanya.

Well, betapa sering kita saksikan, dalam sebuah diskusi, rapat, pengajian, perkuliahan, pertemuan, dan lain sebagainya, orang-orang begitu asyik mengirim sms, membuat status di facebook, berkicau di twitter, berbalas pantun di WA, padahal saat itu pimpinan atau sahabat sedang berbicara dihadapan.

Apakah ini adalah kebiasaan yang tak baik?Jawabannya adalah beberapa dari kita sedang mengalami masalah dalam hal kecerdasan sosial.Etika berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama yang mulai luntur.Setidaknya begitu yang terjadi dalam beberapa pertemuan yang kuhadiri.Baik resmi maupun tidak.

Kecerdasan sosial adalah juga tentang etika dalam berinteraksi dengan sesama. Soal sikap atau penghargaan dalam berkomunikasi dengan orang di hadapan Anda. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top