MERAIH SUKSES TANPA BATAS

Rubrik Opini Oleh

Oleh: H.A.Sholeh Dimyathi

Pendahuluan
SUKSES adalah dambaan semua orang, tetapi sukses bukanlah sesuatu yang mudah dicapai, untuk menjangkaunya harus melalui pengorbanan dan perjuangan yang berat.  Arena itu, banyak orang yang menggapai SUKSES hanya dalam imajinasi saja, sedang secara realitas ia berada jauh dari kesuksesan itu sendiri.

Melihat kenyataan ini, seorang hamba Allah yang ingin SUKSES tidak dapat berdiam diri atau berprinsip mengikut alur alamiah saja. Ia harus melakukan pemikiran dan pengaturan strategi bagaimana mencapai kesuksesan yang diharapkan itu.  Krisis yang dialami hamba Allah biasanya adalah “hilangnya komitmen” dalam dirinya untuk mengejar kesuksesan.  Akibatnya mereka menjadi berpola pikir pendek ; ada yang terjebak narkoba, budaya hedonistic, glamouristik, malas menuntut ilmu, malas beribadah dan sebagainya.  Akhirnya keinginannya untuk mencapai kesuksesan kandas ditengah jalan.Oleh karena itu, perlunya seorang hamba mendapat bimbingan dan arahan dari Islam, sebagai motivasi dalam perjalananya menuju kesuksesan hidup( sukses tanpa batas).

Kita selalu mendengar orang berdo’a dalam kesehariannya“ Robbaanaa atina fiddunya hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa adzaaban naar” (QS.Al Baqarah {2}:201),“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakherat dan jauhkan kami dari siksa api neraktetapi kebanyakan kita lupa untuk merealisasikan do’a itu dalam praktik kehidupan kita.

Untuk dapat meraih sukses tanpa batas kita harus Berfikir strategis (strategic thinking) biasanya dimulai dari tujan akhir yang kita inginkan (begin with end of mind), orang kemudian menyebutnya dengan istilah ;Think big, start small, act now.

Berfikir besar, mulai dari yang kecil dan aksi sekarang juga.  Teknik strategic thinking ini sama dengan hadist Rasulullah saw. yang mengatakan ;” Innamal a’malu bin niyat”, maksudnya, bahwa niat adalah susuatu yang sangat penting dan diletakkan pada awal.  Niat adalah gambaran akhir yang ingin kita capai dan dipengaruhi oleh keyakinan seseorang.  Nilai-nilai ini ditegaskan oleh Hasan Al Banna dalam kitbnya “Ushul Isryn ,beliau menyatakan bahwa ;” Al Aqidah Asasul Amal, wal Amalul Qalb Ahamu Minal Amal Jahir”(akidah adalah fondasi amal, dan amalan hati lebih penting dari amalan fisik)

Sukses tanpa batas itu ada yang bersifat jangka pajang dan ada yang bersifat jangka pendek. Sukses yang bersifat angka panjang (long term success) adalah kesuksesan hari akherat.  Sedangkan sukses yang bersifat jangka pendek (short term success) adalah kesuksesan hidupdunia.

Allah SWT. berfirman dalam hadist Qudsi;
Wahai anak manusia pusatkan perhatianmu untuk beribadah kepadaKU,niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan memenuhi tanganmu dengan rizki.Wahai anak manusia janganlah jauh-jauh dariKU,jika kamu jauh Aku penuhi hatimu dengan kemiskinan dan memenuhi tanganmu dengan kesibukan”(H.Q.R.Hakim dari Abu Hurairah)

Kemudian Rasulullah bersabda;
Barangsiapa yang cita-citanya adalah akhirat, niscaya Allah akan menghimpun kekuatanNya, menjadikannya kaya hati dan dunia akan datang kepadanya dengan patuh, akan tetapi barang siapa yang cita-citanya adalah dunia, niscaya Allah akan mencerai beraikan urusannya menjadikan kemiskinan didepan matanya dan dunia tidak datang kecuali yang telah ditentukan oleh Allah bagi dirinya (HR.Ibnu Majah dari Zaid bin Sabit)

