Pendidikan dalam Bingkai Kebudayaan

Rubrik Pendidikan Oleh

OLeh: Dwi Surti Junida, S.Sos., M.Si.
(Dosen Luar Biasa di Fakultas Usuluddin dan Filsafat Politik Jurusan Ilmu Aqidah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Alauddin Samata Kabupaten Gowa)

Dwi Surti Junida bersama keluarganya (dokumen pribadi)

Tingkah laku individu dalam kehidupan sosialnya selalu dibarengi dengan sistem-sistem ideal sebagai sistem yang tumbuh dan berkembang. Dalam keluarga, orangtua harus mampu mengajarkan kebudayaan mereka lalu memahamkan budaya di tengah-tengah masyarakat dan mengajarkannya berbagai kejadian atau fenomena sosial hingga sang anak mampu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam hidupnya. Keluarga adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia, posisinya sangat penting dalam pemberian segala bentuk kasih sayang dan pendidikan kepada anak-anaknya. Dibangun dengan saling pemahaman dan pengertian untuk saling mentoleransi sehingga berkembang menjadi bangunan rumah tangga yang kuat. Diisi dengan jalinan komunikasi yang ramah dan empati sehingga tersimpul dalam keindahan perilaku yang saling menghormati, penuh respek dan kesantunan. Terlahir kemudian keturunan putra-putri yang tumbuh dan berkembang sehat, cerdas dan memiliki harapan masa depan karena diasuh dan dididik dalam rumah pendidikan.

Pendidikan anak dalam keluarga merupakan proses sosialisasi yang paling mendasar berangkat dari pemahaman bahwa ada upaya mempersiapkan seorang anak untuk menjadi bagian dari masyarakat yang tentunya bersikap baik. Dalam masyarakat sistem-sistem pendidikan anak tersebut akan terlaksana jika sistem-sistem itu telah dibimbing secara ideal berlaku di tengah-tengah masyarakat bersangkutan.

Perimbangan perhatian orangtua atas tugasnya masing-masing menuntut perhatian yang penuh sesuai porsinya. Anak membutuhkan kestabilan keluarga, pendidikan dan pemeliharaan fisik dan psikis, termasuk disini kehidupan religius. Misalnya orangtua dalam hal ini ayah memusatkan perhatiannya pada tugas bekerja keras mencari uang demi menstabilkan rumah tangga dengan pendapatannya. Sekalipun itu penting, tetapi keluarga yang stabil bukanlah satu-satunya kebutuhan anak. Masih ada kebutuhan lain yang dituntut oleh anak, seperti pendidikan. Anak berkembang tanpa adanya sistem yang hendak ditiru berkembang dengan sendirinya. Anak dibiarkan saja tumbuh tanpa tuntutan norma yang pasti. Tidak ada kepastian pada diri anak, bagaimanakah seharusnya ia berbuat atau bersikap karena memang tidak pernah dibimbing oleh orangtuanya.

Apalagi tiap individu adalah subjek sekaligus juga objek pendidikan, karena individu dewasa yang berkebudayaan adalah subjek pendidikan dalam arti yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan. Misalnya mereka berkewajiban secara moral atas perkembangan pribadi anak-anak mereka serta generasi penerus mereka. Individu dewasa yang berkebudayaan, terutama yang berprofesi keguruan (pendidikan) bertanggung jawab formal untuk melaksanakan misi pendidikan sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang dikehendaki masyarakat suatu bangsa.

Agar kesadaran pengenalan dengan seorang diri individu terhadap dirinya sendiri dapat tumbuh dan berfungsi dengan baik maka seorang anak harus bisa mempelajari dunia objek dari luar dirinya seperti yang didapatkannya dari keluarga. Keluarga adalah objek yang paling utama dan terdekat sebagai proses pentransferan ilmu kepada anaknya. Peran keluarga amatlah penting sebab kehadirannya merupakan yang utama dan sebagai pendamping yang paling pertama ketika seorang anak baru lahir ke dunia. Pada semua masyarakat, pelaksanaan pewarisan perilaku seorang anak sejak ia kecil dimulai dari keluarga. Mula-mula didapatkannya dari seorang ibu dan biasanya tapi tidak selalu didapatkannya dari ayahnya atau suami-suami lain dari ibunya, tergantung pada struktur keluarga dalam masyarakat yang bersangkutan. Lain halnya setelah anak tersebut tumbuh dewasa proses pewarisan itu didapatkan dari kerabat-kerabat dekatnya seperti saudara laki-laki ibu dan kawan-kawannya. Oleh sebab itu keberadaan keluarga sangatlah penting dalam tumbuh kembang seorang anak. ***

Dosen Luar Biasa di Fakultas Usuluddin dan Filsafat Politik Jurusan Ilmu Aqidah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Alauddin Samata Kabupaten Gowa.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Go to Top