KITA TUAI DI TAHUN KE TIGA SETELAH DUA TAHUN MENANAM

Rubrik Berita/Literasi Oleh

Guru Flores Timur bukan tidak mampu menulis. Mereka hanya belum memulai saja. Saat mereka sudah mulai, kemampuan menulisnya secara alami muncul.

Dua tahun dalam dampingan Agupena Flores Timur, bukan saja guru dilatih dan diajarkan menulis, tetapi jauh dari itu bagaimana membuka dan memberi ruang untuk guru menuangkan ide dan gagasannya.

Iklim ilmiah diciptakan. Maka dengan sendirinya, semangat itu tumbuh. Tumbuh dan berkembang serta bertahan lama. Jika Agupena Flotim hanya mendampingi guru dalam menulis, bisa jadi semangat itu akan perlahan luntur. Kita ciptakan iklim sehingga terus bertahan dan semakin luaslah guru Flores Timur mampu berkarya.

Kualitas guru tidak dipandang dari besarnya pendapatan( baca: uang) yang diperoleh, namun jauh dari itu adalah bagaimana Ia terus berkarya dan berkarya terus untuk berbagi dan menginspirasi segenap elemen dan kalangan masyarakat bergerak secara profesional di bidang tugasnya masing – masing.

Teman – teman guru se- Kabupaten Flores Timur mari bergandengan tangan dalam karya dan pelayanan untuk kemajuan pendidikan di negeri ini salah satunya melalui kegiatan menulis.

Tentang Karya “Revolusi Mental Ala Guru” Bunga Rampai Esai Pendidikan, dalam waktu dekat akan dicetak setelah buku pertama ” Tapak Tuah” Karya 3 guru Pengurus Agupena Flotim karya Muhammad Soleh Kadir, Asy’ari Hidayah Hanafi dan Benediktus Bereng Lanan.***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top