Home » Opini » Dengar dan Rasakan! » 270 views

Dengar dan Rasakan!

Rubrik Opini Oleh

Oleh: Ainun Zaujah, S.Sos.,M.Si

“Berbicara menunjukkan kita berbagi, mendengarkan menunjukkan kita peduli”
(Parlindungan Marpaung, 2010)

Lihatlah dirimu yang penuh keajaiban. Fasilitas untuk berbicara, Allah SWT berikan 1 (satu) mulut. Fasilitas untuk mendengar, Allah SWT berikan 2 (dua) telinga. Berbicara dan mendengar adalah 1 banding 2 (1:2).  Artinya apa???Kemampuan mendengar adalah obat yang sangat mujarab bagi kehidupan. Pelatihan-pelatihan menjadi pembicara publik, pelatihan mengasah jiwa lewat menulis ramai dilaksanakan, tetapi ada 1 (satu) pelatihan yang jarang dilaksanakan yaitu pelatihan menjadi pendengar yang baik.

Ibnul Muqaffa` berkata, “belajarlah engkau menjadi pendengar yang baik, sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Sebagian dari sifat pendengar yang baik adalah memberikan kesempatan kepada orang yang berbicara untuk menyelesaikan pembicaraannya secara tuntas, tidak sekedar memberikan komentar dan jawaban, tetapi juga ikut mengarahkan wajah kepada pembicara dan memperhatikan apa yang diucapkannya” (Assadullah, 2010).

Apakah kita punya kemampuan mendengar? John C.Maxwell dalam bukunya developing the leader within you, memberikan tes kemampuan mendengar seseorang, tes tersebut bisa kita temukan pada buku Life is choice halaman 35 yang ditulis oleh Parlindungan Marpaung. Silahkan tes kemampuan mendengar anda.Beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mendengarkan:
1. Dengarkan dengan mata yang tertuju pada pembicara.
2. Ikuti irama napas, intonasi suara, mimik anda ketika memberikan tanggapan atau respon.
3. Dengarkan apa yang mereka ucapkan maupun yang belum terucapkan (latihlah diri anda untuk peka dengan bahasa tubuh orang lain).
4. Fokuslah agar kita bisa mengetahui minatnya, harapan-harapannyanya, bidang-bidang yang mereka takuti dan pernah terluka, untuk menjadi catatan agar kita tidak mengungkitnya ketika berkomunikasi ke depannya.
5. Dengarkan seperti anda ingin didengarkan.
6. Dukunglah seseorang dengan kata-kata yang membangun dan menghargainya dengan tulus yang akan memberikan kekuatan untuk mengubah hidup siapapun ke arah yang lebih baik.
(Kolaborasi tips dari Parlindungan dan Ainun Zaujah)

Maka, sebelum memberikan saran pada sesi konseling, mulailah dengan menggali informasi, Hal ini akan membantu kita menemukan Akar Masalahnya.

Dalam berbagai sesi konseling, mendengarkan konsultasi klien

Saya menemukan lautan ilmu yang sangat berharga, untuk menjadi pribadi yang pandai bersyukuratas kehidupan ini.Banyak sekali kisah yang mengharu biru, tentang perjalanan hidup umat manusia, yang terangkum dalam catatan sabar dan syukur. Proses untuk membantu klien keluar dari masalah yang membelengu kehidupannya, selalu butuh komunikasi efektik untuk membuat klien nyaman dan mau menceritakan akar masalahnya.Pemicunya apa? Sebabnya apa? Masalahnya dimana? Kemauan klien untuk terbuka dan mau bekerjasama akan memudahkan terapis membimbingnya untuk menemukan akar masalahnya dan menemukan solusi untuk menikmati hidup lebih berkualitas.

Saya selalu punya trik untuk membuat klien mau bercerita tentang masalahnya. Semua itu saya peroleh lewat pengalaman dan jam terbang menangani klien. Hal ini membuat saya merasa slalu memiliki stok energi baru ketika melihat klien bisa tersenyum dan menjalani hidupnya dan menikmati kebahagiaannya.

Jika kita ingin berinteraksi efektif dengan orang lain, maka kita harus mengerti orang lain terlebih dahulu. Kunci utama untuk mempengaruhi adalah tingkah laku yang aktual yang nampak lewat karakter anda. Karakter akan terus memancar, karakter kita berkomunikasi dengan orang lain. Karakter mengirim pesan tentang diri kita. Kita harus terpengaruh dengan keunikan orang lain, agar orang lain bisa terpengaruh dengan nasehat kita. Jadi, jika anda ingin benar-benar efektif dalam komunikasi antar pribadi, anda tidak dapat melakukannya dengan teknik saja (Covey, dalam bukunya 7 kebiasaan manusia yang efektif).

Maka, langkah yang harus anda terapkan adalah belajarlah medengar dengan empatik. Mendengar dengan empatik membuat anda memiliki banyak rekening emosi yang terisi penuh yang membuat anda terhubung dengan orang lain tepat menyentuh hatinya. Covey menyebutnya rekening bank emosi yang menciptakan transaksi antar hati. Dunia dakwah menyebutnya ikatan hati. Saling memahami tanpa kata, saling sepakat tanpa debat, saling merindukan tanpa sekat, saling berkomunikasi tanpa teknologi canggih hanya mengandalkan radar hati. ***

Tags:

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top