Bukan Karena Saya Guru, Saya Nge-Blog

Rubrik Literasi Oleh

Oleh: Hamli Syaifullah
Dosen di UMJ, Anggota Agupena DKI Jakarta, Serta Blogger di Blog Strategi & Keuangan

Awalnya, saya memutuskan menjadi seorang blogger, bukan karena saya seorang guru. Akan tetapi, saya memutuskan menjadi seorang Blogger, karena saya menyenangi dunia kepenulisan. Maka saya buatlah Blog Strategi dan Keuangan, yang beralamat di strategikeuangan.com. Dengan demikian, Blog yang saya miliki, saya jadikan sebagai tempat untuk menumpahkan hobi saya menulis.

Fokus Blog yang saya geluti saat ini ialah Manajemen Strategik dan Ilmu Keuangan. Keputusan saya memilih tema tersebut, antara lain: Pertama, karena latar belakang pendidikan saya ialah keuangan. Kedua, saya merasa mulai ada ketertarikan dan menyenangi manajemen strategik.

Hal yang harus Anda ingat, bukan karena saya ahli di bidang Imu Manajemen Strategik dan saya memiliki banyak uang dengan membahas ilmu keuangan. Kemudian, pengalaman saya tersebut saya tumpahkan dalam Blog Pribadi saya. Bukan demikian alasannya. Namun, alasan utamanya ialah karena saya hobi menulis. Serta ditambah dengan dua alasan berikutnya, yaitu: karena latar belakang pendidikan saya ialah keuangan dan saya mulai tertarik untuk belajar Ilmu Manajemen Strategik.

Dengan demikian, jika dikaitkan antara saya Nge-Blog dengan profesi saya sebagai seorang guru (red, dosen), secara sepintas memang tidak ada kaitannya. Maka dari itu, saya katakan bahwa saya memilih Nge-Blog, bukan karena profesi saya adalah seorang guru. Tapi karena saya cinta menulis.

Hanya saja, bila saya coba berkontemplasi lebih mendalam dari aktivitas Blogging yang saya lakoni, ternyata secara tidak langsung Nge-Blog membuat wawasan dan pengetahuan saya makin bertambah. Karena saya jadi makin rajin membaca. Mulai baca buku, artikel, jurnal, dan lain sebagainya. Dan juga, saya mulai rajin menulis tepat waktu.

Mengapa? Karena, setiap kali saya akan membuat sebuah artikel, saya harus membaca beberapa literatur, entah buku, jurnal, ataupun berita online. Maka dari itu, dapatlah di-hipotesa-kan (baca, disimpulkan sementara), aktivitas Nge-Blog yang saya lakukan secara tidak langsung ternyata berkontribusi besar terhadap profesi saya sebagai seorang guru.

Secara tidak langsung, dengan saya memiliki Blog Pribadi, telah membuat saya menjadi seorang pembelajar. Artinya, karena saya memiliki kewajiban untuk memposting tulisan di Blog, maka mau tak mau saya harus membaca berbagai macam sumber literatur. Khususnya literatur yang berkenaan dengan tema Blog yang saya miliki.

Bayangkan saja—sebagai contoh, ketika saya hendak membuat satu artikel yang akan diposting di Blog, saya harus membaca 2-3 buku berkenaan dengan topik yang akan saya bahas. Kemudian, saya mencari-cari juga topik tersebut di internet. Dan sesekali, saya sisipi data-data ataupun realitas yang ada di masyarakat, yang saya coba cari di internet.

Tentu dapat ditebak, salah satu manfaat yang saya dapatkan—yang apabila saya korelasikan dengan profesi saya sebagai seorang guru ialah, saya dapat menambah ilmu pengetahuan baru. Kemudian, ilmu pengetahuan tersebut dapat saya sampaikan kepada anak didik saya (baca, mahasiswa). Dan yang tak kalah penting, pengetahuan yang saya peroleh dapat saya jadikan bahan penelitian di kampus tempat saya mengajar. Sehingga, makin banyak lah manfaat yang saya peroleh dari aktivitas Blogging yang saya lakoni saat ini.

