Keefektifan Penggunaan Edmodo sebagai Media Pembelajaran

Rubrik Pendidikan Oleh

Keefektifan Penggunaan Edmodo sebagai Media Pembelajaran E-Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pantun

Oleh: Petrus Kia Kedang, S.Pd.
(Guru Bahasa Indonesia pada SMP Negeri 1 Lewolema, Anggota Agupena Flotim, Instruktur Nasional Guru Pembelajar)

Petrus Kia Kedang, S.Pd.

Dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lewolema tentang pantun, peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik tetapi kurang merespon materi yang diberikan oleh guru. Pada saat guru memberikan  latihan soal, peserta didik memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Mereka mendapat kesulitan dalam menulis pantun. Hasil test menunjukkan  peserta didik kelas VII A SMP Negeri 1 Lewolema, dari 28 peserta didik dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75, yang mampu mencapai KKM atau tuntas hanya 6 peserta didik atau 21,43 %.

Hasil belajar yang dicapai peserta didik kelas VII A SMP Negeri 1 Lewolema ini belum memuaskan. Menurut Penulis, hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya (1) Guru menggunakan media pembelajaran konvensional dalam proses belajar mengajar, (2) Guru belum memanfaatkan edmodo sebagai media pembelajara e-learning dan (3) Guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran dan membiarkan peserta didik menjadi pasif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat menghilangkan perbedaan daya serap peserta didik adalah dengan pemiliham media pembelajaran yang tepat. Untuk sekelompok peserta didik boleh jadi mereka mudah menyerap bahan pelajaran bila guru menggunakan media pembelajaran konvensional seperti papan tulis sebagaimana kegiatan pembelajaran di era sebelum kecanggihan teknologi seperti saat ini, tetapi untuk sekelompok peserta didik yang lain mereka lebih mudah menyerap bahan pelajaran bila guru menggunakan media pembelajaran elektronik.

Perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin pesat mengisyaratkan guru (dan peserta didik) menguasai pengelolaan pembelajaran berbasis TI. Konsep berbasis TI yang dikenal dengan sebutan E-learning merupakan inovasi dalam dunia pembelajaran. E-learning merupakan proses transformasi pendidikan konvensional ke bentuk digital, baik secara isi maupun sistemnya.

Penulis menggunakan edmodo sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil pembelajaran materi pantun. Edmodo adalah platform media sosial yang sering digambarkan sebagai Facebook untuk sekolah dan dapat berfungsi lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan. Edmodo merupakan aplikasi yang menarik bagi guru dan siswa dengan elemen sosial yang menyerupai Facebook, tapi sesungguhnya ada nilai lebih besar dalam aplikasi edukasi berbasis jejaring sosial ini.  Edmodo (dirancang oleh pendidik) yang juga berbasis cloud kolaborasi merupakan aplikasi yang cukup aman digunakan oleh guru dan siswa. Seorang guru, sekolah, kabupaten/kecamatan dapat dengan mudah mengelola sebuah sistem yang menyediakan fitur terbaik dan praktis menghilangkan kecemasan kita terhadap aktivitas yang biasa siswa lakukan dengan internet khususnya facebook.  (www.edmodo.com).

Dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru membagi peserta didik dalam 5 kelompok. Guru mengaktifkan komputer dan menyampaikan kompetensi dasar pada siklus 1 ini dengan powerpoint presentasi. Dengan bantuan LCD, Semua peserta didik dalam kelompok mengarahkan pandangan mereka ke layar monitor. Selanjutnya semua peserta didik diminta mengaktifkan handpon mereka. Guru mengaktifkan edmodo melalui komputer dan peserta didik diizinkan untuk masuk ke ruang edmodo setelah mendapat keyword dari guru. Setelah masuk ke ruang edmodo, mereka dapat membaca bahan ajar yang telah disimpan guru di dalam edmodo.

Hasil  tes pada siklus I menunjukkan bahwa  dari 28  peserta didik yang mengerjakan soal, 12 peserta didik mencapai KKM, dan16 pesera didik yang nilainya di bawah KKM. Hal ini menunjukkan sudah ada peningkatan jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh peserta didik pada prasiklus.. Penggunaan media pembelajara e-learning sudah dapat meningkatkan hasil belajar dan tingkat ketuntasan sesuai dengan target yang direncanakan walaupun peningkatannya baru mencapai 21,57%. Baru 43% peserta didik yang dinyatakan tuntas, sisanya 57% belum tuntas. Kemudian hasil belajar yang dicapai peserta didik SMP Negeri 1 Lewolema baru mencapai rata-rata 70,03.

Hasil  tes siklus II menunjukkan bahwa  dari 28  peserta didik yang mengerjakan soal, 26 siswa telah mancapai KKM. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Peserta didik yang tuntas mencapai 93%. Hasil belajar peserta didik setelah menggunakan edmodo sebagai media pembelajaran e-learning pada siklus II meningkat menjadi rata-rata 8,20. Dibandingkan dengan hasil belajar pada  siklus I yang hanya mencapai  nilai rata-rata 70,03.

Dari data di atas, penulis menyimpulkan bahwa menggunakan edmodo sebagai media pembelajaran e-learning setelah siklus II dapat dinyatakan berhasil. Keberhasilan ini ditunjukkan oleh indikator sebagai berikut: (1) Peserta didik seluruhnya dinyatakan berhasil mencapai kategori tuntas belajar, (2) Hasil belajar peserta didik mencapai KKM, dan (3) Motivasi belajar peserta didik pun meningkat.***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

PAHLAWAN ZAMAN NOW

Oleh Fortin Sri Haryani Pahlawan diartikan sebagai seorang yang telah berjasa, memberikan
Go to Top