Di Balik Sambutan Hangat Qonitah

Rubrik Opini Oleh

Oleh : Ainun Zaujah, S.Sos.,M.Si.

Di bawah rinai hujan aku berjalan
Laju motor kupercepat, ingin segera tiba di rumah.
Perjalanan kali ini sangat bermakna. Aku baru selesai membawakan materi pesantren kilat di sebuah sekolah tempat aku melalui masa-masa  SMU, 15 tahun yang lalu.

Sampai di halaman rumah, tarikan gas kuhentikan.
Tapi, tunggu. Ada yg tak biasanya.

Biasanya, suara motor ini menghadirkan teriakan manja dari dalam rumah. Qonitah sangat mengenali suara motor ini. Meskipun belum dilihat oleh penglihatannya, qonitah banyak menggunakan indra pendengaran untuk mempelajari sesuatu. Gaya belajarnya dominan auditori.

Suara manja itu tak kudengar. Biasanya suaranya terdengar renyah dari dalam rumah, lalu tangan kecilnya membuka pintu dengan wajah polosnya tersenyum manis  dan segera memanggilku “umi sudah pulang”. Hari ini, tak ada hadiah istimewa itu. Hadiah sambutan hangat dari putri kecilku qonitah.

Aku menunggu beberapa saat di teras rumah, lalu mencoba membuka pintu yang terkunci. Akupun masuk ke dalam rumah. Suasana  nampak sunyi. Setelah duduk sejenak, mataku mengarah ke dinding dan melihat jam 12.35. Mmhm…gumamku,Qonitah tidak ada di rumah, biasanya jam segini ikut Ayah nya ke masjid. Di sela-sela jam kantor, ketika waktu sholat dzuhur tiba, suamiku sering membawa qonitah ke masjid.

Hari ini ada yang tak biasa, hatiku merasakan kerinduan yang agak berbeda. Betapa pemandangan yang  biasa kutemui ketika seharian di kantor, lalu pulang mendapat sambutan spesial dari qonitah meninggalkan kesan di hatiku. Sesuatu yang biasa kulihat, kudengar, kutemui di tengah kesibukanku. Dan ketika pemandangan itu tak kutemui, ada yang sedih di sudut hatiku.

Kehadiran anak dalam hidup kita ternyata sangat bermakna. Tawa riang mereka mengisi stok semangat dan energi di dalam jiwa. Meski, ada pula duka yang kadang nyelinap. Tetapi jika dilalui dengan bekal ilmu yang cukup, semua akan tetap indah dan meninggalkan senyuman di ruang hati.

Betapa berharga sambutan mu selama ini nak. Hari ini aku merasakan betapa hadirmu sangat berharga dlm kehidupanku. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top