Semua orang pasti berharap untuk mendapatkan sukses atau kemenangan (aflah).  Manusia akan hidup dalam dua alam, yaitu dunia dan akhirat, kemenangan diakherat dan kemenangan didunia adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, dia bagaikan sisi mata uang yang tidak akan bermakna jika salah satu sisinya hilang.  Bahkan Allah SWT berfirman ; “ Barang siapa yang buta hatinya didunia, niscaya diakherat nanti akan lebih buta”(QS.Al Isyra’{17}:72)

Kesuksesan tanpa batas bukanlah suatu yang tiba-tiba, melainkan sebuah pencapaian yang perlu perencanaan yang matang.  Perencanaan yang matang sangat dipengaruhi oleh sejauh mana ketersediaan informasi dalam memprediksi kedepan, sedangkan masa depan tanpa perencanaan dan ridha Allah adalah suatu yang mustahil untuk sukses.  Untuk itu, kita perlu mengkaji bagaimana kita harus mengatur diri kita agar mendapat sukses tersebut.

SUKSES adalah PROSES PERJUANGAN untuk MENJADI LEBIH. Kata Walter Staples dalam bukunya “ In Search of Your True Self” bahwa yang disebut SUKSES adalah proses terus menerus untuk menjadi lebih baik, mengembangkan semua aspek diri kita, akan tetapi mula-mula kita harus menjadi lebih baik secara mental maupun secara spiritual, sebelum kita bisa melakukan lebih banyak dan memiliki lebih banyak, dan “menjadi lebih atau menjadi lebih baik” itu meliputi hal-hal yang lebih luas, yaitu “spiritual, intelektual, emosional, material dan sosial”

Dengan demikian SUKSES berarti kita telah berpindah dari “menjauhi Tuhan” menjadi “dekat dengan Tuhan”, berpindah dari kebodohan kepada ilmu pengetahuan akhlak menjadi lebih bagus, menjadi lebih rajin beribadah, memiliki gagasan-gagasan untuk masa depan, dan juga sukses berarti lebih makmur dan sejahtera didalam materi. Karena itu, Al-Qur’an mengajarkan kepada kita agar dalam meminta kepada Allah, jangan semata-mata meminta keberuntungan material, akan tetapi juga keberuntungan spiritual. Allah mengingatkan dalam firmanNya ;“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”(QS.Al-A’la ;17)

Langkah-Langkah Menuju Sukses
Dalam Al-Qur’an dapat kita temukan delapan langkah (8) menuju kesuksesan hidup baik didunia dan diakherat ;

Raihlah Pertolongan Allah
Allah berfirman yang artinya ; Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku (QS. Al-Baqarah{2}:152)

Tidak ada kesuksesan tanpa pertolonganAllah. Tidak ada keberuntungan tanpa peran Allah.  Bahkan kehidupan ini sendiri tidak perna ada, jika tidak ada kehendak dari Allah.  Inilah salah satu kunci sukses yang sangat penting, yaitu pertolongan Allah. Untuk dapat memperoleh pertolongan Allah, maka kita harus selalu ingat kepada Allah, agar Allah juga ingat kepada kita dan mengulurkan pertolonganNya kepada kita, sehinggga kita bisa mencapai sukses.  Bersyukurlah kepada Allah sebanyak-banyaknya niscaya Allah akan menambah kenikmatan kita.(QS.2:152,172,4:14-18 dan QS.31:12-14)

Optimalkan Fisik sebagai Anugerah Allah (Aset)
Allah berfirman yang artinya ;Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan (QS. At-Tin ;4)

Manusia adalah mahluk ciptaan yang tertinggi dan terbaik, karena manusia oleh Allah diberikan asset berupa ; kelengkapan, keunikan,kelemahan dan kelebihan.

Kelengkapan manusia terletak pada khalqiyahnya/Fisiknya (QS.95:4), Fithrahnya/potensi insaaniyah (QS.30:30), Aqliyahnya/akal fikiran (QS.91:8-10) dan Sarana Hidup.

Keunikan manusia terletak pada sifatnya ; Tergesa-gesa (QS.17:11), Sering membantah (QS.18:54), Suka melampui Batas (QS.10:12),Keluh kesah, gelisah dan resah (QS.70:19-20), Suka dholim dan bodoh (QS.33:72), Ingkar dan tidak mau bersyukur (QS.100:6), serta melihat dirinya serba cukup (QS.96:7).

