INOVASI TIDAK HANYA SEKALI SAJA

Rubrik Opini Oleh

Ismail Suardi Wekke
STAIN Sorong & Agupena Papua Barat

Yahoo akhirnya dilego ke Verizon dengan hanya $ 4,48 miliar. Padahal sebelumnya, valuasi Yahoo mencapai $ 100 miliar, bahkan puncak valuasinya mencapai $ 125 miliar pada tahun 2000. Melalui Yahoo, akhir 90-an kita mengenal email gratisan, ruang chat, dan juga portal yang kira-kira fungsinya seperti Google. Bahkan mulai ada pertanyaan “Do you Yahoo?”. Hanya saja, sekarang ini Yahoo mulai ditinggal dan tidak bisa lagi bersaing dengan portal lain yang juga mulai berkembang.

Jaringan pertemanan di media sosial salah satunya diawali Friendster. Seiring dengan mulai tumbuhnya pengguna Facebook. Para pengguna Friendster beralih ke Facebook. Platform media sosial semakin beragam, sehingga akhirnya pelan-pelan Friendster kehilangan peminat. Mulai pula berkembang Twitter, laman microblog. Semakin menambah pilihan para peminat media sosial. Bahkan Twitter menjadi instrument dalam revolusi di Mesir dan beberapa negara lainnya. Sementara China mengembangkan media sosialnya sendiri dengan mengandalkan konsumen domestik.

Sementara itu, 22 Juni 2017, PT Modern Sevel Indonesia menyampaikan surat kepada Bursa Efek Indonesia bahwa mereka akan menutup semua gerai Seven Eleven di penghujung Juni. Padahal 2012, tonggak kesuksesan Sevel. Berawal 2009, tahun pertama langsung tersebar dengan 40 oulet di beberapa provinsi. Bukan saja kalangan anak muda yang menjadikan Sevel sebagai tempat nonkrong juga bagi professional muda. Seiring dengan tumbuhnya minimarket dengan jaringan Alfamart dan Indomaret, akhirnya Sevel mulai tergerus. Mereka kemudian merugi dan tidak bisa lagi menjalankan aktivitas bisnis yang sudah ada.

Kaskus yang menjadi portal Indonesia menjadi platform diskusi dan ajang jual beli. Portal ini secara khusus mendapatkan peminat dan juga investor dari penjuru dunia. Hanya saja, memasuki awal tahun 2017, hits dan pengakses mulai berkurang bahkan surut secara drastis. Akhirnya, pemasang iklanpun juga mulai surut.

Nokia menjadi raja telepon seluler. Bahkan secara guyonan disebut dengan “handphone sejuta umat”. Hanya saja, mereka akhirnya tumbang dengan telepon dengan sistem operasi android. Begitu pula dengan Blackberry, akhirnya juga tumbang. Keduanya tidak mampu bersaing dengan Samsung dan android lainnya. Sementara muncul pula pemain baru seperti Oppo.

Di masa lalu, bahkan kata untuk menunjukkan photo disebut Kodak. Hanya saja, hari ini tidak ada lagi yang menggunakan Kodak untuk urusan photo. Merek yang menggantikannya diantaranya Canon. Sekedar keperluan untuk dokumentasi bahkan ada telepon seluler yang memiliki kemampuan setara dengan kamera DLSR.

Bukan berarti Yahoo, Friendster, Sevel, Kaskus, Blackberry, Nokia, dan Kodak tidak melakukan inovasi. Namun, urusan inovasi tidak bisa dilakukan sekali saja. Harus dilakukan secara terus menerus. Bahkan menjadi ruh perusahaan. Sehingga bisa menawarkan layanan yang sesuai dengan kondisi mutakhir. Masing-masing perusahaan perlu mengenali atmosfer perusahaan dan lingkungan yang senantiasa berkembang. Dalam pengalaman Yahoo, mereka tidak dapat mengantisipasi perkembangan yang ada. Mereka cukup puas dengan menjadi media rakrasa. Menerima iklan dengan nilai jutaan dollar. Akan tetapi justru perusahaan lain lebih fokus mengembangkan pada layanan tunggal.

Sejatinya bukan tentang layanan tunggal ataupun beragam. Samsung justru menjadi perusahaan dengan pelbagai layanan dan produk. Tetapi karena dibarengi dengan inovasi tetap saja mereka menjadi pemain utama dalam eletronik. Bagian utama dan pertama yang perlu dilakukan sebuah perusahaan adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melakukan inovasi dan juga terlibat perencanaan strategik perusahaan. Sementara perusahaan yang menafikan sinergitas dengan karyawan akan mengalami kehancuran. Kalaupun tidak cepat, maka kehancuran itu justru akan menyakitkan karena sangat perlahan. ***

Lahir di Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. Sekarang ini bertugas di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua Barat. Sejak 2010 ditugaskan sebagai pelaksana kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sorong sampai 2011. Sejak 2012 sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sorong untuk periode 2012-2016. Kemudian, diangkat kembali untuk periode 2016-2020. November 2016 menjadi bagian Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM). Kini, menjadi Pengurus AGUPENA Papua Barat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top