Untuk Apa Guru Nge-Blog?
Lantas, untuk apa kita Nge-Blog? Tujuan utama kita Nge-Blog, tak lain untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas diri kita. Dalam artian, dengan Nge-Blog, kita akan menjadi manusia pembelajar. Di mana, kita akan terus meluangkan waktu untuk belajar. Sehingga dengan meluangkan waktu untuk belajar, secara tidak langsung kapasitas dan kualitas diri kita akan meningkat.

Jikalau kapasitas dan kualitas diri kita meningkat, secara otomatis akan membuat kita makin bernilai, entah bernilai secara ekonomis ataupun non-ekonomis. Secara ekonomis, mungkin honor kita akan ditambah oleh institusi tempat kita mengajar. Dan secara non-ekonomis, mungkin keberadaan kita akan lebih dianggap oleh yang lainnya, entah di tempat mengajar ataupun di masyarakat.

Tentunya, masih banyak alasan lain mengapa diri kita yang berprofesi guru harus Nge-Blog atau memiliki Blog Pribadi. Tapi, saya hanya mencukupkan satu alasan saja, yaitu sebagai media untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas diri kita sebagai seorang guru. Itu saja niat dan alasan yang harus kita ketengahkan, saat awal kita membuat Blog Pribadi.

Bayangkan saja, jika diri kita yang berprofesi guru mau membuat Blog Pribadi, kemudian diri kita menjadi seorang pembelajar dengan segudang ilmu pengetahuan, dan kemudian diajarkan kepada peserta didik yang kita ajar (baca, siswa atau mahasiswa), tentu akan hasilkan output pendidikan yang sangat berkualitas.

Logikanya sangat sederhana, kalau gurunya pintar dan memiliki wawasan yang luas, Insya-Allah peserta didik yang diajarnya pun akan tertular gurunya, yaitu memilki wawasan yang luas. Nah, cukup sederhana kan, manfaat Blog Pribadi bagi seorang guru. Jika Anda ingin menjadi guru pembelajar, dan memiliki wawasan yang luas, memiliki Blog Pribadi salah satu cara yang bisa ditempuh.

Masih ragukah?
Jika ragu, silahkan buktikan dengan membuat Blog Pribadi, dengan tema sesuai yang Anda inginkan dan kuasai. Dan rasakan manfaatnya, jika sudah berjalan satu tahun terhadap pengetahuan yang Anda miliki.
Jangan berkomentar pedas terlebih dahulu, tapi silahkan dicoba dan rasakan sendiri manfaatnya. Ya sudah, selamat mencoba ya…!

Apa yang Akan Ditulis?
Hal yang perlu diketahui bersama, Blog merupakan media pribadi yang diposting atau diunggah melalui internet, sehingga bisa dinikmati oleh pengguna internet di seantero jagad raya ini. Walaupun media pribadi, hal yang harus diperhatikan ialah, Blog yang kita miliki harus menarik minat pembaca.

Maka dari itu, hal yang harus kita muat dalam Blog Pribadi harus tema-tema yang menarik. Sehingga, akan ada orang yang mau berkunjung ke Blog yang kita miliki. Kemudian, membaca artikel-artikel yang diposting di Blog Pribadi kita. Karena, untuk apa membuat Blog kalau tidak ada yang membaca. Tentunya, manfaatnya tak akan bisa dirasakan.

Kembali lagi pada persoalan tema, yang dimaksud dengan tema menarik ialah, tema-tema yang berkenaan dengan profesi kita masing-masing. Karena profesi kita ialah seorang guru, maka ada baiknya tema yang kita angkat ialah tema seputar pendidikan dan guru.
Nah, tema pendidikan dan guru bila kita perinci lagi, yaitu sesuai dengan kajian dan latar belakang pendidikan yang kita geluti saat ini. Maksudnya, buat saja Blog sesuai dengan latar belakang pendidikan yang kita miliki.

