MENEROPONG GEBRAKAN BUPATI DAN WABUP FLOTIM DI AWAL KEPEMIMPINAN

Rubrik Opini Oleh

Oleh: Maksimus Masan Kian
(Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia/Agupena Cabang Flores Timur)

Maksimus Masan Kian

Tri Rismaharani adalah salah satu Kepala Daerah di negeri ini yang banyak mendapat penghargaan di berbagai bidang. Wali Kota Surabaya ini selain dikenal tegas dalam bertindak, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang kreatif, dan inovatif dalam gebrakan di bidang pemerintahan dan tata kota. Santun memimpin dan selalu dekat dengan masyarakat, menjadi bagian dari gaya kepemimpinan Risma, sapaan Tri Rismaharani yang disukai oleh banyak orang.

Tidak bermaksud untuk menyamakan, namun gaya kepemimpinan seperti ini, perlahan namun sudah mulai ada tanda ditunjukkan oleh Antonius Gege Hadjon dan Agustinus Payong Boli, di awal kepemimpinan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur. Pasangan dengan tagline “Bereun” ini nampak berusaha dan belajar untuk berbuat lebih baik kepada masyarakat Flores Timur. Beberapa tanda itu di antaranya; menekan tingginya perjalanan dinas, pembatasan penerimaan tenaga honorer daerah, peniadaan pemadaman listrik secara bergilir, pengontrolan secara langsung distribusi air bersih ke rumah penduduk dan sekian tindakan tegas lainnya, membuat pasangan Bupati dan Wakil Bupati Flotim mulai dicintai oleh warga Flotim.

Hampir sebulan ini, Media Pos Kupang (PK), intens menurunkan berita tentang gebrakan Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur di awal kepemimpinan, diantaranya; PK 9 Juni 2017, Wabup Agus Perkenalkan Swastisari (Bantu Masyarakat Mendapatkan Listrik),PK 14 Juni 2017, Agus Boli Sepakat Bakar Kapal Pengebom Ikan (Setelah terbukti bersalah), PK 15 Juni 2017, Wabup Marah Tujuh Hari Sampah tak Diangkut ( Perintahkan Kadis Lingkungan Segera Angkut), 15 Juni 2017, Listrik PLN Kembali Menerangi Desa Lamanabi-Flores Timur, PK 21 Juni 2017, Ani Membuat Rombongan Bupati Tertawa ( Makan Siang Bersama Anak Panti Acmister Duli Onan), PK 29 Juni 2017, Jalan Kaki ke Desa Agus Dengarkan Curhat Warga ( Di Desa Lewotana Ole, Kecamatan Solor Barat).

Gebrakan Bupati dan Wakil Bupati Flotim sejauh ini patut mendapat apresiasi. Ada gaya kepemimpinan baru yang ditampilkan. Ada semanagat baru yang ditunjukan. Semangat perjuangan untuk pelayanan. Namun, kita tentu tidak harus puas sedini ini. Butuh pengawalan.

Kawal Visi, Misi dan Program Kerja

Pasangan yang didukung oleh koalisi PAN, PDIP dan Gerindra ini mengusung Visi “Flores Timur Sejahtera Melalui Gerakan Desa Membangun, Kota Menata” dengan beberapa  Misi yakni (1) Selamatkan Orang Muda Flores Timur (Membangun motivasi, pendampingan teknis, pendampingan permodalan, (2) Selamatkan Infrastruktur Flores Timur (Jalan, Air, Listrik, Perumahan), (3) Selamatkan Tanaman Rakyat Flores Timur (Intensifikasi dan ekstensifikasi tanaman komoditi dan tanaman pangan rakyat), menyiapkan akses pasar hasil komoditi dan hasil pangan rakyat, (4) Selamatkan Laut Flores Timur (Bebaskan laut dari pengrusakan, menyiapkan sarana dan prasarana alat tangkap perikanan, budidaya perikanan) dan (5) Pembangunan Kota (Menata Kota Larantuka, Menata Kota Waiwerang.

Sementara tiga (3) kebijakan strategis diimplementasikan dalam program  (1) Kebijakan Pembangunan Pendidikan (Peningkatan Kualitas pendidikan, membangun prasarana dan sarana pendukung pendidikan: Sarana dan prasarana, peningkatan kesehjateraan guru honor, peningkatan kompetensi guru, Pemberian beasiswa khusus bagi mahasiswa asal Flores Timur yang hendak kuliah di Universitas atau sekolah tinggi yang ada di Flores Timur, (2) Kebijakan Pembangunan Pariwisata (Pengembangan Pariwisata berbasis Masyarakat: Desa Wisata dan Kawasan Wisata dan (3) Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Berhasil dan tidaknya pemimpin periode ini, indikatornya jelas, yakni terealisasinya visi, misi, dan program kerja untuk kesehjateraan Flores Timur. Tentang hal ini, beban tugas tentu tidak serta merta diletakkan pada pundak Bupati dan Wakil Bupati Flotim semata, melainkan semua warga Flores Timur, baik yang berdomisili di Flores Timur maupun di luar Flores Timur. Lewat konsep, gagasan, gerakan dan karya untuk kemajuan Flores Timur, sesungguhnya secara tidak langsung telah membantu pemerintah.

Bupati dan Wakil Bupati Flotim, sudah tahu amunisi seperti apa yang mesti disiapkan dalam mengeksekusi visi, misi, dan program kerja yang ada. Penulis sekedar membagi beberapa pikiran berkaitan dengan hal ini: pertama, Pilihlah “Jenderal” ( baca: Kepala Dinas) yang berkompoten di bidangnya. Pada bagian ini, penting sekaligus sebagai penentu keberhasilan seorang Bupati dan Wakil Bupati. Posisi ini, kemudian sebagai eksekutor teknis. Jika diurutkan dalam pemilihan maka, pilihlah yang berkompoten dan berprestasi di bidangnnya. Kedua, Ciptakan “Kemesraan” dalam bekerja. Di NTT atau bahkan di Indonesia,  hanya sedikit Bupati dan Wakil Bupati yang tetap mesra dari awal hingga akhir kepemimpinan. Mesra di awal, cerai di tengah jalan. Kepala Dinas tercerai berai. Mestinya tidak demikian, jika targetnya adalah sebuah kemajuan.  Bangunlah akar kerja sama yang kokoh untuk menopang pohon kerja, sehingga menghasilkan buah – buah kemajuan yang dapat dipetik untuk kesehjateraan masyarakat. Sebuah pepatah klasik yang masih relevan di era ini yakni “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Ketiga, Evaluasi: Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sebuah program, atau seseorang yang dipercayakan, evaluasi adalah solusinya. Di sana ada ruang perbaikan. Pada titik, dan letak mana yang perlu diperbaiki akan ditemukan dalam ruang evaluasi. Kualitas sebuah program setelah melewati tahapan evaluasi yang terus menerus.

Melalui prestasilah, pemimpin mendapatkan kredibilitas. Terus bergerak dalam karya pelayanan untuk kesehjateraan masyarakat. Buatlah masyarakat yakin akan sumpah dan janji melalui tindakan nyata! ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top