Home » Opini » Personal Branding » 219 views

Personal Branding

Rubrik Opini Oleh

Oleh: Ainun Zaujah, S.Sos.,M.Si

Personal branding adalah istilah yang pertama kali saya dengarkan dari presentasi Prof. Graham MurrayM.Ed., FCIPD (United Kingdom),dalam sebuah acara seminar Internasional yang dilaksanakan oleh Universitas Dayanu Ikhsanuddin di Hotel Rajawali kota Baubau tanggal 29 April 2017. Seminar Internasional ini menghadirkan 4 (empat pembicara), 3 (tiga) diantaranya adalahDr. Sanihu Munir, MPH (Indonesia), Prof. Abdul Rahman bin Ayub (Malaysia), dan Prof. Aahad M. Osman-Gani, Ph.D (Bangladesh).

Berfoto bersama La Ode Mu`jizat, Prof. Murray di Seminar Internasional Unidayan

Prof.Murray bukanlah seorang akademisi seperti 3 keynot speakers lainnya, Murray adalah praktisi manajemen yang bekerja di perusahaan minyak terbesar di Inggris yang merekrut ribuan graduate untuk bekerja di perusahaanya. Murray memiliki Kurang lebih 4000 pekerja, diantara ribuan pekerja tersebut, ada yang berasal dari Indonesia.

Tulisan berikut adalah hasil presentasi Prof.Murray dalam seminar Internasional Unidayan yang saya tuliskan dalam bentuk terjemahan bahasa Indonesia. Murray memberikan tips untuk para pelajar dan mahasiswa tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja di luar negeri. Berikut presentasi dari Prof.Murray:

“Untuk mencari karyawan baru, kami mencari karyawan yang berbeda dengan banyak yang lain. Saat saya melihat CV, saya tidak melihat pencapaian akademis saja. Pencapaian akademis bukan hal yang terpenting bagi saya. Saat saya mencari graduate/calon pekerja, saya akan melihat di CV mereka, apakah mereka mempunyai keahlian yang bisa ditawarkan pada perusahaan saya. Banyak sekali para lulusan yang berkata mereka tidak punya pengalaman, pengalaman ini harus dicari di luar pengalaman akademik. Saya mendorong para lulusn untuk mencantumkan kegiatan-kegiatan di luar akademis. Bahkan ketika saya bertanya apakah mereka memiliki pengalaman bekerja di Café?Kebanyak dari mereka menjawab “ mengapa saya harus bekerja di Café, padahal saya punya titel”.Padahal bagi saya, pada saat bekerja di Café anda akan memiliki keahlian untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan customer.

Saya mencari lulusan yang memiliki kemampuan berkomunikasi, sangat penting juga bagi anda untuk bisa berbahasa inggris, maka Universitas harus mendukung mahasiswa dengan bahasa inggris yang baik. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan menunjukkan kemampuan lulusan untuk memiliki kemampuan bekerja dalam tim, memotivasi orang lain, keahlian untuk memimpin, di saat yang sama, mereka memiliki kebijaksanaan kapan harus mengikuti instruksi atasan.Saya mencari para enjiner yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mentransfer ide pada orang lain, calon pekerja yang bisa menjadi mentor bagi teman-temannya sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Jawaban yang paling saya inginkan, ketika saya bertanya pada calon pekerja adalah “ mereka menjawab bahwa mereka bisa meramu keahlian-keahlian tertentu untuk kondisi-kondisi tertentu” Hal terpenting bagi saya adalah perilaku karyawan tersebut. Walaupun anda punya nilai yang baik, semua nilai A, tetapi jika anda tidak punya attitude yang baik, maka anda bukan calon pekerja yang saya inginkan”.

Tentang personal branding, Murray mengatakan “They stand out from the crowd by working on their” itulah personal branding. Membuat diri kita beda dengan yang lain.Mahasiswa sudah harus memulai “personal branding” saat berada di bangku kuliah.

