Home » Opini » Ramadhan Gembira » 402 views

Ramadhan Gembira

Rubrik Opini Oleh

Oleh: La Ode Mu’jizat (Agupena Kota Baubau, Sulawesi Tenggara)

“Lapang”, dan “luas”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, kedua ucapan tersebut bisa diwakili oleh kata ‘rahb’. Nah, dari sinilah sebutan “Marhaban” (selamat datang), berasal.

Maka, ‘Marhaban ya Ramadhan’ (selamat datang bulan Ramadhan) mangandung makna bahwa tamu yang datang (bulan suci), disambut dengan bahagia, suasana hati yang nyaman, dada yang lapang, serta penuh kegembiraan. Atau disaat yang sama, tidak ada stress, galau dan terbebani oleh kehadirannya.

Para Ulama lebih memilih menggunakan kalimat ‘Marhaban ya Ramadhan’ ketimbang ‘Ahlan wa Sahlan ya Ramadhan’, sebab walau keduanya mempunyai arti yang sama dalam bahasa Indonesia, yaitu ‘selamat datang’, tapi asal katanya berbeda.

Bicara soal bahagia, Abah Rama (founder Talents Mapping) berkata: “Kebahagiaan hakiki hanya dapat dirasakan oleh mereka yang telah mencapai tingkat meaningful life.” Sebuah istilah untuk kebahagiaan yang bersifat spiritual. Dari sini, benarlah ungkapan bijak itu: “Anda stress (tidak bahagia) bukan sebab kurang piknik, tapi karena jarang ibadah.”

‘Meaningful Life’ pernah dikemukakan oleh Prof. Martin Seligman. Menurut Bapak Psikologi Positif ini, kebahagiaan memiliki tiga tingkatan. Dan, yang paling tinggi adalah meaningful life.

Ketika kebahagiaan menjadi sebuah hal yang sulit dihadirkan oleh sebagian orang dalam kehidupannya, menurut pendapat Saya, Ramadhan datang untuk mewujudkannya. Kebahagiaan hakiki yang diperoleh dengan memanfaatkan “fasilitas” dan keistimewaan ibadah di dalamnya.

Fisik, mental dan spiritual terpenuhi sekaligus kebutuhan (fitrah)nya saat Ramadhan. Itulah keseimbangan (Tawazun) yang menjadi syarat kebahagiaan manusia.

Dan Allah SWT, mengundang kita semua (orang beriman) dengan panggilan mesra dan penuh cinta untuk beribadah di bulan penuh berkah ini. Maka bergembiralah menyambut kedatangannya. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top