      Kelemahan manusia : Tidak mau bersusah payah dalam meraih cita-cita (QS.90:4), Dhoif / lemah (QS.4:28) dan suka lupa (Al-Hadist).

Kelebihan manusia terletak pada daya intelektual yang tinggi (QS.2:31), Daya rasa dan karsa (QS.22:46)

Mengoptimalkan fisik sebagai anugerah dari Allah adalah menggunakan potensi Taqwa untuk beribadah dan menunjang pelaksanaan tugas-tuas kekhalifahan dimuka bumi ini untuk meraih prestasi-prestasi yang gemilang atau setidak-tidaknya untuk diri sendiri dan keluarga. Perhatikan QS. An-Nahl {16}:97). Dan berusaha untuk mengendalikan potensi fujur yang selalu mengajak berbuat kefasikan/negatif. Secara rinci dua potensi tersebut secara ringkas dapat diuraikan dalam digram berikut;

Carilah Ilmu Sepanjang Hayat
Allah berfirman yang artinyaA ; Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.  Dan Allah Maha Mengetaui apa yang kamu kerjakan (QS.Al-Mujadilah :11)

Tidak ada seorang pun yang meragukan peran penting ilmu pengetahuan didalam hidup dan kehidupan ini.  Ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Jika ingin SUKSES, milikilah ilmu pengetauan sebanyak-banyaknya. Jika ingin bradaptasi dengan kehidupan dimasa depan yang penuh dengan tantangan, maka bekaliah diri dengan ilmu pengetauan. Siapa yang ingin memperoleh kesuksesan hidup didunia,haruslah dengan ilmu, siapa yang yang ingin memperoleh kesuksesan akhirat haruslah dengan ilmu. Dan siapa yang ingin meperoleh kesuksesan dunia dan akhirat, haruslah dengan ilmu.

Rasulullah SAW bersabda ;Keutamaan seorang yang mempunyai ilmu pengetahuan atas seorang ahli ibadah, bagaikan bulan  dengan sekumpulan bintang. Ketahuilah bawa ulama adalah ahli waris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan uang dinar ataupun uang dirham,melainkan mewariskan ilmu pengetahuan.  Maka barang siapa mengambilnya, berarti dia mendapatkan keberuntungan besar (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibn Majah, Baihaqi dan Ibn. Hiban)

Budayakan Membaca sebagai Kunci Kemajuan
Allah berfirman yang artinya ; Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.  Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui (QS. Al-Alaq:1-5)

Kebangkitan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul Allah ditandai oleh turunnya wahyu Allah yang berisi perintah membaca, hal ini menunjukkan bahwa melalui Nabi Muhammad, Allah memproklamirkan kepada seluruh manusia tentang pembebasan dari “kebodohan”.  Kebodohan akan melahirkan implikasi negatif, kebodohan mengakibatkan manusia tidak dapat membedakan mana Tuhan yang harus disembah dan mana yang tidak.  Kebodohan juga mengakibatkan manusia tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan mana yang salah, maka diproklamirkanlah pembebasan manusia dari kebodohan melalu perintah membaca.  Kehadiran Islam bukanlah semata-mata sebagai sebuah agama, akan tetapi juga merupakan peradaban dan eksistensi sebuah peradaban sangat dipengaruhi oleh kesadaranmembaca masyarakatnya.  Semakin tinggi kesadaran membaca masyarakatnya semakain  maju peradabannya, sebaliknya semakin rendah kesadaran membaca masyarakatnya, maka akan semakin rendah pula peradabannya.

Kenalilah dan Kembangkan Bakat
Allah berfirman yang artinya ;”Katakanah : Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (“bawaan” atau “bakat).masing-masing. Aku Tuhanmu lebih megetahui siapa yang bih benar jalannya (QS. Al-Isra’{17}:84)

Prof.Dr. Hamka menjelaskan, bahwa kata “syaakilah” yang terdapat pada ayat 84 diatas berarti “bawaan” atau “bakat”.  Beliau mejelaskan lebih lanjut, bahwa tiap-tiapmanusia itu pembawaannya masing-masing telah ditentukan oleh Allah SWT sejak masih dalam kandungan sang Ibu.  Pembawaan atau akat bermacam-macam, sehinga yang sat tidak serupa dengan yang lain.  Aka menurut ayat tersebut, manusia diperintahkan bekerja selama hidup didunia ini, menurut bawaannya masing-masing.

