Ketika Damai Menjadi Sulit …

Rubrik Puisi/Sastra Oleh

Puisi Dr. Sumarto
(Dosen STAI Ma’arif Jambi-Dosen Luar Biasa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Agupena Jambi)

Apalagi yang harus aku tanya kepada kamu yang tak tahu
Tak tahu malu …
Atau pura-pura tidak tahu bahwa itu malu …
Sesama saudara menjadi musuh..
Jangan tanya mengenai aqidahmu …
Kita sama se-aqidah …
Tapi kita tak tahu malu …
Bermusuh.. membunuh.. lebih dari tidak tahu malu
Apa yang dipermasalahkan kamu …
Apa yang diperdebatkan kamu …
Tentang pahamku… pahammu… aliranku… aliranmu…
Organisasiku… Organisasimu…
Seharusnya kita bukan lagi malu…tetapi maru…
Merasa haru…pilu…biru…

Bukankah kita satu tubuh…
Tanganmu sakit… Tanganku juga sakit …
Kakimu sakit… Kakiku juga sakit..
Apakah kau tidak merasa itu…
Apakah kau tidak sadar itu…
Aku Saudaramu…
Bukan musuhmu…
Aku… aku… aku…

Muslim dunia menangis …
Melihat saudara-saudara kita saling bermusuh …
Tidak karuan… menggila… merasa paling benar… paling mulia…
Paling masuk surga…
Paling umat Nabi Muhammad…
Paling-palingan…
Membuat kita mengangkat pedang…
Berdera darah…
Berdera derita…
Menjadi Nanah…
Menjadi Busuk…
Menjadi Luka…
Menjadi… menjadi… HANCUR…!!!

Apakah itu yang kita mau…
Katakan… Katakan… Katakan…
Hidup bukanlah jadi itu…tetapi Hidup untuk Belajar…
Belajar saling memahami… saling mema’afkan..
Karena kita adalah hamba…
Hamba yang menjadi setia… karena cinta saudaranya…
Mendoakan saudaranya..menjaga saudaranya…
Membimbing saudaranya…
Membangun ukhuwah…

Indahnya damai bila kita berdamai…
Buang jauh bencimu..Buang jauh…
Katakan dan buktikan…
“bahwa aku mencintaimu duhai saudaraku”
Ketika Kaum Muhajirin bertemnu dengan Kaum Anshor…
Betapa indahnya damai…
Betapa mulianya kita bersaudara…
Janganlah cita mulia ini menjadi mimpi dan harapan…
Mari bersama menuju paripurna yang Maha Kuasa…
Tiada daya… tiada upaya… kita adalah milik-Nya..
Bukan merasa yang paling memiliki-Nya…
Bukan merasa yang paling setia kepada-Nya…
Bukan merasa yang paling taat kepada-Nya…
Hingga orang lain tidak ada apa-apanya…

Dosen STAI Ma’arif Jambi-Dosen Luar Biasa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Agupena Jambi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Puisi

Senja yang Pemalu

Puisi Amber Kabelen Senja yang Pemalu Ina Palang Doni saat malam memalang

KETETAPAN SEMESTA

Puisi Gagas Saman KETETAPAN SEMESTA Bulan pucat pasi kerontang dipuncak hari Menantang

MENGEJA WAJAHMU

PUISI HADI SASTRA MENGEJA WAJAHMU : ilustrasi puisi kucecap malam ini dengan

SEPOTONG PUISI

PUISI HADI SASTRA SEPOTONG PUISI aku tak bisa memberimu apa-apa. hanya sepotong
Go to Top