Home » Puisi » Sastra » SEPOTONG PUISI » 339 views

SEPOTONG PUISI

Rubrik Puisi/Sastra Oleh

PUISI HADI SASTRA

SEPOTONG PUISI

aku tak bisa memberimu apa-apa. hanya sepotong puisi
ya, sepotong. sebab sepotong lagi hilang. entah di mana
agaknya ada yang suka. biarkan

aku ingin sepotong puisi ini kauterima. kaujaga
agar kelak ia lahirkan bayi-bayi puisi
kita rawat. akan ramaikan rumah puisi kita

yang sepotong lagi biarkan. kita doakan agar ia baik-baik saja
ada yang jaga. kelak lahirkan juga bayi-bayi puisi
maka ramailah rumah-rumah puisi. ramailah kampung-kampung puisi
ramailah negeri puisi. ramailah dunia puisi

jika itu terjadi, betapa bahagia aku. cintaku padamu semakin maju
seperti cinta angin pada hembusan. mengantar kecupan di pagi hari
menyisir jiwa. kau harus tahu. tak kan pernah kupaling cintaku
hingga tak lagi kusaksikan sepotong pun puisi

kau, terimalah. kita rawat sepotong puisi ini. doakan
doakan juga sepotong yang lain
kelak kita sambut tangis bayi-bayi mungil. bayi-bayi puisi

Tangsel, 2017

Washadi, S.Pd, MM.Pd, seorang Guru dan Penulis, tinggal di Tangerang Selatan, Banten. Tulisan-tulisannya dimuat di berbagai media massa, antologi puisi dan antologi cerpen. Aktif berkegiatan sastra di Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Tangsel. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) merangkap Komite Sastra, dan Pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Wilayah Banten. Kini menjadi Ketua Bidang Humas dan Kerjasama Antar Lembaga AGUPENA.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Puisi

Senja yang Pemalu

Puisi Amber Kabelen Senja yang Pemalu Ina Palang Doni saat malam memalang

KETETAPAN SEMESTA

Puisi Gagas Saman KETETAPAN SEMESTA Bulan pucat pasi kerontang dipuncak hari Menantang

MENGEJA WAJAHMU

PUISI HADI SASTRA MENGEJA WAJAHMU : ilustrasi puisi kucecap malam ini dengan
Go to Top