Tak Kenal Maka Tak Sayang

Rubrik Opini Oleh

Oleh: Ainun Zaujah

Ada pepatah yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Hal ini berlaku dalam kehidupan. Ketika kita hanya mengetahui informasi secuil tentang seseorang, maka kepercayaan kita padanya tidak tumbuh dengan baik. Setelah mengetahui riwayat hidup seseorang, barulah perlahan kita bisa membuka diri untuk melakukan proses interaksi sosial ke arah yang lebih mendalam untuk membangun ikatan hati sehingga bersedia untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Hal tersebut juga berlaku dalam dunia konseling. Setelah menekuni hypnoterapi, saya akhirnya memahami, bahwa informasi yang memuat riwayat hidup klien adalah kunci pembuka untuk kesuksesan langkah selanjutnya. Prosedur untuk memberikan terapi pada klien harus dimulai dari proses pra induksi (mengetahui riwayat hidup klien). Hal ini akan menjadi panduan mendasar untuk menemukan formula yang tepat dalam menciptakan kenyamanan dalam konsultasi. Mengapa kenyamanan sangat penting? Karena klien mau terbuka, jujur dan terus terang tentang segala sampa-sampah emosinya.

Jawaban klien dapat dijadikan terapis untuk menyusun kata-kata sugesti yang membimbing klien untuk memerdekakan jiwanya dan merubah paradigmanya dalam memaknai masalah dalam kehidupannya. Sampai di sini, klien akan dibimbing untuk menyadari hakikat masalah dan hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Selanjutnya klien dibimbing untuk tunduk dan pasrah pada skenario Allah SWT.

Saling mengenal itu memang sangat baik jika kita tahu riwayat hidup seseorang. Agar kita bisa memilih sikap terbaik, perkataan terbaik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama manusia. Maka kaidah dakwah kata ustad Aad adalah mengubah lawan menjadi kawan. Mengubah rasa benci menjadi rasa sayang. Mengubah rasa tidak nyaman menjadi nyaman. Ketika hati tergerak untuk menyambut nasehat kebaikan karena telah hadir rasa sayang di hati buah dari perkenalan yang penuh dengan kesan-kesan kebaikan.

Sangat penting bagi saya untuk mengetahui riwayat hidup orang lain, karena informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun hubungan persahabatan yang berkesan, serta berkelanjutan. Dengan menerapkan teknik komunikasi ala Nabi muhammad SAW (saya temukan dalam buku yang berjudul membuat orang jatuh cinta dalam satu detik yang ditulis oleh Atif Abdul Id) dan memadukannya dengan pendekatan hypnoterapi dan prinsip komunikasi neuro linguistic programming (NLP), saya memperoleh manfaat yang luar biasa dalam semangat untuk terus menambah jumlah teman setiap harinya dan melangkah menuju tahap persahabatn yang langgeng sebagai sumber kebahagiaan dan kedamaian hati. Karena kekayaan hati bisa diukur dari banyaknya sahabat yang kita miliki di dunia ini. ***

Tags:

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top