KREATIVITAS GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN

Rubrik Pendidikan Oleh

KREATIVITAS  GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
Oleh: WASHADI
(Ketua Humas dan Kerja Sama Antarlembaga AGUPENA)

ABSTRAK
Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibuat oleh orang lain, sesuatu yang baru, memiliki daya guna dan bernilai yang merupakankebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia. kreativitas  guru menunjukkan eksplorasi gagasan-gagasan dan kegiatan baru dan memberikan kepuasan serta dorongan untuk memperluas eksplorasinya dalam kegiatan pembelajaran yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan yang dimiliknya, mengembangkan bakat yang yang ada pada diri siswa dan dapat mempertahankan kompetensi yang ada pada dirinya. kreativitas  guru dalam kegiatan pembelajaran akan memudahkan siswa dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang diberikannya, sehingga akan mampu membentuk kepribadian dan moral siswa menjadi pribadi yang luhur dan menentukan arah dan tujuan pendidikan.

 Kata Kunci: kreativitas, Guru, Pembelajaran

Pengertian Kreativitas
Istilah kreativitas  berasal dari kata kreatif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreatif/kre·a·tif/ /kréatif/ berarti: 1) memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 2) bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang — menghendaki kecerdasan dan imajinasi.

Sedangkan,  kreativitas /kre·a·ti·vi·tas/ /kréativitas/ berarti: 1) kemampuan untuk mencipta; daya cipta; 2) perihal berkreasi; kekreatifan.

Kreatif adalah memiliki daya cipta, mempunyai kemampuan untuk menciptakan atau mampu menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kenyataan yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Dayaciptaatau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan(concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan yang sudah ada.

Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creativethinking) –kadang disebut pemikiran bercabang— biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.

Kreativitas  adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibuat oleh orang lain, sesuatu yang baru dan memiliki daya guna. Dengan kata lain,  kreativitas  adalah membuat sesuatu yang abstrak menjadi nyata, sesuatu yang potensial menjadi aktual.

Kreativitas  merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif.  kreativitas  dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009).

Menurut NACCCE (National Advisory Committee on Creative and Cultural Education) (dalam Craft, 2005),  kreativitas  adalah aktivitas imaginatif yang menghasilkan hasil yang baru dan bernilai.

Menurut Munandar (1985),  kreativitas  adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang baru, tetapi juga dapat berupa gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, Csikszentmihalyi (dalam Clegg, 2008) menyatakan kreativitas  sebagai suatu tindakan, ide, atau produk yang mengganti sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang baru.

Dapat disimpulkan bahwa,  kreativitas  adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibuat oleh orang lain, sesuatu yang baru, memiliki daya guna dan bernilai yang merupakankebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia.

Kreativitas  Guru
kreativitas  adalah orisinalitas, artinya bahwa produk, proses, atau orangnya, mampu menciptakan sesuatu yang belum diciptakan oleh orang lain.  kreativitas  juga dapat dispesifikkan dalam dunia pendidikan, yang dinamakan oleh Torrance dan Goff (1990) sebagai  kreativitas  akademik (academic creativity).  kreativitas  akademik ini menjelaskan cara berpikir guru atau siswa dalam belajar dan memproduksi informasi.

Berpikir dan belajar kreatif memuat kemampuan untuk mengevaluasi (kemampuan untuk menangkap akar masalah, ketidakkonsistenan dan elemen yang hilang), berpikir divergen (fleksibilitas, originalitas dan elaborasi) dan redefinisi. Belajar secara kreatif adalah hal yang alami karena berkaitan sifat manusia yang selalu ingin tahu. Psikologi belajar telah menunjukkan bahwa individu yang menghadapi hal baru akan mengalami ketidakseimbangan dalam dirinya. Dengan demikian peluang untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut secara kreatif terbuka bagi semua orang.

Dalam proses belajar dan mengajar,  kreativitas  dalam pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem yang tak terpisahkan dengan peserta didik dan pendidik. Peranan  kreativitas  guru tidak sekedar membantu proses belajar-mengajar dengan mencakup satu aspek dalam diri manusia saja, akan tetapi mencakup apek-aspek lainnya yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif.

Seorang guru harus kreatif dalam pembelajaran karena isi pendidikan umum menyumbang terhadap kehidupan yang kreatif.  kreativitas  menunjukkan eksplorasi gagasan-gagasan dan kegiatan baru dan memberikan kepuasan serta dorongan untuk memperluas eksplorasinya.