Personal branding akan nampak pada diri seseorang lewat interaksi yang dilakukannya dengan orang lain. Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita harus memiliki kecerdasan social yaitu kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengajak orang lain untuk berinteraksi dengan kita. Lima (5) tahun belakangan ini, kecerdasan social menjadi masalah yang muncul dalam realitas, karena banyak orang dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang sudah terpapar dengan social media. Para lulusan perguruan tinggi memiliki kekurangan dalam hal:

  1. Keahlian menulis mereka menurun
  2. Tidak bisa berinteraksi dengan orang lain secara personal
  3. Kurang memiliki kemampuan untuk bekerja dalam tim
  4. Kurang sopan saat menghadiri seminar, mahasiswa terlihat sibuk dengan hand phone masing-masing.Di perusahaan saya, jika anda sibuk dengan HP saat meeting dengan bos, maka bos akan menyuruh anda keluar. Pesan Murray untuk calon lulusan adalah “milikilah kecerdasan social yang akan berpengauh bagi karir anda di masa depan”.

Masalah kecerdasan social yang mulai memudar ini bisa kita rubah jika Universitas bisa membantu mahasiswanya untuk mempersiapkan diri dan sampaikan hal ini pada mereka, bahwa inilah yang akan mereka dapati di dunia kerja. Universitas jangan hanya mengajarkan akademik saja, jika Universitas tidak membekali mahasiswa dengan hal ini, maka aka nada gap/kesenjangan antara apa yang dimiliki mahasiswa dengan apa yang dibutuhkan di dunia kerja.

Alhamdulillah, presentasi Prof.Murray membuka wawasan dan cakrawala kami sebagai akademisi, untuk melakukan pendidikan dan pengajaran pada mahasiswa, dengan tetap memperhatikan aspek pembekalan soft skill, agar terjadi keselarasan antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Setelah mendengar presentasi dari Prof.Murray, Sayapun mencoba membuka lembar demi lembar hasil asesmen talents mapping dari LeadPro yang terdiri dari 49 halaman itu. Di halaman 13 hasil asesmen tersebut menuliskan personal branding yang saya miliki.  Hasil asesmen talents mapping yang saya ikuti lewat tools psikologi yang ditemukan oleh Ir.Rama royani (akrab disapa abah Rama) menampilkan personal branding yaitu:

  1. Caretaker yaitu bisa merasakan perasaan orang lain sehingga senang merawat atau membantu orang lain
  2. Server yaitu senang melayani dan mendahulukan orang lain
  3. Visionary yaitu dapat melihat jauh ke depan melampaui cakrawala baik secara intuisi maupun dengan perasaan sehingga suka dengan tugas membuat visi
  4. Motivator adalah suka memajukan orang lain dengan cara memberikan panduan, semangat atau juga inspirasi
  5. Communicator yaitu senang menjelaskan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa baik lisan maupun tertulis

Penjelasan dari ke-5 personal branding tersebut saya peroleh lewat hasil asesmen yang saya ikuti pada bulan Maret 2017 di Aula Hotel Galaxy Inn kota Baubau. Hal ini semakin memberikan keyakinan dan arahan bagiku, bahwa inilah peran-peran terbaik yang bisa saya lakukan untuk menebar kemanfaatan bagi orang lain. Hal ini sangat sesuai dengan peran-peran yang telah saya jalankan selama ini, sejak tahun 2003 sampai saat ini tahun 2017. Sebagaimana motto hidup saya yaitu “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.

Pernyataan Prof.Murray dalam tulisan di atas, sejalan dengan perkataan psikolog senior Indonesia Adriano rusfi “Sebagai konsultan SDM, saya terbiasa memeriksa surat lamaran kerja yang jumlahnya bisa mencapai 500 lamaran. Maka, saya akan memilih surat lamaran yang isinya sangat menantang yang menampilkan jiwa entrepreneurship untuk selanjutnya pelamar tersebut layak dipanggil untuk melakukan proses wawancara di perusahaan saya” Demikian pernyataan Adriano dalam acara workshop kurikulum aqil baligh berbasis kearifan local Buton yang dilaksanakan oleh komunitas HeBat Kota Baubau di One Coffee tanggal 6 Mei 2017.

Berdasarkan pemaparan di atas, saya mencoba membuat kesimpulan sendiri tentang personal branding. Menurut saya personal branding adalah kesan yang dimiliki oleh orang lain tentang sikap dan perilaku kita yang memberikan dampak  bagi orang lain baik dalam bentuk kemanfaatan maupun kemudhoratan. Maka, milikilah personal branding yang baik, agar dapat memberikan kebaikan bagi orang lain. Personal branding yang akan menjadi pembeda antara diri kita dengan orang lain. Dengannya kita memiliki keunikan, kekhususan, keistimewaan yang menghadirkan kerinduan bagi siapapun juga untuk selalu mengharapkan perjumpaan dengan kita. ***

Tags:

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top