Blog: Media Kreativitas Guru Tanpa Batas

Rubrik Opini Oleh

Oleh: Hamli Syaifullah, Dosen di UMJ, Anggota Agupena DKI Jakarta, Serta Blogger di Blog Strategi & Keuangan

Blog merupakan media kreativitas tanpa batas bagi guru. Di mana melalui media Blog seorang guru bebas mengespresikan segala hal, untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya. Mulai dari kemampuan keilmuan, kemampuan metode mengajar, kemampuan riset, hingga kemampuan berbagai macam hal yang berkenaan dengan profesi guru.

Memang benar, aktivitas Nge-Blog sedikit banyak akan menyita waktu yang dimiliki oleh seorang guru. Yang biasanya guru bisa beristirahat di sela-sela senggang atau libur mengajar, dirinya dituntut dan dipaksa menulis untuk mengisi Blog Pribadinya. Karena, kalau tidak diisi dengan konsisten, maka Blognya akan basi dan ditinggalkan oleh pembacanya.

Hal yang perlu diingat, waktu yang tersita akan berbanding lurus dengan hasil yang didapatkan oleh guru yang memutuskan membuat Blog Pribadi. Karena, semakin banyak waktu yang tersita untuk Nge-Blog, maka akan semakin banyak kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru. Dan guru yang rajin Nge-Blog, secara tidak langsung dirinya telah rajin belajar dan mepelajari berbagai macam hal. Mulai dari hal yang berkenaan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), hingga hal-hal yang remeh-temeh lainnya.

Lantas, apa saja yang bisa diulas dalam Blog pribadi seorang guru? Jawabannya sangat simpel. Banyak hal yang bisa dijadikan sebagai objek pembahasan seorang guru di dalam Blog Pribadinya. Intinya, apa yang dibahas di dalam Blog Pribadi seorang guru, benar-benar bermanfaat bagi pembaca. Sehingga, pembaca Blog bisa mengambil banyak manfaat dari Blog yang dibuat oleh seorang guru.

Jika masih bingung, hal apa saja yang kira-kira bisa diisi dalam Blog Pribadi, di bawah ini saya coba paparkan lima hal yang bisa diisi dalam Blog Pribadi seorang guru. Sehingga seorang guru, mulai dari guru sekolah, guru perguruan tinggi (dosen), guru ngaji, guru les, dan guru-guru lainnya, termotivasi untuk Nge-Blog.

Pertama: Pengalaman Mengajar
Salah satu esensi dari kegiatan mengajar ialah, memberikan informasi kepada peserta didik, kemudian peserta didik mampu menangkap informasi tersebut dengan baik dan benar. Dengan demikian, tujuan dari mengajar ialah memberikan pemahaman agar peserta didik paham terhadap suatu objek pelajaran yang diajarkan.

Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan sementara (hipotesis), bahwa tidak semua orang bisa menjadi seorang pengajar yang baik. Dalam artian, menjadi pengajar yang baik membutuhkan metode dan strategi ampuh, sehingga peserta didik cepat paham akan pelajaran yang diajarkan.

Nah, karena mengajar membutuhkan keahlian tertentu, maka seorang guru yang telah memiliki pengalaman mengajar—entah pengalaman yang baru ataupun sudah lama, akan sangat bermanfaat jika pengalaman tersebut diceritakan atau ditulis. Tujuannya, agar cerita atau tulisan pengalaman mengajar, bisa ditiru dan diterapkan oleh guru lainnya.

Apalagi, bila pengalaman mengajar tersebut memberikan dampak yang baik terhadap pemahaman peserta didik. Tentu hal tersebut sangat bermanfaat bagi guru lainnya. Dan salah satu sarana yang bisa digunakan untuk menceritakan pengalaman mengajar tersebut ialah melalui Blog Pribadi.

Mengapa Blog Pribadi? Karena dengan kita menceritakan melalui Blog Pribadi, kita bisa bebas bercerita tanpa membutuhkan pengeditan yang ketat dari seorang editor. Hal terpenting, tulisan kita tidak menyinggung orang lain, tidak berbau SARA, dan masih sesuai dengan kaedah dan etika jurnalistik yang umum, maka kita sudah bisa mempublikasikan tulisan kita di Blog Pribadi.

Berbeda halnya, jika pengalaman kita mengajar ditulis dan dikirimkan ke media—entah online ataupun cetak, akan melalui proses kurasi (editan) yang cukup panjang. Jika kita belum memiliki keahlian menulis yang baik dan benar, sudah pasti tulisan kita akan ditolak. Maka jalan satu-satunya yang cukup aman  ialah, dengan menulis di Blog Pribadi.

