BUPATI ANTON SIGAP ACUNGKAN SALAM LITERASI

Rubrik Berita/Kegiatan/Literasi Oleh

Salah satu momen yang cukup langka terjadi dalam kegiatan Halal bi Halal di Witihama (Selasa, 4/7/2017). Momen dimaksud yakni Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, mengacungkan Salam Literasi. Itu terjadi saat berpose bersama Asosiasi Guru Penulis Indonesia Cabang Flores Timur (Agupena Flotim).

Acungan itu didahului ajakan pengurus kepada Bupati Anton untuk berpose bersama dengan simbol tangan Salam Literasi. Tanpa diarahkan, Bupati Anton sigap menghadap kamera dan langsung mengacungkan tangan membentuk huruf L. Sontak, apa yang dilakukan oleh Sang Bupati membuat beberapa pengurus berdecak kagum. Lantas, para peserta foto pun meniru gerakan tangan Sang Bupati, termasuk beberapa warga yang bukan anggota Agupena Flotim.

Peristiwa ini tentu tak terjadi bila Sang Bupati tidak mengenal gerakan literasi. Lantaran kenallah maka Sang Bupati begitu sigap mengacungkan Salam Literasi. Ini menjadi pertanda, paling tidak beliau sudah mengenal kegiatan literasi. Tinggal, ke depan Pemda Flotim perlu memberi perhatian yang lebih konkret terhadap gerakan literasi.

Memang, acungan Salam Literasi ini sekadar simbol, bahkan boleh jadi gagah-gagahan. Namun lebih dari itu, perihal ini menandakan bahwa gerakan literasi tidak asing di mata Pemerintah Daerah (Pemda) Flotim. Apa yang dilakukan Bupati yang baru dilantik sebulan dua yang lalu ini menyiratkan kekaribannya pada gerakan ini. Dan ini menjadi sebuah angin segar bagi keberlangsungan nafas literasi di ujung timur Nusa Bunga ini.

Bagi penulis pribadi, serta Agupena Flotim secara lembaga, pose Bupati Anton dengan acungan Salam Literasi ini adalah sebuah penghargaan yang tinggi atas pergerakan literasi yang selama ini digiatkan Agupena Flotim bersama Dinas PKO Flotim di bawah asuhan Drs. Bernardus Beda Keda, M.A.P dan Media Cakrawala NTT besutan Gusty Ricarno.

Lebih dari itu, pose ini mampu menjadi pelecut semangat para pegiat literasi untuk terus berjalan ke depan. Kendati, di perjalanan, begitu banyak tantangan dan halangan yang merintangi.

Uniknya, di akhir pose ini, Bupati Anton memberi pesan kepada para pengurus Agupena Flotim sembari memegang pundak kanan penulis, “Terus gerakkan literasi. Kritik dan cercaan itu biasa. Tidak boleh luntur semangat berjuang. Saya ikuti terus perkembangan gerakan kalian.” (Muhammad Soleh Kadir – Pengurus Agupena Flotim) ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top