Contoh, saya seorang guru (baca, dosen) dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan, maka tema Blog yang akan saya buat, yang sangat pas ialah tema-tema tentang ekonomi dan keuangan. Jangan sampai, saya membuat blog tentang kesehatan ataupun fisika, yang pastinya, orang akan menyangka bahwa saya berbohong ataupun melakukan plagiat dari setiap tulisan yang saya posting di Blog Pribadi saya.

Kalaupun tema yang berkenaan dengan latar belakang pendidikan kita, dianggap terlalu akademis dan serius, kita bisa tampilkan cerita pengalaman kita mengajar. Tentu, itu akan membuat pembaca Blog kita merasa senang dan tertarik membaca pengalaman kita sebagai seorang guru ketika mengajar.

Dan masih banyak lagi, tema-tema yang dapat digali dan dijadikan sebagai tema di Blog Pribadi yang akan kita buat. Hanya saja, hal yang harus kita ingat bersama, pilihan tema yang kita ambil harus benar-benar diputuskan secara serius. Kemudian, jaga konsistensi menulis di Blog yang telah kita buat. Insya-Allah manfaat besar akan dirasakan di kemudian hari.

Saya Nge-Blog, Karena Saya Guru
Akhirnya, setelah saya mengetahui manfaat yang cukup besar dari keberadaan Blog Pribadi yang dibuat, yang awalnya saya beranggapan bahwa “Bukan Karena Saya Guru, Saya Nge-Blog”, akhirnya saya pun menyepakati bahwa “Saya Nge-Blog, Karena Saya Guru”. Artinya, seorang guru mesti dan harus memiliki Blog Pribadi, sebagai media untuk menuangkan ide-ide kreatif dan pengembangan diri. Sehingga, semakin lama seorang guru melakukan aktivitas Blogging, dirinya akan semakin memiliki wawasan yang luas.

Tentu, seorang guru yang memutuskan diri untuk Nge-Blog, harus memiliki ketulusan hati yang sangat tulus, yang tak ada embel-embel lain dari niatnya, kecuali untuk mengembangkan diri. Sehing media Blog yang dimiliki oleh seorang guru, tak akan membebani tugas sang guru sebagai pendidik.

Selain itu, tak akan ada alasan lagi, bahwa tak ada waktu untuk hanya menulis di Blog Pribadi, karena waktu yang dimiliki sudah tersita untuk mengajar di sekolah atau di kampus. Tak ada alasan lagi, bahwa waktu yang dimiliki sudah tersita mengoreksi tugas-tugas peserta didik, dan bermacam alasan lainnya.

Jika niat kita tulus, bahwa niat kita Nge-Blog karena diri kita seorang guru yang wajib mengembangkan diri, pasti aktivitas Blogging yang kita lakukan, tak akan menyita ataupun mengganggu waktu yang kita miliki. Maka dari itu, sebagai seorang guru kita harus mulai menyadari, bahwa memiliki Blog Pribadi merupakan sebuah keharusan yang wajib ditunaikan.

Bagi Anda yang berprofesi guru, dan tertarik untuk membuat Blog, coba saja berkunjung ke Blog yang saya miliki, yaitu Blog Strategi dan Keuangan, dengan alamat strategikeuangan.com. Mungkin, dengan melihat Blog Pribadi saya, Anda akan memiliki perbandingan, Blog seperti apa yang akan dibuat nantinya.

Saya tak mau berpanjang kalam lagi, dan semoga guru yang membaca artikel ini, akan tertarik untuk membuat Blog Pribadi. Selamat Nge-Blog ya….! ***

Hamli Syaifullah, lahir di Sumenep-Madura, Jawa Timur. Senang menulis sejak Nyantri di Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. Kemudian bergabung dengan Agupena DKI Jakarta, demi menjaga semangat untuk menulis. Pendidikan S-1 diselesaikan di UMJ tahun 2013 dan S-2 di STIE AD Jakarta, tahun 2016. Aktivitas saat ini sebagai dosen Manajemen Perbankan Syariah di UMJ. Tulisannya telah menyebar di beberapa koran lokal dan nasional. Juga aktif menulis buku populer dan Buku Biografi. Dan saat ini, aktif Nge-Blog di Strategikeuangan.com

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Literasi

Go to Top