Miliki Kepribadian yang Simpatik
Allah berfirman yang artinya;”Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri (QS. Al-Isyra’{17}:7)

Milikilah “kepribadian yang simpatik”, hal itu merupakan salah satu kunci sukses yang sangat penting.  Kepribadian kita akan mempengaruhi bagaimana hasil yang akan kita raih didalam kehidupan ini.  Bagaimana hubungan kita dengan orang lain, bagaimana kemajuan dan keberhasilan hidup kita, profesi yang kita tekuni, bisnis yang kita jalankan dan lain-lain, semuanya sangat dipengaruhi oleh kepribadian kita sendiri.

Diantara kepribadian yang harus kita miliki diantaranya ; Kejujuran; Murah senyum; Suka bersilaturrahmi; Menghargai waktu; Menghargai peran orang lain; Selalu ingin memperbaiki diri; Lemah lembut dan Bersabar.

Jangan menyerah bila menghadapi Kesulitan
Allah berfirman yang artinya;Karena sesunggunya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS.Al-Insyirah;5-6)

Sesungguhnya jalan yang ditempuh untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan dan keberuntungan itu tidak selamanya mulus, akan tetapi seringkali kita harus berhadapan dengan berbagai tantangan, hambatan dan kesulitan. Perhatikan QS. Al-Hadid:22-23)

Dengan mengubah sikap metal, bahwa kesulitan, kesusahan dan kegagalan hari ini bukanlah akhir dari segalanya, bukanlah kehancuran yang tak tersisa, tetapi hanya anak tangga yang memang kita harus menapakinya, maka selanjutnya kita juga harus menyusun langkah-langkah strategis yang melibatkan banyak hal antara lain ;keyakinan,do’, bakat, pengetahuan, strategi, tindakan, metode dan lain-lain, barulah kita dapat mengatasi masalah dan menuju sukses.

Jangan sia-siakan Kesempatan
Allah berfirman artinya; “Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apayang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka balasan pekerjaan-pekerjaan mereka, sedang mereka ridak dirugikan (QS. Al-Ahqaf:19)Artinya ; Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu (QS. At-Taubah{9}:105)

Dua ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa dalam meraih kesuksesan kita tidak boleh berpangku tangan, tetapi kita harus mau dan mampu menerima segala kesempatan.  Menolak kesempatan berarti kita telah menutup pintu rahmad Allah.  Untuk itu ada tiga kunci sukses yang sangat penting ;persiapan, kesempatan dan tindakan

Ciri-Ciri Orang  Yang Sukses
Dunia adalah tempat menanam, barang siapa ingin mendapatkan sukses negeri akherat, maka harus menyiapkan diri ketika didunia. Dalam QS. Al Mukminun {23}:1-11, diterangkan ciri-ciri orang-orang yang akan mendapatkan sukses dunia dan akherat, yaitu memiliki ciri-ciri sewaktu didunia adalah sebagai berikut :

Kekuatan Spiritual
Orang yang sukses hanyalah orang yang khusuk dalam shalatnya.  Dia akan memiliki kemampuan imajinasi positif untuk membayangkan bahwa ; Allah itu ada, surga dan neraka itu ada, malaikat itu ada, siksa kubur itu ada, padang mahsyar itu ada, dan perjumpaan dengan Allah adalah sesuatu yang pasti.Nilai-nilai asasi yang harus dimiliki seseorang agar memiliki kekuatan spiritual meliputi ;

  • Kelurusan akidah (salimul aqidah-rukun iman)
  • Kebenaran Ibadah (shahihul ibadah-rukun Islam)
  • Sifat Ihsan dalam bentuk kekokohan akhlak (matinul khuluq)

Amal Shalih
Orang yang sukses hanyalah orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat (laghwi).  Jadi, dia selalu melakukan pekerjaan, baik amal maupun ucapannya selalu produktif dan bermanfaat.  Seorang muslim harus dapat bekerja dengan konsep ;Efektifitas, Efisiensi, dan Optimal.

Untuk dapat bekerja dengan konsep tersebut, maka sesorang harus memiliki wawasan yang luas (mutsaqaful fikr) terhadap berbagai disiplin ilmu yang diperlukan.