Beberapa pengalaman mengajar yang bisa ditulis di Blog Pribadi, misalnya pengalaman menghadapi anak yang nakal, pengalaman mengajar anak yang ngantuk di kelas, pengalaman mengajar di perguruan tinggi, dan masih banyak lagi yang lainnya. Intinya, pengalaman tersebut bisa bermanfaat bagi yang lainnya.

Kedua, Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Mengembangkan diri bagi seorang guru hukumnya  wajib. Mengapa? Karena ilmu pengetahuan itu terus berkembang setiap saat. Bagi seorang guru yang tak mau mengembangkan diri—entah melalui pendidikan formal ataupun non-formal, sebaiknya pilihan profesi menjadi guru harus dipertanyakan lagi pada diri seorang guru.

Dalam artian, memilih profesi guru konsekwensinya ialah harus mau mengembangkan diri. Kalau tak mau mengembangkan diri, maka jangan memilih menjadi seorang guru. Karena, guru yang tak mau mengembangkan diri, dampaknya bukan saja pada dirinya sendiri. Akan tetapi, akan berdampak juga pada yang lainnya, khususnya peserta didik.

Peserta didik akan tertular sang guru, yaitu malas dalam menambah pengetahuan baru. Jika perserta didik sudah tak memiliki ghirah (keinginan yang kuat) mencari pengetahuan baru, maka siap-siaplah bangsa ini akan kekurangan inovator. Karena tak akan mungkin inovator itu dilahirkan dari peserta didik yang malas mencari pengetahuan baru. Maka dari itu, jika guru malas mengembangkan ilmu pengetahuan, dampak besarnya ialah bagi keberlangsungan bangsa Indonesia ke depannya. Ngeri kan….?

Salah satu sarana yang bisa dijadikan media pengembangan diri tanpa batas oleh guru ialah, dengan rajin menulis di Blog Pribadi. Seorang guru yang rajin menulis di Blog Pribadi, secara otomatis dirinya akan rajin juga mengembangkan diri. Karena seseorang tak akan mungkin menghasilkan tulisan bermutu, tanpa dirinya banyak belajar.

Dengan kata lain, seorang guru yang memiliki Blog Pribadi dan rajin menulis di Blog Pribadinya, akan termotivasi untuk terus belajar dan belajar. Bahkan, dirinya tak akan pernah merasa puas untuk belajar.  Dan juga, dirinya termotivasi untuk mencari hal-hal baru, yang bisa ditulis di Blog Pribadinya, dan bermanfaat bagi pembaca Blognya.

Pengembangan ilmu pengetahuan misalnya, saya seorang guru dengan latar belakang pendidikan formal bidang keuangan. Kemudian, saya menjadi seorang guru yang mengajar di bidang keuangan. Maka saya akan membuat Blog Pribadi berkenaan dengan bidang keuangan.

Saya akan menjadikan Blog Pribadi saya sebagai media mengembangkan diri di bidang keuangan. Hasil belajar saya di bidang  keuangan, akan saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Kemudian saya publis di Blog Pribadi saya. Dan demikian seterusnya.

Kita pun dapat membayangkan, jika seorang guru menekuni hal tersebut terus menerus. Tentu, tanpa disadari sang guru akan menjadi seorang ahli di bidang keuangan yang telah ditekuninya. Itulah dampak nyata yang akan didapatkan oleh seorang guru yang memiliki Blog, yaitu dirinya akan termotivasi untuk terus mengembangkan diri.

Ketiga, Informasi Seputar Pendidikan
Seorang guru yang memilih media pengembangan diri dengan menggunakan media Blog Pribadi, dapat mengisi Blog Pribadinya dengan informasi seputar pendidikan. Seputar pendidikan itu cukup luas cakupannya, makanya tema seputar pendidikan ini menjadi tema yang cukup potensial untuk dibahas di dalam Blog Pribadi seorang guru.

Agar tema seputar pendidikan yang akan di bahas di Blog Pribadi tidak terlalu basi, seorang guru bisa menambahkan dengan sisipan opini pribadi. Karena dengan menambah sisipan opini pribadi, tulisan yang disediakan oleh seorang guru bisa lebih menggugah pembaca. Kemudian dirinya bisa mengumpulkan pembaca yang loyal.

Jika seorang Guru Blogger yang telah berhasil menggalang pembaca loyal, maka akan banyak hal lain yang bisa didapatkan olehnya, khususnya yang bersifat finansial, seperti bisa sambil dijadikan tempat berjualan E-book, jualan seminar, jualan jasa, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, jika kita masih bingung tema apa yang akan dibahas di dalam Blog Pribadi kita sebagai guru, tema seputar pendidikan akan menjadi tema yang cukup baik untuk dibahas.

