AGUPENA JAWA TENGAH SUKSES GELAR MUSWIL

Rubrik Berita/Kegiatan Oleh

Minggu, 9 Juli 2017, Ruang Media SMAN 3 Semarang menjadi saksi pelaksanaan Seminar Nasional bertajuk “Cara Mudah Menulis bagi Guru” dan Musyawarah Wilayah (Muswil) Agupena Jawa Tengah. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Acara selanjutnya, Martiyono, S.Pd., M.Pd. memandu acara seminar yang menampilkan dua narasumber, yaitu Iswidodo (Redaktur tribunjateng.com) dan Sawali Tuhusetya (Ketua Bidang Pengembangan Profesi Agupena).

Dalam paparannya, Iswidodo memaparkan kiat-kiat mengirimkan tulisan ilmiah populer ke redaksi media massa. “Banyak persoalan pendidikan yang bisa diangkat sebagai topik tulisan. Tak perlu rendah diri. Tulis saja. Pilihlah judul yang menarik, gunakan rujukan-rujukan baku, berikan argumen yang meyakinkan. Jika perlu, berikan solusi yang mencerahkan. Tulisan seperti itu sangat disukai pembaca dan dirindukan redaksi,” kata Iswidodo di depan peserta yang terdiri dari para guru se-Jawa Tengah.

Sementara itu, Sawali Tuhusetya yang tampil sebagai pembicara kedua menyatakan bahwa guru menulis hendaknya tidak semata-mata didasari niat untuk naik pangkat. Kalau toh naik pangkat karena menulis, hal itu merupakan efek dan buah dari kerja keras guru yang berkiprah dalam dunia kepenulisan.

Dunia guru, tegas Sawali Tuhusetya, adalah dunia literasi. Setiap hari guru menulis, membaca, dan mengajar. Ini artinya, tidak ada alasan bagi guru untuk tidak mampu menulis.

“Persoalannya bukan mampu atau tidak, melainkan mau atau tidak. Agar cekatan dan terampil menulis, guru perlu membiasakan diri untuk menulis sedikit demi sedikit setiap hari. Sisihkan waktu 30 menit-1 jam saja untuk menulis setiap hari. maka dalam waktu 1-3 bulan, buku setebal 100-150 halaman menjadi milik Anda,” kata pengelola blog sawali.info dan admin web agupena.or.id itu.

Usai paparan materi dilanjutkan tanya jawab hingga pukul 12.15 WIB. Banyak pertanyaan menarik yang muncul dalam seminar, mulai bagaimana menerbitkan buku kumpulan cerpen, menyiasati waktu menulis di tengah-tengah tugas pokok guru, hingga menjaga kemungkinan terjerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di media sosial. Untuk memberikan kejutan kepada peserta, Ketua Panitia, Hery Nugroho, memberikan doorprize berupa buku kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan. Dari lima pertanyaan yang diajukan, tiga pertanyaan berhasil dijawab tanpa cacat. Namun, ketika Hery Nugroho mengajukan pertanyaan tentang singkatan Agupena, peserta yang angkat tangan menjawab: “Asosiasi Guru Penulis Buku”. Jawaban itu spontan membuat segenap yang hadir tertawa terpingkal-pingkal. Ketika guru SMAN 3 Semarang itu mengajukan pertanyaan, siapa nama Ketua Umum Agupena Pusat, tak ada peserta yang angkat tangan. Kok bisa? Terpaksa Hery Nugroho mengajukan pertanyaan yang berbeda.

Pukul 13.30, acara dilanjutkan dengan Muswil yang diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Agupena Jawa Tengah Masa Bakti 2009-2013 dan 2013-2017 oleh Ketua Agupena Jawa Tengah, Deni Kurniawan As’ari. Setelah peserta Muswil diberi kesempatan untuk menyampaikan pemandangan umum, LPJ dinyatakan diterima secara bulat oleh peserta Muswil.

Setelah pengurus dinyatakan demisioner, Wardjito Suharso (Ketua Dewan Pertimbangan Kode Etik Agupena) yang didaulat untuk memandu pemilihan Ketua Agupena Jawa Tengah Masa Bakti 2017-2021, langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencalonkan diri.

“Siapa tahu ada teman kita yang mau mencalonkan diri sebagai ketua agar pemilihan benar-benar berlangsung demokratis,” seloroh Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah itu. Ternyata tak seorang pun yang mencalonkan diri. Oleh karena itu, Wardjito melanjutkan mekanisme berikutnya dengan menawarkan setiap peserta untuk mengajukan calon. Dari suara yang diajukan peserta, nama Martiyono (Kepala SMPN 3 Kebumen) mayoritas diajukan peserta. Akhirnya, proses pemilihan ketua dengan musyawarah mufakat menyepakati Martiyono menjadi Ketua Agupena Jawa Tengah Masa Bakti 2017-2021.

Untuk melengkapi kepengurusan, dibentuk Tim formatur yang terdiri dari: ketua terpilih, sekretaris, dan 3 orang anggota. Sementara, Ketua dan anggota setiap bidang akan dimusyawarahkan bersama oleh pengurus harian terpilih.

Pengurus Harian selengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Ketua: Martiyono
2. Wakil Ketua: Hery Nugroho
3. Sekretaris Umum: Parjuni
4. Wakil Sekretaris: Usman Roin
5. Bendahara Umum: Wahono
6. Wakil Bendahara: Nok Mujiyanti

Selamat kepada ketua dan pengurus harian terpilih, semoga amanah dan mampu menjalankan semua program dengan lancar dan sukses. ***

Tags:

Seorang guru, penyuka musik tradisional, penikmat sastra, dan bloger. Sebagian besar tulisannya dipublikasikan di blog pribadinya sawali.info. Ikut berkiprah di Agupena pada Bidang Pengembangan Profesi. Buku kumpulan cerpen pertamanya, Perempuan Bergaun Putih, diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top