Persiapan Mendaftar Ke Pasca Sarjana

Rubrik Pendidikan Oleh

Ismail Suardi Wekke
STAIN Sorong & Agupena Papua Barat

Program pasca sarjana yang berorientasi pada program profesional tidak lebih banyak berbanding dengan program yang berorientasi pada riset. Sehingga secara umum, pasca sarjana adalah program riset, sehingga persyaratan utama untuk mendaftar bagi calon mahasiswa adalah kemampuan riset yang diukur dengan publikasi (1).

Sehingga perfomance yang akan dlihat oleh calon pembimbing adalah kemampuan calon mahasiswa dalam memublikasikan karya-karya akademik. Ini tidak terkait dengan keterampilan menulis opini di koran atau media populer lainnya. Salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur adalah Google Cendekia (scholar).

Pertanyaan sederhana “apa karya akademik selain skripsi?” Untuk itu, terbuka peluang untuk mengkonversi naskah tesis menjadi artikel jurnal. Mahasiswa bersama-sama dengan pembimbing skripsi atau tesis, menulis ulang skripsi untuk dijadikan artikel jurnal. Setelah sebelumnya, skripsi/tesis tersedia dalam bentuk repository.

Saat berbincang dengan Prof. Syed Khairuddin, dosen National University of Singapore dan Prof. Kamaludeen dari Nanyang Technology University, keduanya mengemukakan bahwa kemampuan bahasa Inggris merupakan syarat utama kalau tidak dikatakan sebagai syarat mutlak (2). Untuk mengikuti proses pendidikan, bahasa sebagai alat perlu dikuasai terlebih dahulu. Beberapa perguruan tinggi memerlukan skor tertentu dari lembaga seperti TOEFL atau IELTS. Ada beberapa yang menerima kualifikasi seperti Cambridge.

Tipikal perguruan tinggi dunia sangat beragam, bahkan unik, sehingga tidak sama antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, calon mahasiswa perlu mengamati secara detail karakteristik program studi yang dilamar (3). Kurikulum sebuah program studi yang mapan, memiliki distingsi dan fokus yang mungkin saja satu-satunya. Termasuk kredibilitas tenaga pengajar yang mengasuh mata kuliah menjadi penciri tersendiri bagi program studi tersebut.

Ketekunan untuk meneliti karakteristik program studi sebelum memutuskan untuk mengirimkan aplikasi perlu dilakukan secara cermat. Termasuk berkaitan dengan lokasi universitas. Karakteristik kota yang menjadi wilayah kampus kadang dijadikan pertimbangan untuk belajar. Tidak semua orang perlu dengan hiruk-pikuk kota besar. Begitu sebaliknya, tidak semua orang nyaman dalam kesunyian kota kecil. Maka, urusan kota sepenuhnya tergantung kepada masing-masing individu.

Terakhir, ini yang paling penting, persoalan pendanaan atau beasiswa (4). Syarat-syarat yang diajukan pemberi beasiswa berbeda satu sama lain. Di samping memperhatikan tujuan belajar, maka beasiswa yang hendak dilamar perlu diperhatikan. Tidak saja pemberi beasiswa utama seperti LPDP, AMINEF, atau British Council. Ada perguruan tinggi yang memberi beasiswa dalam skema tertentu.

Kesesuaian antara persyaratan pemberi beasiswa dengan tujuan belajar harus diselaraskan. Sehingga akan mudah untuk mengajukan aplikasi pendanaan. Termasuk perlu terus berusaha karena kadang mengirim dokumen sekali tidak langsung diterima begitu saja. Perlu usaha dan diiringi doa sehingga tujuan yang dihajatkan dapat dicapai. Di atas semua itu, kadang pula harapan kita tidak sesuai dengan apa yang didapatkan. Maka, berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya merupakan tantangan tersendiri yang mesti dinikmati. ***

Lahir di Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. Sekarang ini bertugas di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua Barat. Sejak 2010 ditugaskan sebagai pelaksana kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sorong sampai 2011. Sejak 2012 sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sorong untuk periode 2012-2016. Kemudian, diangkat kembali untuk periode 2016-2020. November 2016 menjadi bagian Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM). Kini, menjadi Pengurus AGUPENA Papua Barat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*