PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS NARASI CERITA FANTASI

Rubrik Pendidikan Oleh

PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS NARASI CERITA FANTASI DENGAN MODEL COOPERATIFE LEARNING TIPE JIGSAW
Oleh : Arnoldus Ola Aman, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMPN-2 Adonara Timur

Berbicara tentang pembelajaran bahasa Indonesia sesuai kurikulum  tahun 2013 (K-13), tidak segampang membalikkan telapak tangan. Hal ini dapat terjadi karena pembelajaran tersebut dipenuhi dengan berbagai teks pembelajaran dalam satu kali pertemuan dengan perbandingan teks dan item pendalaman yang yang cukup rumit.

Dalam mempelajari satu  teks cerita fantasi, dibutuhkan konsentrasi  dan keaktifan penuh dari  siswa-siswi untuk menyimak dengan baik untaian cerita yang ditampilkan dalam teks  pembelajaran . Jika tidak demikian ,maka  indikator-indikator  dalam  memahami  cerita fantasi   pembelajaran bahasa Indonesia   dapat menemui kegagalan .

Berdasarkan hasil pengamatan, hasil pembelajaran peserta didik di SMPN-2 Adonara Timur kelas VIA ,cukup memprihatinkan . Hal ini dapat terlihat pada: (1) adannya  sikap kurang konsentrasi dan  sulit menangkap isi satu teks yang dibacakan ,(2)peserta didik  belum menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar.,(3) banyak peserta didik  kelas VII A yang belum tuntas pembelajaranya dalam  kompetensi memahami  teks narasi  cerita fantasi tersebut  yakni berada  di bawah  Kriteria Ketuntasan Minimal( KKM) 75 . maka  kami sebagai guru bahasa Indonesia mencari strategi sebagai solusi untuk menjawab tantangan tersebut . Hal yang  kami lakukan sebagai guru pengasuh mata pelajaran bahasa  Indonesia  di kelas VII A adalah  menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran  Memahami Teks Narasi Cerita Fantasi .

Penulis terdorong untuk melakukan penilitian dengan menggunakan Pendekatan Cooperative Tipe Jigsaw dengan beberapa argumentasi diantaranya :(1)Informasi yang disampaikan dalam kegiatan pembelajaran sangat sederhana.,(2) Adanya kerja kolompok dimana terjadi komunikasi dalam kelompok yang dibangun.,(3)Kelompok belajar yang dibentuk adalah heterogen dengan 5 – 6 orang anggota yang menggunakan pola kelompok asal dan kelompok ahli.,(4) Siswa mempelajari materi dalam “kelompok ahli” kemudian membantu angota “kelompok asal” dalam mempelajari materi itu.,(5) Materi pembelajaran dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Kegiatan pada siklus I  bermaterikan siswa mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi(cerita fantasi) yang dibaca dan didengar serta menceritakan kembali isi teks narasiceritafantasiyangdidengardandibaca. Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai pedoman dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan adalah (1)Guru dan siswa melaksanakan pembelajaran dengan materi “mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi(cerita fantasi) yang dibaca dan didengar serta menceritakan kembali isi teks narasi yangdidengardandibaca ,(2) Guru mengadakan tanya-jawab dengan siswa untuk mengetahui pemahaman siswa tentang konsep mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi(cerita fantasi) yang dibaca dan didengar serta menceritakan kembali isi teks narasi yangdidengardandiba,(3).

Guru bersama siswa membentuk kelompok berdasarkan nomor urut observasi. Siswa dibagi dalam 5 Kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang dimana 1 orang menjadi ketua kelompok dan 5 orang menjadi  anggota kelompok.,(4)Guru membagi Lembar Kerja Siswa untuk didiskusikan dalam setiap kelompok yang didahului dengan penjelasan guru tentang cara mengerjakannya,(5).

Masing-masing ketua kelompok menentukan penomoran setiap anggota kelompok. Berdasarkan pemberian nomor tersebut, akan dibentuk lagi sub-sub kelompok baru yang berasal dari satu orang ahli sebagai utusan masing-masing kelompok. Sub kelompok yang dibentuk ini akan membahas secara mendetail indikator pembahasan . Masing-masing kelompok membahas satu indikator pembahasan . Misalnya, setiap siswa nomor 1 bergabung dengan siswa kelompok lain yang juga nomor 1 dan membahas 1 sub materi. Sehingga sub kelompok ahli berjumlah 6 orang. Begitu juga dengan siswa nomor 2 sampai 6.,(6)Siswa yang bergabung dalam sub kelompok ahli mengerjakan bagian lembar kerjanya masing-masing. Guru mengamati dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan.(7)Siswa kembali bergabung pada kelompok sebelumnya dengan membawa hasil yang telah dibahas dalam diskusi kelompok ahli. Guru mengamati dam membimbing kelompok yang mengalami kesulitan.,(8)Siswa saling menukarkan hasil kerja kelompok ahli dalam kelompok semula.,(9)Siswa yang tergabung dalam kelompok semula melihat dan memutuskan hasil kerja kelompok untuk dipertanggung jawabkan,(10). Guru dan siswa memberikan penilaian tentang tugas kelompok yang telah diselesaikan.,(11)Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dibahas.,(12) Guru memberikan tes tertulis secara individual.

Dari hasil yang diperoleh pada siklus 1 menunjukkan angka perolehan  rata-rata /klasikal yang memprihatinkan yakni  aspek afektif dan psikomotor , berada  di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM) yakni 58,42 % .Pada aspek kognitif hasil yang diperoleh peserta didik adalah60,55% . Angka ini masih jauh dari harapan yang diinginkan yakni harus mencapai 80 %.

Untuk itu  diambil kesimpulan dilakukan kegiatan pembelajaran ulang  pada siklus II. Penekanan pembelajaran pada siklus II pusatkan pada keterlibatan siswa yang maksimal dengan langkah-langkah pembelajaran yang sama. Hasil yang diperoleh pada silus II sangat memuaskan  yakni,untuk aspek afektif dan psikomotor rata-rata perolehan nilai adalah  96,4 % . Angka tersebut berada di atas angka kriteria minimum yakni 80 % . Aspek kognitifnya berada pada angka 92,6%.

Berdasarkan capaian ini, penulis dapat menyimpulkan, pembelajaran dengan pendekatan Cooparative Learning Tipe Jigsaw, dapat meningkatkan hasil belajar   mengidentifikasi cerita narasi teks fantasi oleh siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Adonara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

PAHLAWAN ZAMAN NOW

Oleh Fortin Sri Haryani Pahlawan diartikan sebagai seorang yang telah berjasa, memberikan
Go to Top