Menurut Hudaya Latuconsina (2014), guru kreatif adalah guru yang mengandalkan usaha-usahanya untuk mengembangkan diri di tengah keterbatasan dan impitan, baik pengembangan di bidang ekonomi, kelimuan, peranan, atau keahlian.

Guru kreatif bisa melihat problem dengan cara pandang yang baru untuk menemukan solusi yang baru, bukan guru yang selalu mengeluhkan masalah atau membiarkan masalah.

Dalam pembelajaran,  kreativitas  seorang guru dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan yang dimiliknya, mengembangkan bakat yang yang ada pada diri siswa dan dapat mempertahankan kompetensi yang ada pada dirinya.

Secara umum  kreativitas  guru memiliki fungsi utama yaitu membantu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan efisien. Namun fungsi tersebut dapat dispesifikkan menjadi beberapa macam, antara lain :

  1. kreativitas  guru berguna bagi peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran
  2. kreativitas  guru berguna dalam transfer informasi lebih utuh
  3. kreativitas  guru berguna dalam merangsang siswa untuk lebih berpikir secara ilmiah dalam mengamati gejala masyarakat atau gejala alam yang menjadi objek kajian dalam belajar
  4. Produk kreativitas  guru akan merangsang kreativitas  

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa,  kreativitas  guru menunjukkan eksplorasi gagasan-gagasan dan kegiatan baru dan memberikan kepuasan serta dorongan untuk memperluas eksplorasinya dalam pembelajaran yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan yang dimiliknya, mengembangkan bakat yang yang ada pada diri siswa dan dapat mempertahankan kompetensi yang ada pada dirinya.

Kreativitas Guru dalam Kegiatan Pembelajaran
Kreativitas  seorang guru dalam kegiatan pembelajaran sangat membantu dalam menentukan arah dan tujuan pembelajaran.  kreativitas  guru akan lebih memudahkan siswa dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang diberikannya, sehingga akan mampu membentuk kepribadian dan moral siswa menjadi pribadi yang luhur.

Kreativitas  guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran, yaitu:  kreativitas  dalam manajemen kelas dan kreativitas  dalam memanfaatkan media pembelajaran.

Kreativitas  dalam Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah aktivitas guru dalam mengelola dinamika kelas, mengorganisasikan sumber daya yang ada serta menyusun perencanaan aktivitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran yang baik. Dalam hal manajemen kelas,  kreativitas  guru dalam manajemen kelas diarahkan untuk:

  1. Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
  2. Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar

Kreativitas dalam Pemanfaatan Media Belajar
Media belajar adalah alat atau benda yang dapat mendukung proses pembelajaran di kelas. Fungsi media belajar adalah: (1) membantu siswa dalam memahami konsep abstrak yang diajarkan, (2) meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, (3) mengurangi terjadinya misunderstanding, (4) memotivasi guru untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam hal media belajar,  kreativitas  guru diarahkan untuk:

  1. Mereduksi hal-hal yang terlalu abstrak dalam materi belajar
  2. Membantu siswa mengintegrasikan materi belajar ke dalam situasi yang nyata.

Kreativitas  guru dalam kegiatan pembelajaran harus selalu dikembangkan demi keberhasilan pendidikan. Kreativitas guru dapat membantu dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan. kreativitas  guru juga dapat memengaruhi kreativitas  siswa, sehingga akan mempengaruhi kehidupan siswa di masa mendatang.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, kreativitas  guru dalam kegiatan pembelajaran akan memudahkan siswa dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang diberikannya, sehingga akan mampu membentuk kepribadian dan moral siswa menjadi pribadi yang luhur dan menentukan arah dan tujuan pendidikan.

REFERENSI:
Latuconsina, Hudaya. 2014. Pendidikan Kreatif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Munandar, S.C.U. 1985. Mengembangkan Bakat dan  kreativitas  Anak Sekolah. Jakarta: PT Gramedia.

—. 2009. Pengembangan  kreativitas  anak berbakat. Jakarta: PT Rineka Cipta dan Dep. Pendidikan dan Kebudayaan.

Washadi, S.Pd, MM.Pd, seorang Guru dan Penulis, tinggal di Tangerang Selatan, Banten. Tulisan-tulisannya dimuat di berbagai media massa, antologi puisi dan antologi cerpen. Aktif berkegiatan sastra di Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Tangsel. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) merangkap Komite Sastra, dan Pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Wilayah Banten. Kini menjadi Ketua Bidang Humas dan Kerjasama Antar Lembaga AGUPENA.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*