Guru Kehidupan Ada di Rumahku

Rubrik Opini Oleh

Refleksi Ainun Zaujah, S.Sos.,M.Si

Anak-anakku adalah guru kehidupanku

Sebagai orangtua saya sering terperangah dan terpana dengan celoteh anak-anakku. Mereka sering mengungkapkan banyak hal yang memberi petunjuk pada hatiku. Sebuah pertanyaan maupun pernyataan yang membimbingku untuk belajar banyak hal untuk memahami dunia anak. Sebuah dunia yang penuh dengan kepolosan, ketulusan, dan kesucian. Suatu hari saya dibuat takjub pada pertanyaan faiz anak pertamaku, saat itu usianya sekitar 7 (tujuh) ttahun,“ umi, kenapa Allah bisa ADA, sedangkan Dia tidak punya orangtua. Kalau Allah menciptakan manusia, lalu siapa yang menciptakan Allah”?. Dalam moment yang lain qonitah yang usianya baru 5 tahun berkata “umi, kalau ada anakku, akan saya rawat dengan sebaik-baiknya” Saat itu saya sedang menemani qonitah nonton TV. Maksudnya merawat dengan sebaik-baiknya itu apa nak? Tanyaku kemudian. “Saya temani main, saya temani tangkap belalang” demikian jawab qonitah.

Ucapan anak bisa menjadi perantara pesan-pesan Tuhan kepada orangtuanya. Suatu ketika seorang anak berhasil membuat ayahnya berhenti minum minuman keras. Ketika saya bertanya pada ibunya bagaimana hal itu bisa terjadi, ibunya menjawab, “waktu itu suami saya capek habis bekerja seharian, suami menyuruh anak sulungku yang duduk di bangku SMU untuk membeli sebotol BIR di warung. Lalu anakku berkata pada bapaknya bahwa yang meminum dan yang membelikan minuman sama-sama berdosa. Kalimat itu menyadarkan suamiku. Sejak saat itu suamiku berhenti minum minuman keras”.

Perubahan sikap dan perilaku anak juga bisa menjadi sarana perenungan diri bagi orangtua. Ketika anak berubah dan berperilaku tidak sesuai harapan, sebenarnya tugas orangtua adalah melakukan perenungan mendalam/ introspeksi diri untuk menemukan akar masalah dari kondisi anak saat itu. Mungkin kita terlalu sibuk, sampai lupa menyapa anak dengan hangat. Mungkin kita banyak pekerjaan, sampai lupa menyambut kedatangan anak dengan sambutan penuh cinta. Mungkin kita jarang berdoa karena asik berselancar di dunia maya. Maka, pesan saya kepada semua orangtua adalah “segala permasalahn yang menghampiri kehidupanmu, jalan keluarnya ada dalam dirimu”

Anak sesungguhnya adalah guru kehidupan yang terbaik jika kita mau mengambil pelajaran. Kehadiran mereka dalam hidup kita adalah alarm yang akan menjadi pengingat jika langkah kita mulai keluar dari rel kereta kehidupan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

***

Jodoh Yang Dirindukan

Wahai jodoh, dimana kau berada?
Di bumi yang mana, di bawah langit yang mana?
Di lereng bukit yang mana???
Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?
Ataukah dalam diam,kau sering melirikku lalu tertunduk malu.

Wahai jodoh, aku menantimu dalam kesholehan yang bertambah-tambah. Kuperbaiki tahsin alqur’anku untuk bekal mendidik anak-anak kita alqur’an dengan lisanku sendiri, kurutinkan ibadah nafilahku berharap kau juga slalu memantaskan diri untuk menjadi pendampingku.

Wahai jodohku,
Aku slalu berbisik pada langit,
Bersujud dalam tahajudku
Semoga engkau hadir dalam mimpiku
Seru ya perjalanan bertemu jodoh
Jodoh itu getar jiwa
Jodoh itu kesejiwaan
Ketertarikan pada kesholehan, bukan kemapanan.
Bagi seorang wanita, agama seorang lelaki adalah nilai yang sangat mahal harganya,
Jangan khawatir soal rezeki. insyaAllah, Allah yang mencukupkan.
Aku takjub saat melihatmu datang dalam mimpiku,
Padahal aku tak memikirkanmu
Kulihat kau duduk di pinggir tempat tidurku
Kulihat jelas wajahmu
Siapa dia???

Ketika kubuka amplop dari murobbiku
Amplop yang berisi biodata seorang lelaki sholeh
Aku tertunduk malu, penasaran ingin melihat siapakah sosok yang ada di balik amplop itu?
Akupun melihat biodata yang tertera di lembaran kertas itu

Aku tak bisa bersuara
“Kau adalah wajah yang sama di dalam mimpiku”

Terimakasih ya Allah …
Aku kini telah bertemu jodohku
Semoga cinta kami bisa sampai ke SURGA.
Aamiin…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top