Seorang harus mampu memanfaatkan seluruh sumber daya dan memperbaiki system secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal.  Dalam bekerja dan melakukan teknologi transformasi dari input (sumber daya) menjadi output (produk), maka seorang muslim harus mampu melakukan optimalisasi teknik.

Seluruh proses kegiatan dan amal dikalkulasi untung ruginya dengan cermat, tidak ada nilai-nilai yang mubazir. Seorang harus mampu melakukan sinergisitas dalam memanfaatkan potensi yang ada(QS.Ash Shaff{61}:10-13).

Dengan menerapkan teknik manajemen untuk memperoleh nilai-nilai efektifitas, efisiensi, dan optimalisasi, maka kerja akan dapat memberikan berkah untuk diri dan pelanggan.  Pelanggan dalam beramal dapatr berupa keluarga. Orang lain, lembaga, atau masayarakat.  Konsep produksi dan kerja  dapat menggunakan teknologi yang menghindarkan nilai mubazir, yaitu prinsip produksi dengan ;

  • High profit production
  • High utilities production
  • Zero defect production
  • Low cost production
  • Low reject rate production

Dengan demikian, konsep menjauhi perkataan dan perbuatan yang mubazir dapat terwujud.  Jadi, untuk beramal salih dan mendapatkan produktifitas tanpa mubazir, maka diperlukan kemampuan manajemen diri (munazham fi syu’nihi) dan manajemen waktu (haritsun a’la waqtihi)

Kepekaan Sosial
Orang yang sukses hanyalah orang yang menunaikan zakat.  Orang yang baik adalah orang yang paling baik adalah orang yang paing banyak manfaatnya bagi orang lain (nafiun lighairihi), dan kemapuan seseorang membayar zakat adalah wujud bermanfaatnya seseorang bagi orang lain.  Orang yang mampu menunaikan zakat dengan baik analah mereka yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, memiliki harta dan memiliki kekuatan spiritual.  Untuk itu, seorang harus mampu hidup dengan kecukupan agar dapat memberikan berkah kepada orang lain (qadirun a’la kasbi).  Untuk mampu hidup dengan baik, maka kita harus membekali diri dengan berbagai ketrampilan (life skill) sesuai dengan wilayah dan zaman saat kita hidup.

Kita harus hidup mau peduli dan memilki empati kepada orang lain, keluarga, tim, dan seluruh anggota dalamorganisasi  atau Lembaga pendidikan.  Kita harus mampu merasakan bagaimana perasaan sahabat dan anggota tim kita.  Orang yang dapat melayani sepenuh hati kepada tamu, orang tua,anak, isteri/suami, sahabat, masayarakat hanyalah mereka yang memiliki kepekaan batin yang tinggi.  Kemampuan Komuniukasi kepada seluruh orang bersama kita menjadi keharusan untuk dimiliki.

Kepekaan sosial dapat diasah dengan intensitas bergaul/silaturrahim bersama orang yang berstatus lebih rendah dari kita secara kontinyu.  Jika kita selalu melihat hanya pada sekumpulan orang yang berstatus diatas kita, maka kepekaan sosial akan menjadi berkurang.  Untuk itu, kita perlu memiliki konsep yang kita tanamkan dalam diri tentang ;Pelayanan sepenuh hati,Pelayanan dengan penuh kasih.

Ingat, kita masuk surga justru karena adanya yatim piatu, kesulitan orang, dan kesengsaraan orang.  Dengan kondisi buruk itulah kemudian kita beramal dan diterima oleh Allah.SWT.

Kredibilitas Moral
Orang yang sukseshanyalah orang yang dapat menjaga dan menyalurkan kebutuhan sexualnya dengan benar, memiliki pasangan hidup yang sah dan tidak berzina.  Prediksi masa depan penyakit sexual dan moral semakin meningkat.  Ini merupakan kegagalan seseorang dalam mengendalikan dorongan kebutuan sexual yang begitu hebat.  Bahkan kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh kekuatan intelektual mereka, melainkan kekuatan emosional dan moralmereka.

Orang yang cerdas adalah mereka yang dapat mengendalikan nafsunya, dan mampu berfikir kedepan hingga pasca kematian, dan orang yang tidak hanya berangan-angan tentang masa depan.  Untuk dapat sukses dalam kredibilitas moral, maka kita membutuhkan kemampuan bermujahadah terhadap diri sendiri, kamampuan disiplin diri, dan pengendalian diri (mjahiduna li nafsihi).

