Meningkatkan Kemampuan Guru Mata Pelajaran

Rubrik Pendidikan Oleh

Meningkatkan Kemampuan Guru Mata Pelajaran dalam Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Melalui Kegiatan Workshop

(Pada Sekolah Binaan di Kabupaten Flores Timur)

Oleh: Arnoldus A. Langoday
(Pengawas SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flotim)

Arnoldus A. Langoday

Salah satu persoalan mendasar dalam pendidikan dan pembelajaran  ialah mutu   pencapaian kompetensi oleh peserta didik yang seringkali tidak sesuai dengan standar pencapaian berdasarkan standar kompetensi lulusan melalui penetapan kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hasil ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan kenaikan kelas belum sesuai KKM yang telah ditetapkan oleh guru mata pelajaran/MGMP satuan pendidikan. Pencapaian nilai ulangan harian berdasarkan KKM KD saja harus dicapai memalui remidial atau perbaikan pembelajaran. Pemberian tugas terutama penugasan terstruktur belum mencerminkan penguatan pecapaian kompensi yang dituntut dalam setiap kompetensi dasar (KD) belum sesuai dengan tuntutan indikator pencapaian kompetensi.

Mutu hasil pembelajaran sesungguhnya ditentukan melalui kualitas manajemen pembelajaran yang dikelola secara bermutu oleh guru mata pelajaran. Sebuah manajemen pembelajaran yang baik sangat ditenetukan oleh kualitas perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran sesuai tuntutan pelaksanaan kurikulum. Kriteria manajemen perencanaan pembelajaran yang baik apabila setiap guru mata pelajaran telah memiliki program tahunan dan semester, melakukan analisis dan pengembangan silabus, merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta merancang penilaian pembelajaran. Analisis dan pengembangan silabus dan perancangan RPP akan sangat menentukan langkah proses/ pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang berkualitas. Oleh karenanya pemahaman guru mata pelajaran terhadap standar-standar pendidikan yang terkait seperti standar isi, satandar proses, standar penilaian dan standar kompetensi lulusan harus secara komperhensif demi terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian yang bermutu serta dapat menghasilkan output yang bermutu pula.

Berkaitan dengan tanggungjawab profesional sebagai guru, kondisi nyata  menunjukkan  adanya masalah yang mendasar berkaitan dengan mutu pembelajaran pada setiap satuan pendidikan yang harus diperbaiki. Masalahnya ialah kemampuan guru mata pelajaran dalam merumuskan/mengemngkan indikator pencapaian kompetensi (IPK) yang masih rendah. Indikator pencapaian kompetensi (IPK) harus dipandang sebagai pusat mutu dari sebuah perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran dalam upaya pencapaian kompetensi pada setiap KD.

Untuk meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran dalam merumuskan/ mengembangkan indikator pencapaian kompetensi, maka kegiatan workshop dengan metode In – On – In  yang  difokuskan pada pengembangan indikator pencapaian kompetensi (IPK) dengan melakukan  pengembangan silabus yang menekankan pada analisis SK, KD, Materi pokok pembelajaran, penetapan alokasi waktu pada setiap KD. Efektifitas pencapaian kompetensi (KD) dan KKM merupakan mata rantai yang harus selalu diperhatikan yaitu efektifitas dalam mengembangkan indikator pencapaian kompetensi, implementasi dalam proses pembelajaran yang berkualitas berdasarkan hasil pengembangan silabus dan perancangan RPP sehingga pelaksanaan penilaianyapun dapat mencapai hasil yang maksimal atau minimal sesuai dengan KKMnya.

Sebagai Pengawas Sekolah Menengah Pertama pada Dinas PKO Kabupaten Flores timur, Penulis melakukan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) pada SMPN 1 Adonara Tengah dan SMPS Panca Karya Lite, yang merupakan sekolah binaan. Kegiatan ini melibatkan 32 orang guru mata pelajaran. Dengan memiliki kemampuan merumuskan IPK secara efektif akan menjamin perancangan RPP yang bermutu, maka mutu pembelajaran dapat ditingkatkan. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dalam dua (2) siklus.

Hasil yang diperoleh pada siklus I dievaluasi/direfleksi dan dilakukan  tindakan penelitian pada siklus II untuk meningkatkan hasil yang diperoleh pada siklus I. Dengan menggunakan  workshop metode In – On – In guru mata pelajaran memiliki pengalaman yang cukup meningkatkan kemampuannya  dalam bekerja baik secara perorangan maupun kelompok. Hasil penelitian yang diperoleh pada siklus II mengalami peningkatan secara signifikan jika dibandingkan dengan hasil pada siklus I. Dalam tindakan ini indikator pencapaian kompetensi (IPK) dapat dikembangkan secara efektif melalui pengembangan silabus. Nilai pencapaian perumusan/pengembangan IPK  mengalami peningkatan yakni dari 72 %  menjadi 87 % ( meningkat 16%). Untuk membuktikan kemampuan guru mata pelajaran tentang pentingnya perumusan/pengembangan IPK, maka pengembangam silabus dan perancangan RPP yang bermutu perlu disiapkan oleh setiap guru mata pelajaran untuk kepentingan proses pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Hasil pengembangan silabus dan perancangan RPP pada siklus II juga mengalami peningkatan. Hasil pengembangan silabus pada siklus I  74%,  pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85%. Sedangkan perancangan RPP, pada siklus I  71% meningkat menjadi 87% pada siklus II.

Penulis dapat menyimpulkan, kemampuan guru mata pelajaran dalam merumuskan/mengembangan indikator pencapaian kompetensi (IPK) melalui metode workshop In-On-In mengalami peningkatan secara signifikan. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

PAHLAWAN ZAMAN NOW

Oleh Fortin Sri Haryani Pahlawan diartikan sebagai seorang yang telah berjasa, memberikan
Go to Top