Home » Opini » Meaningful Life » 295 views

Meaningful Life

Rubrik Opini Oleh

Oleh: La Ode Mu`jizat (Anggota AGUPENA dari Kota Baubau)

Arti kata ‘meaning’ dalam bahasa Indonesia adalah “maksud/arti”. Sementara ‘Meaningful’ dalam kamus Inggris-Indonesia (John M. Echols & Hassan Shadily) adalah “berarti, penuh dengan arti”.

Guy Kawasaki, Co-Founder Apple pernah berkata: “Kejarlah meaning. Jangan kejar karir demi uang.Sebab, kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga.Kalau kalian kejar ‘meaning’, maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”

Rhenald Kasali, Founder Rumah perubahan Indonesia, dalam artikelnya yang berjudul ‘Uang atau Meaning’ berkata: “Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang Anda sebut sebagai Branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cepat kaya.”

Menurut pendapat Saya, salah satu contoh dari ‘Meaning’ itu seperti yang diucapkan oleh Toi, seorang ibu pengidap kanker (dalam artikel Saya yang berjudul ‘Sebuah Pesan dari Toi): “kehidupan yang berharga bulanlah hidup bergelimang harta, bukan hidup mencari kehormatan, bukan pula hidup dengan umur yang panjang.”

“Tapi hidup yang berharga adalah kehidupan dimana engkau menjadi seorang manusia yang berharga dan sebuah kehidupan dimana engkau dapat membuat orang lain berharga juga.”

Menurut Prof. Martin Selingman (Bapak Psikologi Positif), sebagaimana dikutip oleh Abah Rama dalam bukunya yang berjudul ‘Talents Mapping’, bahwa kebahagiaan memiliki tiga tingkatan. Pertama adalah ‘Pleasant Life’, dimana hidup yang berkualitas adalah yang memberikan kesenangan.

Kedua adalah ‘Good Life’.Kebahagiaan pada tingkatan ini tidak bisa dirasakan seperti halnya pada tingkat pertama.Begitu asyiknya seseorang melakukan aktivitas sehingga waktu seakan berhenti.Ini terjadi bila seseorang melakulan aktivitas yang disukai, yang terkait dengan minat dan bakat seseorang.

Tingkatan hidup yang ketiga adalah ‘Meaningful Life’ atau hidup yang bermakna. Karakteristik hidup bermakna seluruhnya sama dengan hidup yang baik. Namun ada ciri tambahan yang membedakannya, yakni adanya tujuan memberi makna bagi orang lain dan lingkungan.

Kata Abah Rama, perasaan bahagia pada ‘Meaningful Life’ ini sulit untuk dijelaskan, sebab tidak semua manusia bisa merasakannya. Berbeda dengan kebahagiaan tingkat pertama yang tidak memerlukan bakat untuk merasakannya, kebahagiaan tingkat kedua dan ketiga melibatkan bakat dalam pencapaiannya.

Akhirnya Abah Rama Ryani berpesan: “kebahagiaan hakiki hanya dapat dirasakan oleh mereka yang telah mencapai tingkat meaningful life.” ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top