Home » Puisi » Sastra » MENGEJA WAJAHMU » 345 views

MENGEJA WAJAHMU

Rubrik Puisi/Sastra Oleh

PUISI HADI SASTRA

MENGEJA WAJAHMU
: ilustrasi puisi

kucecap malam ini dengan seribu harap. kau kembali hadir
sementara, telah kutebas pohon keraguan dan dahan-dahan kebimbangan
yang selama ini mengerdilkan dan mengucilkan diri
dengan parang keyakinan yang kuambil dari kuatnya tekad

aku akan kembali mengeja wajahmu. dengan kata-kata yang satu demi satu kupungut
yang akan kususun dan kusunting dengan hati. lalu kubiarkan
mengepak seperti burung membelah langit. orang-orang membidik. mencincangnya

bulan malu-malu. mulai menyilakan cahaya pada lanskap langit
kata-kata masih berserakan. satu demi satu mulai kususun. kusunting
aku ingin segera membaca utuh wajahmu. lalu melepasmu

langit telah berwarna terang. belum juga selesai kueja. padahal keyakinan telah kudekap
keraguan dan kebimbangan telah kudepak. kusikat segala yang mengerdilkan dan mengucilkan
namun, belum juga kau hadir. aku pasrah. biarlah. tak perlu kuusik
ternyata aku belum bisa membaca wajahmu. belum bIsa melepasmu

Tangsel, 2017

Washadi, S.Pd, MM.Pd, seorang Guru dan Penulis, tinggal di Tangerang Selatan, Banten. Tulisan-tulisannya dimuat di berbagai media massa, antologi puisi dan antologi cerpen. Aktif berkegiatan sastra di Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Tangsel. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) merangkap Komite Sastra, dan Pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Wilayah Banten. Kini menjadi Ketua Bidang Humas dan Kerjasama Antar Lembaga AGUPENA.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Puisi

Senja yang Pemalu

Puisi Amber Kabelen Senja yang Pemalu Ina Palang Doni saat malam memalang

KETETAPAN SEMESTA

Puisi Gagas Saman KETETAPAN SEMESTA Bulan pucat pasi kerontang dipuncak hari Menantang

SEPOTONG PUISI

PUISI HADI SASTRA SEPOTONG PUISI aku tak bisa memberimu apa-apa. hanya sepotong
Go to Top