Menumbuhkan Cinta di Hati Kita

Rubrik Opini Oleh

Refleksi Ainun Zaujah, S.sos., M.Si.

Menumbuhkan Cinta di Hati Kita

Kami memulai pernikahan dengan sebuah visi yang suci. Visi itu adalah Ibadah. Lebih spesifik dari ibadah adalah membangun keluarga dakwah. Menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rosul-Nya ke dalam semua hati para penghuni rumah.
Kami membangun keluarga lewat peran menumbuhkan cinta di hati. Cinta itu akhirnya menumbuhkan potensi. Cinta itu gelombang rasa pecah menjadi energi atom yang membahana.

Cinta itu selimut kehidupan yang melindungi, memayungi, menumbuhkan, merawat dan menjaganya hingga sampai ke surge. Karena surga adalah cinta di atas cinta.

Cinta harus tumbuh atas dasar segitiga cinta. Demikian pesan kepala bandara Kota Baubau dalam seminar pelatihan keluarga Sakinah yang dilaksanakn di Aula KPPN kota Baubau. Sebagaimana bahagia dlm buku Dr.alkusawyer digambarkan juga sebagai segitiga sama sisi. Mengapa segitiga? Karena cinta kita harus dibangun di atas cinta yang hakiki. Suami mencintai Allah. Isteri mencintai Allah. Allah akan hadirkan cinta, tumbuhkan dan terus tumbuhkan hingga akarnya menghujam jauh ke dasar bumi dan buahnya menggantung di taman-taman surga.

Segitiga cinta:
Isteri – Allah SWT – Suami

Aku merasakan cinta yang selalu bersemi. Aku merasakan cinta yang selalu dinamis. Aku merasakan cinta yang semakin dalam. Aku merasakan cinta seperti awal berjumpa.
Meski, bersama sudah 9 tahun perjalanan. Cintaku terus mekar, terus berbunga.
Cintaku tak berubah karena masa. Cintaku terus menjulang menuju langit.
Semoga bisa mengetuk pintu surga dan diperkenankan masuk ke dalamnya.
Cintaku bisa seperti ini, karena aku dan suami sama-sama mencintai Allah SWT.
Dalam getaran hati, dalam ucapan lisan dan dalam amal perbuatan.

Mari terus membangun cinta karena Allah SWT. Sebagaimana pesan kepala KUA dalam nasehat pernikahan beberapa pasangan yang akan menikah di sebuah kantor camat di daerahku.

Pertanyaan pertama yang diajukan kepala KUA pada para calon mempelai adalah, “Apakah anda sholat? Utamakan Allah maka Allah akan menjagamu.Banyak kasus perceraian yang saya temui selama menjadi kepala KUA, setelah saya telusuri, pasangan tersebut tidak melaksanakan sholat dalam menghiasi rumah tangganya. Tegakkan sholat ya. Itu sangat penting untuk menjaga keluarga dari kehancuran”.

Aku ingin Allah SWT slalu dekat dalam kehidupan kita suamiku. Untuk menjaga rumah surga kita slalu dalam kebaikan. Aamiin.

5 Maret 2017

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top