Home » Opini » Temukan DNA-mu! » 333 views

Temukan DNA-mu!

Rubrik Opini Oleh

Oleh: La Ode Mu’jizat (Agupena Kota Baubau)

“You have to be above average”. Begitu statement Prof. Ahmad Mursyidi, Apt, rektor Saya, saat memberi motivasi pada kami di pertemuan awal kuliah Farmakologi yang beliau ampuh.Reza M Syarif, juga mengemukakan kata yang memiliki makna yang sama dengan statemen tersebut. Penulis buku ‘Life Excellent’ ini menyebutnya dengan Oustanding, yang berarti diatas rata-rata.Misal, kalau orang umumnya tidak tilawah, maka orang yang outstanding minimal membaca Al-Qur’an 1 juz per hari.

Saya jadi teringat kata-kata Ippo Santoso dalam bukunya yang berjudul ‘7 Keajaiban Rezeki’: “Memperbaiki kelemahan hanya mengubah Anda dari orang dibawah rata-rata menjadi orang rata-rata. Meningkatkan kekuatan akan mengubah Anda dari orang rata-rata menjadi diatas rata-rata. Seorang anak yang berbakat berhitung, mestinya bakat berhitung ini yang terus menerus diasah. Bukannya malah mencari-cari kelemahan si anak dan mengasah kelemahan itu.”

University of Nebraska, pernahmelakukan studi tentang pengaruh pelatihan dalam pelajaran speed reading. Sampelnya lebih dari 1000 orang pembaca.Pada tes awal, pembaca paling lemah mendapatkan 90 kata per menit. Sedangkan yang paling hebat mencapai 350 kata per menit. Nah, setelah diadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan ‘speed reading’, hasilnya adalah yang paling lemah mencapai 150 kata per menit (167%), dan yang paling hebat menjadi 2900 kata per menit (830%).

Terkait studi di atas, Harry Santosa dalam bukunya yang berjudul ‘Fitrah Based Education’ mengatakan hal yang sama dengan Ippo, bahwa usaha untuk memperbaiki kelemahan hanya akan menghasilkan kinerja rata-rata, sedangkan mengembangkan kekuatan akan menghadirkan kinerja yang luar biasa.

“Jadi bisa dipahami bahwa masalah terbesar pendidikan yang mampu mentransformasi bangsa ini adalah bukan pada cara mendidik atau kurikulumnya maupun metodenya, namun yang lebih penting adalah pada menemukan DNA itu sendiri dan menghindari faktor-faktor yang menghalanginya untuk tumbuh merdeka.” Jelas Harry.

Oh iya, ada yang menarik dari statement di atas, yaitu soal ‘DNA’ dan ‘tumbuh merdeka’. Hal tersebut terkait dengan seorang ahli agronomi asal negeri ‘Matahari Terbit’ yang bernama Shigeo Nozawa. Pria Jepang ini berhasil membuat sebuah pohon tomat menghasilkan 12.000 buah sekaligus, tanpa melakukan rekayasa bioteknolosi apapun. Padahal, bibit tomat yang digunakan sama dengan kebanyakan tomat di dunia, termasuk di Baubau.

Bagaimana Nozawa bisa melakukannya? Ia meyakini bahwa akar tomat yang tumbuh di tanah akan menghalangi potensi tanaman. Karenanya beliau menggunakan metode hidroponik. Dibudidayakan dalam air yang kaya nutrisi. Tanaman itu “merdeka”, lalu menghasilkan 12.000 buah. Ternyata sesuatu yang tumbuh sesuai DNAnya akan memberi hasil dan manfaat yang luar biasa.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengetahui bahwa aktivitas tertentu adalah  “DNA’ kita? Abah Rama Royani dalam bukunya yang berjudul ‘Talents Mapping’, memberikan 5 (lima) petunjuk agar mengembangkannya secara maksimal dan jangan pernah mengabaikannya:

Pertama, Yearning, yaitu hasrat untuk melakukan aktivitas tertentu seringkali membuat Anda lupa waktu. Kedua, Rapid Lerning, yaitu mempelajari hal tertentu terasa begitu mudah bagi Anda. Ketiga, Flow, yaitu menjalankan aktivitas tertentu terasa “mengalir” alami. Persiapan minimal, hasil maksimal. Keempat, Glimpses of Excellence, yaitu aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan Anda. Dan kelima, Satisfaction, adanya kepuasan hati dalam aktivitas tertentu membuat Anda ingin segera menjalaninya kembali. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,
Go to Top