Keempat, Tempat Jualan Ide
Blog Pribadi yang akan dibuat oleh seorang guru, bisa juga diisi sebagai media berjualan ide. Misalnya, berjualan ide tentang keuangan, manajemen sumber daya manusia, manajemen sekolah, manajemen keuangan, teknologi, dan lain sebagainya.

Bentuknya, bisa berbentuk E-book, seminar, Power Point, dan lain sebagainya. Bentuk E-book misalnya, ide-ide kita ditulis ke dalam bentuk buku digital (E-book), yang bisa dijual ke pembaca loyal blog kita.

Bentuk seminar, misalnya keahlian kita adalah bidang manajemen sekolah. Buatlah seminar-seminar tentang manejemen sekolah yang baik dan benar. Dan pasarkan tiket seminar tersebut dengan baik, agar banyak peserta yang mau ikut ke seminar kita.

Bentuk power point, misalnya kita membuat power point yang berkenaan dengan ide kita mengenai suatu hal, yang bermanfaat bagi pembaca. Kemudian, Power point tersebut juallah ke pembaca loyal kita.

Intinya, pembaca loyal kita akan mau membeli ide-ide kita, asalkan ide kita memang benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi pembaca. Dan hal tersebut, telah dilakukan oleh beberapa Blogger, yang dengan sengaja menjual ide dalam Blog Pribadinya. Dan jika Anda sebagai seorang guru tertarik untuk menjual ide, maka cepat-cepatlah membuat Blog Pribadi. Semakin cepat akan semakin baik.

Kelima, Media Promosi Diri
Blog Pribadi yang dimiliki seorang guru bisa menjadi salah satu media promosi diri. Artinya, seorang guru yang membuat Blog Pribadi, kemudian rajin menulis di Blog Pribadinya, dapat menjadi salah satu media promosi diri pada lainnya, bahwa dirinya memang ahli di bidang tertentu yang dibahas di dalam Blog pribadinya.

Misalnya, saya seorang guru (dosen) yang memiliki Blog Pribadi dengan tema Manajemen Strategi dan Ilmu Keuangan. Salah satu tujuan saya Nge-Blog ialah promosi diri, agar orang-orang mengetahui dan mengenal saya sebagai seseorang yang ahli di bidang Manajemen Strategi dan Ilmu Keuangan. Tentu, pengakuan tersebut tidak instan. Akan tetapi, seiring konsistensi saya Nge-Blog dalam jangka waktu yang lama.

Dalam artian, bukan hari ini saya membuat Blog, satu tahun kemudian saya sudah dikenal sebagai seorang yang ahli di bidang  Manajemen Strategi dan Ilmu Keuangan. Akan tetapi, dengan kita membuat Blog, maka lambat laun seiring dengan konsistensi kita Nge-Blog, kita akan dikenal oleh orang-orang dan pembaca loyal kita, sebagai seorang yang memang ahli sesuai tema yang kita bahas dalam Blog kita masing-masing.

Jika kita masih sanksi, cobalah buat Blog Pribadi mulai saat ini. Kemudian kita konsisten mengisi sesuai dengan tema yang kita pahami dan kita kuasai. Dan tunggu lima hingga sepuluh tahun mendatang, Insya-Allah orang-orang akan mengenal kita sebagai orang yang ahli di bidang tersebut.

Penutup
Lima hal tersebut, bisa menjadi pilihan tema-tema yang bisa dibahas dalam Blog Pribadi seorang guru, yang telah memutuskan untuk berkembang menggunakan media Blog Pribadi. Dan sebenarnya, masih banyak tema ataupun hal lainnya yang bisa dibahas dalam Blog Pribadi seorang guru. Sehingga Blog Pribadi yang dimiliki, menjadi Blog keren yang bisa jadi rujukan tempat belajar gratis para pembaca, dan juga sebagai tempat mengembangkan kreativitas seorang guru.

Selamat Nge-Blog….! ***

Hamli Syaifullah, lahir di Sumenep-Madura, Jawa Timur. Senang menulis sejak Nyantri di Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. Kemudian bergabung dengan Agupena DKI Jakarta, demi menjaga semangat untuk menulis. Pendidikan S-1 diselesaikan di UMJ tahun 2013 dan S-2 di STIE AD Jakarta, tahun 2016. Aktivitas saat ini sebagai dosen Manajemen Perbankan Syariah di UMJ. Tulisannya telah menyebar di beberapa koran lokal dan nasional. Juga aktif menulis buku populer dan Buku Biografi. Dan saat ini, aktif Nge-Blog di Strategikeuangan.com

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Keluargaku Surgaku

Seorang ahli kungfu sedang asyik menari di lantai dansa bersama istrinya. Ia

Sayang dia, Cinta dia

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang

Tegar

Oleh: La Ode Mu’jizat Perlu kekuatan hati yang berlebih ketika ujian atau
Go to Top