Memenuhi Amanah (Kepemimpian Sosial)
Orang yang sukses hanyalah orang yang dapat memenuhi apa yang telah diamanahkan kepadanya.Amanah adalah sesuatu yang harus dikerjakan bukan karena kemauan diri sendiri saja, melainkan sudah menjadi kebutuhan standar sosial.

Seorang yang bekerja dilembaga pendidikan/sekolah/organisasi, tentunya mendapatkan amanah mengelola pendidikan/sekolah/organisasi dengan baik dan benar.  Seorang yang ditunjuk sebagai pemimpin, dia akan mendapatkan amanah untuk mengelola sumber daya demi tercapainya tujuan institusi/lembaga.

Seorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi apa yang diamanahkan kepadanya, ini adalah nilai-nilai kepemimpinan sosial.

Untuk dapat memenuhi amanah, maka sangat diperlukan disipin tinggi dan penuh kesadaran.  Seorang akan dapat menjaga amanahnya dengan baik, jika memiliki solidaritas moral dan spiritual.  Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafik yaitu apabila dia diberi amanah ia ingkar, dan orang munafik tempatnya di neraka. Naudzubillah min dzalik !

Integritas (Memenuhi Janji)
Orang yang sukses hanyalah mereka yang dapat memenuhi janjinya dengan baik.  Janji adalah sesuatu yang harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap apa yang telah disetujui atau diikrarkan oleh dirinya sendiri.

Ingat bahwa salah satu ciri orang munafik yaitu apabila dia berkata/berjanji, maka dia berbohong.

Seorang yang ingin sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi apa yang telah ia janjikan. Untuk dapat memenuhi janji, maka sangat diperlukan pengetahuan dan prediksi yang cukup tinggi, yaitu apakah dia sanggup melaksanakan atau tidak. Janji hanya dapat dipenuhi jika kita memiliki kebiasaan disiplin tinggi.

Janji dapat dipenuhi dengan baik jika kita melakukan janji dengan penuh kesadaran.  Iman kita mengalami kondisi naik turun (Al iimaanu yajiidu waynkusu), sehinga kita harus mampu dan selalu menyegerakan janji kita untuk dapat selalu konsisten terhadap apa yang kita janjikan.Seorang akan dapat menjaga janjinya dengan baik jika memilki solidaritas moral dan spiritual. Kata kuncinya adalah Integritas diri, yaitu kesatuan antara keyakinan, ucapan dan tindakan.  Integritas merupakan wujud dari sehatnya prinsip moral ; sifat keutamaan yang tidak membusuk, terutama dalam hubungan dalam kebenaran dan perlakuan adil, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan.  Integritas merupakan landasan kepercayaan, dan kepercayaan diperlukan untuk memperoleh kesuksesan dalam tim dan rganisasi sekolah.

Konsistensi (Program menjaga mutu amal)
Orang yang sukses hanyalah orang yang mampu memelihara (istiqamah) dalam shalat.  Untuk mendapatkan sukses dengan mutu tinggi, maka kita harus bekerja secara konsisten atau memiliki karakter : Small, continuous, and improvement ; bekerja memulai dari yang kecil-kecil, tetapi secara terus menerus dan sambil meningkatkan diri untuk mencapai kwalitas prima.

Dalam manajemen kita mengenal teknik benchmarking, yaitu suatu teknik untuk mendapatkan sukses, maka lembaga atau seseorang harus mencari model (qudwah) secara terus menerus.  Lembaga/sekolah atau diri kita dapat dibandingkan dengan lembaga/sekolah model sampai kita kuasai, dari proses penguasaan menuju proses penerapan yang kita sebut sebagai benchlerning.  Dengan adanya program benchmarking dan benchlearning, kita akan dapat meniru model atau qudwah yang telah kita pilih.

