Adab Para Pencari Ilmu

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh: Wijaya Kurnia Santoso

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita tidak bisa asal-asalan jika kehidupan kita ingin sukses dunia dan akhirat. Perlu adanya bekal dalam menjalani kehidupan ini. Salah satu bekalnya adalah ilmu, dan ilmu itu bisa diperoleh dengan proses belajar, baik secara formal maupun non formal. Ilmu menjadi faktor yang penting karena ilmu adalah salah satu perantara untuk bertaqwa. Dengan predikat taqwa inilah manusia mendapatkan kedudukan mulia disisi Allah, karena yang dinilai oleh bukan bagusnya rupa ataupun banyaknya harta, melainkan ketaqwaannya. Dalam surat Al Mujadalah, Allah berfirman : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Al-Mujadalah : 11).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum disalah satu masjid diantara masjid-masjid Allah, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat” (HR. Muslim). Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya, menyatakan bahwa :“Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertandasegala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmuyang berguna.”

Semangat mencari ilmu harus selalu membara. Dalam mencari ilmu pun harus senantiasa bersungguh-sungguh, agar ilmu yang di dapat bisa bermanfaat, yakni berupa pengalaman dari ilmu tersebut dan menyebarkannya. Namun, terkadang banyak kita alami dan jumpai ilmu yang kita peroleh jauh dari manfaat. Mengapa bisa seperti itu ?. Bisa jadi dikarenakan caramenuntut ilmu kita yang selama ini salah dan syarat-syarat menuntut ilmu serta adabnyakita tinggalkan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menuntut ilmu, yakni :

Niat yang baik
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung dari niatnya dan seseorang mendapatkan sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang sipa hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya sesuai kemana ia hijrah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sabar dan tabah dalam belajar
Sabar dan tabah adalah pangkal keutamaan dalam segala hal, tetapi jarang yang bisamelakukannya. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan” (QS. An-Nahl : 96). Sebaiknyapara pelajar mempunyai hatitabah dan sabar dalam belajar kepada sang guru,dalam mempelajari suatu kitab (ilmu) jangansampai ditinggalkan sebelum sempurna dipelajari. Dalam satu bidang ilmu juga jangan sampai berpindah bidang lain sebelum memahaminya secara menyeluruh, dan juga dalam tempat belajarjangan sampai berpindah ke tempat lain kecuali karena terpaksa. Kalau hal ini di langgar, dapat membuat urusan jadi kacau balau, hati tidak tenang, waktupun terbuang dan bisa melukaihati sang guru.

Memuliakan ilmu dan guru
Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunyadapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, danmenghormati keagungan gurunya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti (hak)  orang yang berilmu (agar diutamakan pandangannya)” (HR. Ahmad). Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Khidir berkata, jika engkau mengikuti maka janganlah engkau menanyakanku tentang sesuatu apapun, sampai aku menerangkannya” (QS. Al Kahfi : 70). Diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi rahimahullah, Umar bin al-Khatab radhiallahu ‘anhu mengatakan : awadhu’lah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.

Bersungguh-sungguh dan kontinu
Pelajar harus bersungguh hati dalam belajar serta kontinu (terus menerus) dalam menuntut ilmu. Allah berfirman, “Dan Orang-orang yang mencari keridhaan Kami, niscaya Kami tunjukkan mereka kepada jalan-jalan Kami” (QS. Al-Ankabut : 69). Pepatah arab mengatakan “Man Jadda Wa Jada” (Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil). Selain sikap bersungguh-sungguh, seorang pelajar harus dengan kontinu sanggup dan mengulangi pelajaran yangtelah lewat. Hal itu bisa dilakukan pada awal waktu malam, akhir waktu malam.

Wara’
Wara’ secara sederhana berarti meninggalkan perkara haram dan syubhat. Para ulama seringkali memaksudkan wara’ adalah meninggalkan perkara syubhat dan perkara mubah yang berlebih-lebihan, juga meninggalkan perkara yang samar hukumnya. Keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah. Sebaik-baiknya agama kalian adalah wara’. (HR. ath-Thabrani dan al-Bazzar. al-Mundziri berkata, “hadist ini sanadnya hasan”).Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah menyampaikan nasihat kepada Abu Hurairah, Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi sebaik-baiknya ahli ibadah. Jadilah orang yang qona’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah), maka engkau akan menjadi orang yang benar-benar bersyukur. Sukailah sesuatu pada manusia sebagaimana engkau sukai jika ia ada pada dirimu sendiri, maka engkau akan menjadi seorang mukmin yang baik. Berbuat baiklah pada tetanggamu, maka engkau akan menjadi muslim sejati. Kurangilah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati”. (HR. Ibnu Majah no. 4217).

Maka, sebagai seorang pelajar kita harus berupaya dengan sekuat tenaga agar sikap dan adab di atas bisa kita lakukan sehingga Allah akan mempermudah urusan kita dalam mencari ilmu dan kemanfaatan ilmu yang kita pelajari bisa dirasakan oleh banyak orang dan diridhoi oleh Allah SWT. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

PAHLAWAN ZAMAN NOW

Oleh Fortin Sri Haryani Pahlawan diartikan sebagai seorang yang telah berjasa, memberikan
Go to Top