Penutup
Kesuksesan abadi adalah kesuksesan dunia dan akherat.  Barang siapa yang buta hatinya didunia, niscaya akan lebih buta diakherat.  Untuk itu, membangun diri harus dimulai dengan kesuksesan dunia.  Desain sukses harus dimulai dengan ;

  • Kita dengan diri kita ; yaitu dengan mengembangkan potensi Spiritual, Emosional, Intelektual, Fisik dan menguasai Teknologi terapan pada berbagai bidang yang kita butuhkan. Kata kunci sukses pada wilayah ini adalah INTEGRITAS , dan puncak sukses posisi kita pada wilayah ini berupa karakter
  • Kita dengan orang lain ; yaitu bagaimana kemampuan kita dalam melakukan komunikasi untuk menyampaikan ide dan mempengaruhi mereka. Kenyamanan dan kesuksesan dengan orang lain dimulai dengan keluarga dan masyarakat sosial kita.  Setelah lingkungan prima kita sukses, maka kita membangun TIM hingga memperoleh kesuksesan. Kata kunci sukses pada wilqayah ini adalah bekerja dengan SINERGI.  Hidup ini harus sinergi dan menghasilkan sesuatu yang positif,dan puncak sukses posisi kita adalah sebagai PEMIMPIN.
  • Kita dengan Lembaga/Sekolah/organisasi ; yaitu bagaimana kemampuan kita dalam bekerja di Lembaga/Sekolah/organisasi Kita harus mampu mengelola sistem organisasi dan manajemen organisasi kita atau sekolah kita, yaitu arah dan strategi transformasi Lembaga/Sekolah/organisasikita. Motto Lembaga/Sekolah/organisasi kitamisalnya ; Unggul dalam prestasi, Santun dalam bertindak dan Profesional dalam Pelayanan, harus menjadi arah dan strategi Lembaga/Sekolah/organisasi.  Kata kunci pada wilayah ini adalah kemampuan menyiapkan dan mengelola sumber daya yang berkwalitas, santun dan profesional.  Dengan sumberdaya yang berkwalitas, santun dan profesional, kita melakukan kegiatan produksi  yang dapat menghasilkan produk, baik itu barang atau jasa.  Setelah produk yang berkwalitas kita miliki, maka kemampuan PEMASARAN untuk menjual produk menjadi indicator keberhasilan yang penting. Inilah puncak nafi’un lighairihidari aspek kelembagaan.
  • Mengubah Kondisi menjadi Peluang Sukses:

“Sesungguhnya, bersama kesultan itu ada kemudahan (QS. Al Insyirah{94}:5-6).  Kita harus mampu mengubah kondisi dan tantangan menjadi peluang.  Kondisi yang distilahkan dengan Change, Challenge, Complxity, Crowded, un-Certainty, Conflict merupakan cincin mellinium, karena bagaikan atmosfer yang mengelilingi bumi yang hanya dapat dilewati kecuali dengan kekuatan.  Untuk meraih sukses ketiga wilayah tersebut, hingga memperoleh kesuksesan akhir, kita memerlukan mutu dan kekuatan dalam bekerja” (QS. Ar Rahman{55}33)

  • Kata kuncinya adalah selalu bekerja dengan ;Kerja Ikhlas (spiritual), Kerja Mawas (Emosional), Kerja Cerdas (Intelektual), Kerja Keras (Fisik) dan Kerja Tuntas (Profesional).

Bekasi, 5 Ramadhan 1438 H

Drs. H. Ahmad Sholeh Dimyathi, MF., MM. (biasa dipanggil Pak Kyai) lahir di Pati, Jawa Tengah, 17 Oktober 1954. Prestasi yang berhasil dicapainya meliputi pemenang utama Lomba Kreativitas Guru (LKG) tingkat nasional tahun 1997, guru teladan tingkat Jakarta Timur tahun 2000, pemenang II Lomba Kreativitas Guru (LKG) tingkat nasional tahun 2001 dan 2002, guru berprestasi dan berdedikasi luar bisa tingkat nasional tahun 2005, kepala sekolah berprestasi nasional tahun 2006, dan pengawas berprestasi terbaik 2 tingkat DKI Jakarta tahun 2014. Dalam kepangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) berhasil meraih pangkat pembina utama dengan golongan IV E. Pangkat dan golongan ini bagi PNS yang berkarir dari seorang guru, merupakan prestasi yang sulit dicapai. Pada tahun 2004 ia meraih Satya Lencana Pendidikan Guru Berprestasi dan Berdedikasi dari Menteri Pendidikan Nasional. Saat ini menjadi Dewan Pembina Pengurus Pusat Agupena (Asosiasi Guru Penulis Indonesia).

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top